Besar tetapi kalau lemah syahwat, apakah hanya besar diperhatikan?

4 BUMN Masuk Daftar Perusahaan Terbesar Dunia, Ini Kata Menteri Rini
[image: 4 BUMN Masuk Daftar Perusahaan Terbesar Dunia, Ini Kata Menteri
Rini]
Rini Soemarno. ( Foto: Antara )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 13 Juni 2019 | 11:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com- Kinerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kian
membanggakan. Tercatat, empat perusahaan pelat merah Indonesia masuk dalam
daftar 2.000 perusahaan publik terbesar dunia pada 2019, yang dirilis
*Forbes,* asal Amerika Serikat (AS). Adapun keempat BUMN itu yakni PT Bank
Rakyat Indonesia (persero) Tbk, PT Bank Mandiri (persero) Tbk, PT
Telekomunikasi Indonesia (persero) Tbk dan PT Bank Negara Indonesia
(persero) Tbk.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, pengakuan sekaligus apresiasi dunia
terhadap kinerja BUMN merupakan salah satu bukti keseriusan perusahaan
negara untuk mewujudkan visi jangka panjang sebagai penyedia layanan dan
memiliki kinerja yang terbaik. "Saya bangga dengan masuknya empat
perusahaan BUMN ke dalam daftar perusahaan publik terbesar di dunia versi
majalah *Forbes.*Peringkat *Forbes* ini menunjukkan bahwa BUMN Indonesia
memiliki daya saing yang kuat dengan perusahaan top global lainnya," ungkap
Rini Soemarno di Jakarta, Kamis (12/6/2019).

*Forbes* merilis daftar 2.000 perusahaan publik global terbesar di dunia
pada 2019. Perusahaan-perusahaan ini tersebar di 61 negara. Penetapan
kriteria perusahaan publik global terbesar, mengacu pada ukuran
kapitalisasi pasar, penjualan atau pendapatan, laba, dan aset di 2018.
Dalam daftar tersebut, BRI menempati posisi 363. Bank terbesar di Indonesia
ini tercatat memiliki kapitalisasi pasar *(market cap)*US$ 38,8 miliar.
Berdiri pada 1895, BRI fokus membiayai sektor mikro dan ritel, terutama
UMKM. Dengan nilai pendapatan mencapai US$ 9,4 miliar, perusahaan
memperoleh laba US$ 2,3 miliar dan aset US$ 90,2 miliar.

Berikutnya PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) di posisi 481. Perusahaan yang
didirikan 2 Oktober 1998 ini mencatat penjualan US$ 8 miliar, laba bersih
US$ 1,8 miliar, aset US$ 83,6 miliar dan kapitalisasi pasar US$ 25,9 miliar
Sementara PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) di posisi 747 dengan penjualan US$
9,4 miliar, laba bersih US$ 1,3 miliar, aset US$ 13,8 miliar dan
kapitalisasi pasar US$ 27,2 miliar. Adapun PT Bank Negara Indonesia (BNI)
di posisi 835 dengan penjualan US$ 4,9 miliar, laba US$ 1,1 miliar, aset
US$ 56,2 miliar, dan kapitalisasi pasar US$ 13,1 miliar.

Menteri BUMN Rini Soemarno menjelaskan, pencapaian tersebut juga tak lepas
dari kerja keras dan sinergitas yang dibangun melalui visi BUMN “One
Nation, One Vision, One Family, to Excellence”. "Saat pertama saya ditunjuk
sebagai Menteri BUMN, keuntungan BUMN Rp 143 triliun dan dengan kerja keras
seluruh insan BUMN, pada 2018 untungnya di atas Rp 200 triliun," ungkap
Menteri BUMN Rini Soemarno.

Rini menegaskan, kinerja positif ini akan dijaga dan tingkatkan agar BUMN
dapat terus melayani negeri, dan menjadi agen pembangunan yang fokus pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat. "Kementerian BUMN senantiasa
berkomitmen untuk selalu meningkatkan kinerja dan layanan seluruh BUMN.
Termasuk memperkuat peran BUMN sebagai agen pembangunan," kata Menteri BUMN
Rini Soemarno.

Kirim email ke