*Ganti adil dan makmur menjadi tidak adil dan kidup berkelaparan?
hehehehehe*

http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/9914/demokrat_minta_koalisi_indonesia_adil_makmur_dibubarkan



Demokrat Minta Koalisi Indonesia Adil Makmur DibubarkanMinggu , 09 Juni
2019 | 13:23

JAKARTA - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Rachland Nashidik
meminta agar Calon Presiden Prabowo Subianto segera membubarkan Koalisi
Indonesia Adil Makmur yang mendukung pencalonannya dalam Pilpres 2019 lalu.
Permintaan tersebut disampaikannya lewat akun media sosial Twitter-nya,
@Rachlannasidik pada Minggu (9/6/2019).

Prabowo-Sandiaga saat Pilpres 2019 didukung oleh lima koalisi partai,
Gerindra, PKS, Demokrat, PAN dan Berkarya.

Rachland menuturkan koalisi parpol pengusung Prabowo-Sandiaga sudah tidak
diperlukan lagi dan karena itu harus segera dibubarkan. Pasalnya, gelaran
Pemilu serentak tahun 2019 sudah berakhir.

Ia mengakui pasangan Prabowo-Sandi saat ini masih menggugat hasil Pilpres
2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Tapi menurutnya, gugatan tersebut
merupakan ranah pasangan capres tanpa melibatkan partai politik.

"Pak @prabowo, Pemilu sudah usai. Gugatan ke MK adalah gugatan pasangan
Capres. Tak melibatkan peran Partai. Saya usul, Anda segera bubarkan
Koalisi dalam pertemuan resmi yang terakhir. Anda lah pemimpin koalisi,
yang mengajak bergabung. Datang tampak muka, pulang tampak punggung," cuit
Rachland.

Tak hanya kepada Prabowo, permintaan pembubaran koalisi juga ia minta
dilakukan oleh kubu Calon Presiden Joko Widodo yang beranggotakan PDIP,
Golkar, PKB, PPP, Nasdem, PSI, Perindo, PKPI dan Hanura.

Pembubaran tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya perpecahan di
masyarakat."Anjuran yang sama, bubarkan Koalisi, juga saya sampaikan pada
Pak @jokowi. Mempertahankan koalisi berarti mempertahankan perkubuan di
akar rumput. Artinya mengawetkan permusuhan dan memelihara potensi benturan
dalam masyarakat. Para pemimpin harus mengutamakan keselamatan bangsa,"
cuit dia seperti dikutip *cnnindonesia.com <http://cnnindonesia.com>*.

Selain permintaan tersebut Rachland menyarankan agar presiden terpilih
nantinya bisa leluasa untuk memilih sendiri para menteri-menterinya untuk
mengisi kabinet.

"Siapapun nanti yang setelah sidang MK menjadi Presiden terpilih,
dipersilahkan memilih sendiri para pembantunya di Kabinet. Kenangan Partai
mana yang setia dan berguna bagi direksi politik Presiden terpilih tak akan
pupus karena koalisi sudah bubar. Begitulah sistem Presidensial," katanya.

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi Andre Rosiade
yang dimintai tanggapannya atas permintaan pembubaran koalisi tersebut
mempersilahkan Partai Demokrat untuk keluar dari koalisi pendukung Prabowo
kalau mereka sudah tidak ingin bergabung.

Ia mengatakan Demokrat selama ini memang berada dalam koalisi pendukung
Prabowo-Sandi. Tapi, Demokrat selama ini ia anggap selalu merongrong
koalisi."Kalau mau keluar silahkan saja, itu hak mereka. Lagian selama jadi
anggota koalisi mereka bermanuver dan publik juga tahu setelah mereka
ketemu Pak Jokowi, pernyataan elit Demokrat mulai berubah alias mau keluar
koalisi. Jadi segera tentukan sikap. Kalau mau keluar ya keluar," dia
menambahkan.

Kirim email ke