1 Juta Warga Hong Kong Demo Tolak RUU Ekstradisi Cina
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Maria Rita Hasugian
Senin, 10 Juni 2019 08:45 WIB
Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi menuntut penghapusan usulan
peraturan ekstradisi ke Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni
2019. Peraturan baru ini dikhawatirkan akan mengancam kebebasan sipil
dan perlindungan hukum di Hong Kong. REUTERS/Tyrone SiuRibuan pengunjuk
rasa melakukan aksi menuntut penghapusan usulan peraturan ekstradisi ke
Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni 2019. Peraturan baru ini
dikhawatirkan akan mengancam kebebasan sipil dan perlindungan hukum di
Hong Kong. REUTERS/Tyrone Siu
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Lebih dari 1 juta orang melakukan demonstrasi
diHong Kong <https://www.tempo.co/tag/hong-kong>pada Minggu malam, 9
Juni 2019 untuk menolak rancangan undang-undang ekstradisi yang memberi
izin aparat penegak hukum membawa tersangka diadili di pengadilan di
Cina daratan.
Para demonstran menduga RUU Ekstradisi menyasar warga Hong Kong dengan
alasan politik, pelanggaran bisnis yang tidak disengaja, dan merusak
sisem hukum semi-otonomi.
Baca juga: Cina Perlahan Mulai Terapkan Larangan Berekspresi di Hong
Kong
<https://dunia.tempo.co/read/1107800/cina-perlahan-mulai-terapkan-larangan-berekspresi-di-hong-kong>
Mengutip laporan CNN, Minggu, 9 Juni 2019, protes atas rancangan
undang-undang Ekstradisi ini juga disuarakan kalangan komunitas bisnis
yang selama ini dianggap pro-konservatif dan adu pukul di badan
legislatif Hong Kong.
Sejumlah negara termasuk Amerika Serikat dan Uni Eropa mengkritik Cina
dengan mengeluarkan rancangan undang-undang ekstradisi ini.
Demonstrasi terbesar sejak Hong Kong diserahkan Inggris ke Cina tahun
1997 membuat aparat kepolisian bekerja keras mencegah upaya demonstran
memaksa masuk ke gedung Dewan Legisliatif di distrik bisnisAdmiralty.
Ribuan pengunjuk rasa melakukan aksi menuntut penghapusan usulan
peraturan ekstradisi ke Cina di depan gedung parlemen Hong Kong, 9 Juni
2019. REUTERS/Tyrone Siu
Baca juga: Anggota Parlemen Hong Kong Berkelahi saat Rapat RUU
<https://dunia.tempo.co/read/1204345/anggota-parlemen-hong-kong-berkelahi-saat-rapat-ruu>
Polisi menyemprotkan air lada ke arah pendemo. Hingga Senin pagi ini
para demonstran bertahan di sekitar gedung.
ADVERTISEMENT
Mengutip laporan Reuters, veteran anggota parlemen dari partai Demokrat
Hong Kong James To menuntut Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam yang
selama ini diketahui pendukung Beijing untuk mundur dari jabatannya.
"Dia harus menarik rancangan undang-undag itu dan mundur," kata To.
Baca juga: Rasisme Semakin Meluas, LSM di Hong Kong Lakukan Ini
<https://dunia.tempo.co/read/1140443/rasisme-semakin-meluas-lsm-di-hong-kong-lakukan-ini/full&view=ok>
Lam belum memberikan tanggapannya atas tuntutan demonstran yang menolak
pemberlakuan rancangan undang-undang ekstradisi dan menuntutnya mundur
dari jabatannya.
Para demonstran yang memenuhi jalan-jalan di Hong Kong tampak membawa
payung kuning yang menjadi simbol perlawanan kelompok pro-demokrasi
dalam aksi protes selama 79 hari pada tahun 2014.
Mereka meneriakkan "Tidak ada ekstradisi Cina, tidak ada hukum iblis,
sambil berjalan mengitari jalan-jalan kota, dan yang lainnya meneriakkan
agar Lam dan pejabat seniorHong Kong
<https://www.tempo.co/tag/hong-kong>lainnya mundur.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com