*NKRI yang berpenduduk 265 juta orang hanya mempunyai empat tokoh?*

https://www.tagar.id/gmki-desak-polri-ungkap-dalang-rencana-pembunuhan-empat-tokoh



May 31, 2019, 11:04 pm
GMKI Desak Polri Ungkap Dalang Rencana Pembunuhan Empat Tokoh

Editor: Fetra Tumanggor

[image: https://www.tagar.id/Asset/uploads/246272-gmki.jpeg]
<https://www.tagar.id/tagarphoto/38701/GMKI>Pengurus Pusat GMKI (Foto: Dok.
GMKI)

*Fokus Berita: **Kerusuhan 22 Mei*
<https://www.tagar.id/fokus/3529/kerusuhan22mei>

*Jakarta* - Pengurus Pusat Gerakan Mahsiswa Kristen Indonesia (PP GMKI)
mengecam keras dan mendesak TNI dan Polri segera menangkap dalang atau
aktor intelektual rencana pembunuhan empat tokoh nasional.  Empat tokoh
tersebut yakni Menkopolhukam Wiranto, Kepala BIN Budi Ggunawan, Menko
Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan
Keamanan Gories Mere.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima Tagar, GMKI menyebut rencana
pembunuhan itu adalah ancaman yang nyata dan serius terhadap keamanan
nasional Pasca Pemilu <https://www.tagar.id/tag/pemilu> 2019.

Baca juga: Kemkominfo dan GMKI Minta Mahasiswa Lawan Hoaks
<https://www.tagar.id/kemkominfo-dan-gmki-minta-mahasiswa-lawan-hoaks>

"TNI <https://www.tagar.id/tag/tni> dan Polri jangan mentolerir oknum dan
kelompok-kelompok yang sengaja dan terencana mengancam keamanan nasional
dengan menyebarkan teror dan membuat kerusuhan di tengah-tengah
masyarakat," demikian bunyi pernyataan resmi GMKI yang ditandatangani Ketua
Umum GMKI Korneles Galanjinjinay dan Sekretaris Umum David Sitorus, Jumat,
31 Mei 2019.

*Demikian isi pernyataan resmi GMKI:*

Pemilihan umum serentak 2019 telah selesai dengan baik. Berdasarkan hasil
rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum telah terpilih presiden
dan wakil presiden Republik Indonesia
<https://www.tagar.id/tag/indonesia> serta
anggota legislatif.

Negara Republik Indonesia secara sistem telah memberikan jaminan
berlangsungnya setiap proses secara hukum. Hasil rekapitulasi KPU dapat
diajukan gugatan kepada Mahkamah Konstitusi
<https://www.tagar.id/tag/mahkamahkonstitusi> sebagai tempat menguji
rekapitulasi KPU. Mahkamah Konstitusi adalah lembaga peradilan independen
pada sebuah negara yang berfungsi untuk memberikan keadilan bagi warga
negara.

[image: Demo 22 Mei 2019]Pos polisi di simpang lampu merah Jalan Sabang,
Jakarta Pusat di serang demonstran dan ludes terbakar dilahap si jago
merah. (Foto: Tagar/Morteza)

Bersamaan dengan itu, telah berlangsung aksi di hadapan gedung Bawaslu
<https://www.tagar.id/tag/bawaslu> RI untuk menyuarakan aspirasi terkait
hasil pemilu. Aksi massa tersebut berlangsung selama dua hari yaitu 21-22
Mei. Terkait aksi tersebut dan situasi nasional kekinian, kami Pengurus
Pusat GMKI menyatakan bahwa:

1. Dukacita mendalam atas timbulnya korban jiwa maupun luka akibat aksi
kerusuhan itu, terkhusus kepada keluarga
<https://www.tagar.id/tag/keluarga> para
korban. Sudah sewajarnya kita mengecam keras aksi yang dilakukan sekelompok
orang yang mengorbankan rakyat banyak demi kepentingan kelompok.

2. Mendukung masyarakat menyampaikan aspirasi di hadapan umum tanpa
anarkisme, kekerasan dan mobilisasi, serta sesuai dengan ketentuan yang
diatur oleh UUD Pasal 28 tentang kebebasan menyampaikan pendapat.

3. Kepolisian Republik Indonesia adalah lembaga yang bertugas untuk
mengayomi masyarakat dan menjaga ketentraman di masyarakat. Atas tindakan
aksi pada tanggal 21-22 Mei tersebut telah menimbulkan keresahan di tengah
masyarakat. Atas tindakan aksi tersebut meminta dan memberikan kepercayaan
penuh kepada Polri <https://www.tagar.id/tag/polri> dan BIN untuk menangkap
para aktor intelektual serta penyokong dana aksi kerusuhan tersebut. Begitu
juga dengan para provokator yang telah memprovokasi masyarakat untuk
melakukan aksi kerusuhan ini.

Baca juga: GMKI Desak Pertemuan Jokowi-Prabowo
<https://www.tagar.id/gmki-desak-pertemuan-jokowiprabowo>

4. Memberikan dukungan kepada Mahkamah Konstitusi, Komisi Pemilihan Umum,
Badan Pengawas Pemilu, untuk dapat menjalankan tugas hingga selesai tanpa
harus kuatir dengan intervensi dan tekanan dari pihak manapun.

[image: Kerusuhan Thamrin]Ricuh massa aksi 22 Mei 2019 belum berakhir.
Massa masih melempar batu, petasan dan bom molotov ke arah aparat di
pertigaan Jalan Gereja Theresia dan Jalan Sunda Thamrin Jakarta. (Foto:
Tagar/Nanda Febrianto)

5. Meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi dan percaya kepada informasi
hoax <https://www.tagar.id/tag/hoax> dan berita tidak benar yang
memutarbalikkan fakta. Kita doakan dan dukung penyelenggara pemilu dan
aparat berwajib agar tetap bekerja dengan adil, objektif, dan menjunjung
tinggi prinsip demokrasi.

6. Mengecam keras dan mendesak TNI dan Polri segera menangkap aktor
intelektual rencana pembunuhan empat tokoh nasional, yakni Menkopolhukam
Wiranto <https://www.tagar.id/tag/wiranto>, Kepala BIN Budi Ggunawan, Menko
Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan
Keamanan Gories Mere. Ini adalah ancaman yang nyata dan serius terhadap
keamanan nasional Pasca Pemilu 2019. TNI dan Polri jangan mentolerir oknum
dan kelompok-kelompok yang sengaja dan terencana mengancam keamanan
nasional dengan menyebarkan teror dan membuat kerusuhan di tengah-tengah
masyarakat. []

Kirim email ke