----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: 'j.gedearka' [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Kepada: 
"[email protected]" <[email protected]>; 
[email protected] <[email protected]>; Sahala Silalahi 
<[email protected]>; "[email protected]" 
<[email protected]>Terkirim: Sabtu, 8 Juni 2019 19.50.22 GMT+2Judul: 
[nasional-list] Warga diajak menerima hasil pemilu dengan legawa
     
 


 
 
https://www.antaranews.com/berita/906653/warga-diajak-menerima-hasil-pemilu-dengan-legawa
 
 
 
    Jayapura (ANTARA) - Segenap warga Papua dan Indonesia pada umumnya diajak 
untuk menerima hasil Pemilu Presiden dan pemilihan anggota legislatif 2019 
dengan legawa atau berjiwa besar.
 
 "Apapun hasil itu yang nantinya diumumkan secara resmi oleh KPU setelah 
berbagai persoalan disidangkan, maka semua pihak, siapapun dia, harus legawa, 
berjiwa besar menerima hasilnya," kata Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama 
(FKUB) Provinsi Papua Pdt Lipiyus Biniluk di Kota Jayapura, Sabtu.
 
 Menurut dia, baik yang kalah dan menang harus menyadari bahwa inilah akhir 
dari proses demokrasi lima tahunan yang telah dilalui atau dilakukan pada 17 
April lalu, sehingga harus berbesar hati dengan hasilnya.
 
 "Siapapun menang, semua pihak harus menerima dengan hati yang aman dan damai, 
Karena yang menang juga diridohi oleh Tuhan, begitu juga yang kurang beruntung, 
diridohi Tuhan, tunggu untuk bersaing lagi pada lima tahun berikutnya. Jadi 
mari memberikan apresiasi kepada yang menang," katanya.
 
 Kepada partai politik dan warga atau para simpatisan dan pendukung pasangan 
presiden 01 dan 02, harus mengedepankan kedamaian dan kerukunan.
 
 "Tidak ada untungnya saling gontok-gontokan dan paksakan kehendak, karena itu 
tidak baik. Jadi, kalau sudah terjadi dan tahu hasilnya, harapnya bisa menerima 
dengan baik dan berjiwa kenegarawanan," katanya.
 
 Mengenai aksi anarkhis pada 21 dan 22 Mei lalu di Jakarta, Pdt Lipiyus mengaku 
menyesalkan karena terjadi kerugian material dan korban jiwa.
 
 "Bagi kami, itu adalah aksi terakhir dan tidak boleh terjadi lagi. Kami FKUB 
Provinsi Papua meminta tidak boleh terjadi lagi. Jika terjadi lagi, kami minta 
aparat keamanan untuk bertindak tegas dan tidak kompromi karena bisa mengganggu 
stabilitas negara," katanya. 
Saat warga Belanda berlebaran di Kesultanan Palembang
    
Pewarta: Alfian Rumagit
 Editor: Masnun
 COPYRIGHT © ANTARA 2019
 

 
 

 
 

 
 

 
 

 
    

Kirim email ke