https://www.antaranews.com/berita/906653/warga-diajak-menerima-hasil-pemilu-dengan-legawa
Warga diajak menerima hasil pemilu
dengan legawa
Sabtu, 8 Juni 2019 23:46 WIB
Ketua FKUB Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk (ANTARA News Papua /
Alfian Rumagit)
Jayapura (ANTARA) - Segenap warga Papua dan Indonesia pada umumnya
diajak untuk menerima hasil Pemilu Presiden dan pemilihan anggota
legislatif 2019 dengan legawa atau berjiwa besar.
"Apapun hasil itu yang nantinya diumumkan secara resmi oleh KPU setelah
berbagai persoalan disidangkan, maka semua pihak, siapapun dia, harus
legawa, berjiwa besar menerima hasilnya," kata Ketua Forum Kerukunan
Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk di Kota
Jayapura, Sabtu.
Menurut dia, baik yang kalah dan menang harus menyadari bahwa inilah
akhir dari proses demokrasi lima tahunan yang telah dilalui atau
dilakukan pada 17 April lalu, sehingga harus berbesar hati dengan hasilnya.
"Siapapun menang, semua pihak harus menerima dengan hati yang aman dan
damai, Karena yang menang juga diridohi oleh Tuhan, begitu juga yang
kurang beruntung, diridohi Tuhan, tunggu untuk bersaing lagi pada lima
tahun berikutnya. Jadi mari memberikan apresiasi kepada yang menang,"
katanya.
Kepada partai politik dan warga atau para simpatisan dan pendukung
pasangan presiden 01 dan 02, harus mengedepankan kedamaian dan kerukunan.
"Tidak ada untungnya saling gontok-gontokan dan paksakan kehendak,
karena itu tidak baik. Jadi, kalau sudah terjadi dan tahu hasilnya,
harapnya bisa menerima dengan baik dan berjiwa kenegarawanan," katanya.
Mengenai aksi anarkhis pada 21 dan 22 Mei lalu di Jakarta, Pdt Lipiyus
mengaku menyesalkan karena terjadi kerugian material dan korban jiwa.
"Bagi kami, itu adalah aksi terakhir dan tidak boleh terjadi lagi. Kami
FKUB Provinsi Papua meminta tidak boleh terjadi lagi. Jika terjadi lagi,
kami minta aparat keamanan untuk bertindak tegas dan tidak kompromi
karena bisa mengganggu stabilitas negara," katanya.
Saat warga Belanda berlebaran di Kesultanan Palembang
Pewarta: Alfian Rumagit
Editor: Masnun
COPYRIGHT © ANTARA 2019