Rizal Ramli: Jokowi Sudah Dirancang Untuk Menang


| 
| 
| 
|  |  |

 |

 |
| 
|  | 
Rizal Ramli: Jokowi Sudah Dirancang Untuk Menang - rmoljabar.com

RMOL

Jabar. Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf yang mengaku menang hingga 50 
persen lebih dianggap ti ...
 |

 |

 |




POLITIK  RABU, 15 MEI 2019 , 00:01:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK


Rizal Ramli/Net
RMOLJabar. Pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf yang mengaku menang hingga 50 
persen lebih dianggap tidak masuk akal. Jokowi pada Pilpres 2019 dirancang 
untuk menang.Hal itu disampaikan Pakar ekonomi Rizal Ramli di depan massa yang 
hadir di Hotel Grand Syahid Jaya Jakarta Pusat, Selasa (14/5).
"Tahun 2014 Jokowi memang populer. Tetapi pada waktu itu yang milih Jokowi 
hanya 53 persen, mungkin kecurangan 2 persen, yang sungguh-sungguh dukung 
Jokowi hanya 51 persen. Kok bisa sekarang dirancang supaya Jokowi menang sampai 
68 persen," ucap Rizal
Padahal menurut Rizal, banyak permasalahan yang terjadi di era pemerintahan 
Jokowi. Menurutnya, Jokowi memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menang 
pada Pilpres 2019 ini.
"Ekonomi susah, rakyat daya belinya anjlok, harga-harga naik, umat Islam merasa 
tidak adil, kok bisa naik? Karena memang (Jokowi) dirancang harus menang," kata 
Rizal seperti dilansir Kantor Berita Politik RMOL.
Menurutnya, kecurangan yang terjadi pada Pilpres 2019 ini sudah luar biasa. Hal 
tersebut diungkapkan setelah melihat dugaan kecurangan yang terjadi sebelum 
Pilpres hingga usai pencoblosan.
"Kali ini skala kecurangannya luar biasa. Sebelum Pilpres, pada saat Pilpres 
dan setelah Pilpres. Yang paling signifikan adalah daftar pemilih palsu atau 
abal-abal yang jumlahnya 16,5 juta," paparnya.
Sehingga, Rizal menilai jika KPU mau bekerja secara profesional bisa melakukan 
pengecekan terhadap jumlah daftar pemilih yang dinilai abal-abal.
"Ada puluhan ribu penduduk, nama sama, tanggal lahir sama, kota sama, itu jelas 
abal-abal. Ada Banyak juga data enggak pantas. Kalau mereka jujur, KPU jujur, 
kalau KPU-nya profesional itu dia sisir. Kurangin lah 3 juta, 5 juta saya yakin 
masyarakat Indonesia bersyukur. Tapi mereka tutup telinga, tutup mata, tetap 
mau ada 16,5 juta daftar pemilih yang abal-abal," tandasnya. [gan]





Kirim email ke