*Banyak isteri yang diteladani? hehehehehehe* On Sat, Jun 1, 2019 at 9:03 PM 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
> > > > > https://bali.antaranews.com/berita/150638/gubernur-generasi-milenial-bali-akan-teladani-bung-karno > > > Gubernur: generasi milenial Bali > akan teladani Bung Karno > > Sabtu, 1 Juni 2019 23:19 WIB > Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan pihaknya > meyakini generasi milenial di Pulau Dewata akan meneladani ide, pemikiran, > gagasan dan cita-cita Bung Karno untuk Indonesia Raya. > > "Saya berharap sekaligus berkeyakinan bahwa generasi muda kita akan dengan > suka cita memikul tanggung jawab ideologis tersebut. Karena sesungguhnya > pada generasi muda inilah dititipkan masa depan Indonesia Raya yang kita > cita-citakan bersama," kata Koster pada acara Peringatan 1 Juni sebagai > Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Panggung Terbuka Ardha Candra, > Taman Budaya, Denpasar, Sabtu malam. > > Orang nomor satu di Provinsi Bali itu dalam kesempatan tersebut > mengingatkan betapa pentingnya peran Pancasila sebagai ideologi dan dasar > negara Republik Indonesia. > > "Selama 74 tahun perjalanan bangsa dan negara kita, Pancasila telah > menjadi kekuatan utama yang menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia, > sebuah negara bangsa yang terdiri dari 300 suku bangsa, memiliki 700 > bahasa, dan 17.000-an pulau," katanya. > > Menurut dia, tanpa adanya sebuah ideologi dasar dan landasan filosofis > seperti Pancasila, tentunya akan sulit membayangkan bagaimana perjalanan > bangsa ini untuk mencapai tujuan bernegara sebagaimana diamanatkan dalam > konstitusi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. > > Koster mengingatkan bahwa peristiwa bersejarah seperti itu harus tetap > abadi dalam memori kolektif Bangsa Indonesia. "Ingat pesan Bung Karno > tentang Jasmerah: Jangan Sekali-kali Meninggalkan Sejarah," katanya. > > Gubernur Bali pun kemudian mengajak generasi milenial dan seluruh > masyarakat Bali untuk berdoa dan berjuang bersama-sama agar Bung Karno bisa > ditetapkan secara resmi sebagai Bapak Bangsa Indonesia oleh pemerintah > pusat. > > Untuk menunjukkan rasa hormat dan bhakti kepada Bung Karno sebagai Bapak > Bangsa, maka Pemerintah Provinsi Bali menyelenggarakan Bulan Bung Karno > yang akan diselenggarakan setiap tahun pada bulan Juni. Bulan Bung Karno > berisi rangkaian kegiatan yang berlangsung selama sebulan. > > Adapun rangkaian kegiatan tahun ini meliputi 1 Juni 2019 sebagai > Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila, 6 Juni 2019 sebagai Peringatan > 118 Tahun Hari Lahir Bung Karno, 21 Juni 2019 untuk mengenang 49 tahun Hari > Wafat Bung Karno. > > Rangkaian kegiatan diisi dengan Pameran Foto Bung Karno dan Keragaman > Indonesia, pemutaran film dokumenter Bung Karno, lomba cerdas cermat dan > pidato Bung Karno, pagelaran seni dan budaya, serta ramah tamah lintas > agama. Rangkaian acara akan ditutup pada tanggal 30 Juni 2019 dengan > pementasan teater yang diangkat dari naskah drama yang ditulis Bung Karno.. > Seluruh acara dilangsungkan di Taman Budaya serta kampus Institut Seni > Indonesia (ISI) Denpasar. > > "Malam ini kita berkumpul di sini untuk memperingati 74 tahun Hari Lahir > Pancasila serta untuk mengenang dan menghormati Bung Karno, Bapak Pendiri > Bangsa yang telah merumuskan dasar negara kita," ujarnya. > > Pihaknya juga telah menyiapkan Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari > Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno di Provinsi Bali agar peringatan ini > bisa dilaksanakan secara permanen dan berkelanjutan di Bali. > > Peraturan Gubernur yang rencananya akan diumumkan secara resmi pada > Peringatan 118 tahun Hari Lahir Bung Karno pada 6 Juni mendatang akan > menjadi Peraturan Gubernur tentang Peringatan Hari Lahir Pancasila dan > Bulan Bung Karno pertama di Indonesia. > > Sementara itu, Anggota Satuan