https://tekno.tempo.co/read/1213221/dilarang-as-huawei-peroleh-46-kontrak-
komersial-5g-di-30-negara/full&view=ok
<https://tekno.tempo.co/read/1213221/dilarang-as-huawei-peroleh-46-kontrak-komersial-5g-di-30-negara/full&view=ok>
Dilarang AS, Huawei Peroleh 46 Kontrak
Komersial 5G di 30 Negara
Reporter:
Moh Khory Alfarizi
Editor:
Yudono Yanuar
Senin, 10 Juni 2019 06:17 WIB
Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer
<https://statik.tempo.co/data/2019/05/29/id_845279/845279_720.jpg>
Logo Huawei. HUAWEI-USA/CAMPAIGN REUTERS/Philippe Wojazer
*TEMPO.CO, Jakarta *- Raksasa teknologi Cina Huawei
<https://www.tempo.co/tag/huawei-technologies-co-ltd> terjebak dalam
perang dagang yang semakin intensif antara Cina dan Amerika Serikat.
Namun, Huawei memperoleh 46 kontrak 5G komersial di 30 negara.
Baca juga: Dilarang di AS, Huawei Digandeng Rusia Bangun Jaringan 5G
<https://tekno.tempo.co/read/1212858/dilarang-di-as-huawei-digandeng-rusia-bangun-jaringan-5g>
Laman /Economic Times,/ baru-baru ini, menyebutkan, kontrak itu membuat
Huawei muncul sebagai pemain top dalam perlombaan membangun sistem
komunikasi super cepat meskipun ada larangan AS tentang penggunaan
layanan 5G-nya.
Namun, tidak dijelaskan negara mana saja yang meneken kontrak dengan
Huawei. Yang jelas Rusia pekan lalu menandatangani kontrak pengembangan
jaringan 5G dengan Huawei. Teknoligi 5G adalah teknologi seluler
generasi berikutnya dengan kecepatan unduh yang dinyatakan 10 hingga 100
kali lebih cepat daripada jaringan 4G LTE saat ini.
Huawei berada di bawah tekanan besar setelah AS menyatakan sistem Huawei
dapat dimanipulasi oleh Beijing untuk memata-matai negara lain dan juga
mengganggu komunikasi penting.
Kementerian Industri dan Teknologi Informasi Cina pada Kamis, 6 Juni
2019, memberikan lisensi 5G penggunaan komersial kepada empat raksasa
telekomunikasi milik negara untuk mulai meluncurkan layanan 5G. Hal itu
menandakan tekad Beijing untuk menjadi pemimpin global dalam membangun
jaringan nirkabel super cepat.
Huawei mengatakan siap untuk penggunaan komersial 5G Cina. Pada Februari
tahun lalu, mereka membuat panggilan 5G pertama di dunia dan meluncurkan
perangkat terminal 5G pertama.
Huawei terperangkap dalam perang dagang antara Cina dan AS setelah
Presiden Donald Trump mengenakan tarif US$ 200 miliar untuk
barang-barang Cina, dan mendorong Beijing untuk menaikkan bea masuk atas
produk-produk AS senilai US$ 60 miliar.
Perselisihan telah berkembang menjadi perang teknologi dengan AS
mendesak negara-negara Eropa untuk menghindari Huawei di jaringan 5G.
Terlepas dari kecepatan mengunduh dan mengunggah data yang jauh lebih
cepat, teknologi 5G menjanjikan jangkauan yang lebih luas dan koneksi
yang stabil.
Beberapa negara, termasuk Australia dan Selandia Baru, telah memblokir
Huawei sebagai pemasok peralatan untuk jaringan seluler 5G.
Namun, Presiden Rusia Vladimir Putin mendukung Huawei dengan mengatakan
bahwa tindakan negara-negara barat yang dipimpin oleh AS adalah upaya
untuk mendorong perusahaan Cina itu keluar dari pasar global yang
merupakan awal dari perang teknologi.
Berita lain terkait Huawei
<https://tekno.tempo.co/read/1212858/dilarang-di-as-huawei-digandeng-rusia-bangun-jaringan-5g>dan
dukungan Putin bisa Anda simak di Tempo.co.
ECONOMICTIMES