https://metro.tempo.co/read/1211532/banyak-anak-ditangkap-saat-aksi-22-mei-komnas-ham-gandeng-
kpai/full&view=ok
Banyak Anak Ditangkap Saat Aksi 22 Mei,
Komnas HAM Gandeng KPAI
Reporter:
Imam Hamdi
Editor:
Clara Maria Tjandra Dewi H.
Sabtu, 1 Juni 2019 22:45 WIB
Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan
tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo
22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat
lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/22/id_843807/843807_720.jpg>
Massa Aksi 22 Mei melempari petugas kepolisian saat kerusuhan di jalan
tol dalam kota, kawasan Slipi, Jakarta, Rabu, 22 Mei 2019. Akibat demo
22 Mei di beberapa titik di ibu kota, lalu lintas tol dalam kota sempat
lengang pada pagi hingga siang tadi. ANTARA/Hafidz Mubarak A
*TEMPO.CO, Jakarta -* Komnas HAM akan berkoordinasi dengan KPAI untuk
menelusuri dugaan pelanggaran dalam penangkapan anak saat Aksi 22 Mei
<https://www.tempo.co/tag/aksi-22-mei> lalu.
*Baca: Komnas HAM Telusuri Dugaan Penggunaan Peluru Tajam Saat Aksi 22 Mei
<https://metro.tempo.co/read/1211510/komnas-ham-telusuri-dugaan-penggunaan-peluru-tajam-saat-aksi-22-mei>*
Anggota Komnas HAM Amiruddin Al Rahab, mengatakan ada dugaan pelanggaran
dalam penangkapan dan penganiayaan anak saat kerusuhan itu
terjadi. "KPAI sudah melihat anak itu ke balai rehabilitas anak
Handayani. Kami juga sedang menelusurinya," kata Amiruddin, Sabtu, 1
Juni 2019.
Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus
(BRSAMPK) Handayani menerima titipan 52 anak yang ditangkap karena
diduga terlibat aksi 22 Mei. Mereka saat ini masih menjalani assessment
di Balai Rehabilitasi Handayani.
Amiruddin menuturkan lembaganya mendalami dugaan adanya pelanggaran HAM
dalam penangkapan massa yang terlibat dalam aksi 22 Mei lalu. Selain
itu, Komnas HAM juga menelusuri penyebab banyaknya remaja yang ditangkap
polisi dalam unjuk rasa yang berakhir rusuh tersebut.
Sejumlah polisi mengamankan seorang pria yang diduga ikut aksi kerusuhan
di Jalan KS. Tubun, Petamburan, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Mei 2019. Polisi
juga menangkap 11 orang terkait pembakaran mobil di asrama Brimob
Petamburan, Jakarta Barat. ANTARA/Aditya Pradana Putra
Aksi 22 Mei merupakan unjuk rasa yang digelar massa pendukung Prabowo
Subianto -Sandiaga Uno. Mereka menolak hasil pemilu yang memenangkan
pasangan Joko Widodo - Maruf Amin, karena dinilai sarat kecurangan.
*Baca: Pengakuan Anak Ikut Aksi 22 Mei, Balai Rehabilitasi: Ada yang
Memberikan Batu
<https://metro.tempo.co/read/1210802/assesment-anak-ikut-aksi-22-mei-balai-ada-yang-memberikan-batu>*
Selain itu, Komnas HAM <https://www.tempo.co/tag/komnas-ham> juga telah
menerima laporan adanya 70 orang yang hilang dalam aksi 22 Mei tersebut.
Laporan 70 orang itu berasal dari Tim Advokasi Korban 21-22 Mei 2019.
"Kami juga masih mencoba menelusuri apakah 70 orang yang dilaporkan
hilang termasuk anak-anak yang sekarang dititipkan di Panti Rehabilitasi
Handayani," ujarnya.