Bung Sunny,
Pada masa Orde Baru wakil militer di DPR sebanyak 100 orang, namun pada
1992
Presiden Suharto memperkecil jumlah mereka menjadi 75 orang.
https://books.google.nl/books?id=CmBnDwAAQBAJ&pg=PA138&lpg=PA138&dq=Jatah+untuk+militer+diDPR&source=bl&ots=BBWlIgSykh&sig=ACfU3U34E_yB-GgMu0B3H1kyjXnLtvus2Q&hl=nl&sa

Salam,
KH

Pada tanggal Sen, 10 Jun 2019 pukul 08.15 Sunny ambon <[email protected]>
menulis:

> Bung Djie,
>
> Apakah Bung masih ingat berapa banyak kursi DPR disediakan untuk anggota
> ABRI pada zaman Suharto berkuasa?
>
> Tks untuk info.
>
> Salam,
> Sunny Boy
>
> On Mon, Jun 10, 2019 at 7:18 AM kh djie <[email protected]> wrote:
>
>> Banyak yang tidak mendapat jabatan, minta sebelum ditunjuk untuk
>> menempati jabatan baru tetap dibolehkan menempati
>> rumah dinas lama sampai ditunjuk menjabat sesuatu di tempat baru. Mereka
>> coba lewat bekas atasan untuk dapat jabatan.
>> Kebanyakan juga gagal, karena bekas atasan juga tidak punya jabatan. Ya,
>> meskipun tidak kerja, tetapi masih dapat gaji
>> pokok an tunjangan keluarga.
>> Bisa dibayangkan berapa trilyun rupiah yang dikeluarkan negara untuk ini
>> karena puluhan tahun pembiaran.
>>
>> Pada tanggal Sen, 10 Jun 2019 pukul 02.36 Sunny ambon
>> [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
>>
>>>
>>>
>>> Karena tidak punya pekerjaan  berarti tidak punya shabat ditingkat
>>> tinggi dengan demikian juga tidak bisa mengumpulkan kekayaan
>>>
>>> 
>>>
>>

Kirim email ke