Pengamat sebut suasana hati PAN-Demokrat di Jokowi-Ma'ruf
Sabtu, 8 Juni 2019 23:39 WIB
Pengamat sebut suasana hati PAN-Demokrat di Jokowi-Ma'ruf
Adi Prayitno (uinjkt.ac.id)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik dari FISIP UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta, Adi Prayitno, menyebutkan, meski pada Pemilu 2019 PAN dan
Demokrat mendukung pasangan calon nomor urut 02, Prabowo-Sandi, namun
saat ini suasana hati PAN dan Demokrat berada di pasangan calon presiden
dan wapres nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf.
"Memang tidak secara terang-terangan kedua parpol itu mendukung
Jokowi-Ma'ruf usai pilpres, namun dalam komunikasi politik yang telah
dibangun kedua parpol menunjukkan mendukung 01," kata Adi, di Jakarta,
Sabtu.
Menurut dia, Ketua Komando Satuan Tugas Bersama (Kogasma) Partai
Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah empat kali bertemu dengan
Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Begitu juga Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan sudah dua kali berkomunikasi
dengan Presiden Jokowi.
"Dalam pelaksanaan pilpres, parpol tidak ada ikatan khusus berkoalisi
seumur hidup. Usai pilpres parpol bisa membangun komunikasi politik
dengan siapapun, termasuk PAN dan Demokrat yang berkomunikasi dengan 01.
Jadi, keluar dari koalisi tidak perlu ada deklarasi," kata Adi.
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia ini meyakini Demokrat
akan keluar dari koalisi Prabowo-Sandi mengingat beberapa hari ini
hubungan antara Gerindra dan Demokrat semakin memanas.
Bahkan, politikus Demokrat yang sering berada di Badan Pemenangan
Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahean sudah jelas-jelas tidak
lagi mendukung Prabowo-Sandi.
Kabar Demokrat merapat ke koalisi Jokowi semakin santer. Pemicunya,
kedekatan Demokrat dengan partai pendukung pemerintah yang semakin
terlihat jelas ketika anak sulung Presiden ke-6 RI SBY, AHY, rajin
menemui Jokowi. AHY berkunjung ke rumah Megawati saat lebaran.
Namun, beda halnya dengan Gerindra dan PKS yang tetap solid berada di
oposisi bila gugatannya kalah di Mahkamah Konstitusi (MK).
"Kalau gugatan Prabowo-Sandi kalah di MK, PAN dan Demokrat akan
menawarkan diri siap berada di pemerintahan manakala dibutuhkan. Namun,
beda halnya dengan Gerindra dan PKS yang tetap berada di oposisi.
Gerindra dan PKS jelas tidak ingin Jokowi kembali menjadi presiden,"
ucap Adi Prayitno.
Presiden Jokowi bagikan 3 ribu paket sembako
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 1:12
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Eddy K Sinoel
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com