Tugas Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan > Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny Susetyo, dalam sambutannya > mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah dan masyarakat Bali karena telah > memelopori gelora kebangkitan Pancasila. Provinsi Bali, menurutnya, akan > menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lainnya di Indonesia. > > "Tanah Dewata ini telah memelopori bangkitnya kekuatan Pancasila sebagai > visi dan arah pembangunan bangsa. Di dalam Pancasila itulah roh Soekarno > hidup. Semoga roh Soekarno kembali bergema di Bali," ucapnya. > > Acara Peringatan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno > tersebut berlangsung sukses dan semarak. Pemanggungan Teatrikalisasi Puisi > oleh Ibu Putri Suastini Koster serta Oratorium Kolosal "Gerakan Kekuatan > Pancasila" disambut gemuruh tepuk tangan oleh ribuan penonton dari berbagai > elemen masyarakat yang menyesaki panggung terbuka itu. > > Teatrikalisasi Puisi, yang menggabungkan unsur-unsur teater, musik, tari > serta sastra, tersebut mengangkat sebuah puisi yang berjudul "Aku Melihat > Indonesia". Puisi ini ditulis oleh Bung Karno dan menggambarkan keharuan > dan kebanggaan-nya saat menatap hamparan sawah, gelora ombak, keagungan > gunung, serta keindahan budaya tanah tumpah-darahnya. > > Putri Suastini Koster, yang sedari belia memang suka menulis dan membaca > puisi, menjadi bintang utama Teatrikalisasi Puisi tersebut dengan > artikulasinya yang jernih dan penghayatannya yang mendalam. Penonton pun > memberikan apresiasi dengan tepuk tangan yang gemuruh. > > Sedangkan Oratorium Kolosal Gerakan Kekuatan Pancasila yang digarap > seniman serba bisa kelahiran Gianyar, I Made Sidia itu memaparkan > perjalanan panjang bangsa Indonesia, mulai dari masa keemasan Majapahit, > zaman penjajahan hingga masa kemerdekaan. > > Semboyan bangsa "Bhinneka Tunggal Ika" yang termaktub pada Kekawin > Sutasoma karya Mpu Tantular menjadi benang merah yang menghubungkan masa > keemasan Majapahit dengan masa kemerdekaan. Sosok Bung Karno hadir dalam > puncak pemanggungan Oratorium tersebut sebagai Bapak Bangsa Indonesia. > > Pancasila Power > Dalam kegiatan bertema "Gerakan Kekuatan Pancasila" itu, rangkaian acara > juga terdiri dari pagelaran kebudayaan dan Pameran Arsip berapa foto Bung > Karno dan keberagaman Indonesia. > > Rieke Diah Pitaloka sebagai Duta Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) > dalam pembukaan pameran arsip mengatakan, Arsip adalah bagian dari > kebudayaan, yang memperlihatkan peradaban suatu bangsa. > > "Di ANRI arsip perjalanan sejarah Indonesia tersimlan dengan baik, > termasuk tentang Pancasila. Bukti otentik kearsipan menunjukkan Pancasila > pertama kali disampaikan oleh Bung Karno pada tanggal 1 Juni 1945," katanya. > > Rieke mengatakan Pancasila selain sebagai ideologi bangsa dan dasar > negara, juga sebagai alat pemersatu bangsa. Tanpa persatuan dan perdamaian > tidak akan ada kemajuan yang dapat dicapai. > > “Karena itu sudah saatnya Hari Lahir Pancasila tidak hanya ditanyakan > dengan seremonial, tetapi menjadi momen untuk membangun ingatan kolektif > seluruh elemen bangsa. Peringatan 74 tahun lahirnya Pancasila adalah > langkah awal untuk menjadikan Pancasila sebagai pedoman kehidupan > bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sudah saatnya pula Pancasila > dijadikan pedoman untuk menyusun dan melaksanakan rencana pembangunan > nasional,” katanya. > > “Bali adalah jendela dan pintu Indonesia bagi dunia. Di pulau dewata ini > kita dapat tunjukkan pada bangsa-bangsa lain bahwa Pancasila > Power menyatukan bangsa Indonesia yang beragam untuk hidup dalam harmoni > dengan berkepribadian dalam kebudayaan," katanya. > Pewarta : *Ni Luh Rhismawati* > <https://bali.antaranews.com/berita/150638/gubernur-generasi-milenial-bali-akan-teladani-bung-karno#> > Editor : Edy M Yakub > COPYRIGHT © ANTARA 2019 > > > > > > > > >
