Mereka dikirim ke mana sesuai politik transmigrasi menjadi yang disebut
sleeping cel disamping menyebarkan cerita Abunawas.


https://www.jawapos.com/nasional/hankam/14/06/2019/inilah-orang-yang-mengajak-rombongan-terduga-teroris-ke-kalteng/


*Inilah Orang yang Mengajak Rombongan Terduga Teroris ke Kalteng*

HANKAM <https://www.jawapos.com/nasional/hankam/>

14 Juni 2019, 06:30:23 WIB



*JawaPos.com* – Gerombolan tersangka dan terduga teroris tidak serta-merta
masuk ke Palangka Raya dan Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah
(Kalteng) begitu saja. Mereka diajak migrasi dan dijanjikan tentang potensi
Kalteng yang menggiurkan untuk menumpuk logistik.

Mereka menganggap aman ketika mengasingkan diri alias uzlah atau
pengasingan diri di Bumi Tambun Bungai. Sebanyak 32 terduga dan 2 tersangka
teroris tersebut diajak dan dijanjikan oleh Abu Naufal alias Anshari, yang
merupakan warga Kota Palangka Raya (PKY).

“Abdullah dan Tommy serta rombongan terduga teroris lainnya ke sini itu
diajak oleh Anshari yang merupakan warga Kota Palangka Raya. Tidak hanya
diajak, Anshari juga menjanjikan bahwa di Kalteng sangat potensial untuk
mengumpulkan logistik, serta aman untuk melakukan pelatihan dan pengasingan
diri,” ucap Kabid Humas Kombes Pol Hendra Rochmawan, dikutip dari *Kalteng
Pos (Jawa Pos Group)*, Jumat (14/6).

Potensi ekonomi yang dijanjikan suami Maya (warga Kapuas) tersebut, ialah
emas, berjualan sembako, sayur-sayuran, dan lain sebagainya. Tak hanya itu,
warga PKY yang sejak lama terpapar teroris jaringan JAD binaan ISIS
tersebut, juga menjanjikan Kalteng sangat kondusif untuk aktivitas uzlah
dan pelatihan terkait misi terorisme untuk menjatuhkan pemerintahan.

Tidak hanya Anshari dan Maya, warga Kalteng lainnya yang juga terpapar
paham radikal jaringan JAD binaan ISIS adalah Nur Aminah, asal Anjir
Mambulau, Kabupaten Kapuas.

Kedatangan gerombolan teroris ke tanah Kalteng, diduga setelah
terbongkarnya aktivitas di wilayah Kabupaten Gunung Salak, Provinsi Aceh,
Desember 2018 lalu.

Meskipun sangat menjanjikan dari segi ekonomi dan keamanan, langkah kedua
tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) JAD Aceh
<https://www.jawapos.com/nasional/hankam/14/06/2019/terduga-teroris-jaringan-jad-uzla-susun-kekuatan-serang-jakarta/>
sebagai
teroris terus dibuntuti oleh Mabes Polri.

“Tommy dan Abdullah ini kan DPO, otomatis langkah mereka terus diikuti.
Ternyata dua orang ini juga membawa gerombolan pengikut, seperti istri,
anak, dan juga beberapa orang yang mungkin tergiur dengan kelompok
pemberontak ini,” ujarnya.

Tommy dan Abdullah memilih datang ke Kalteng. Sedangkan rekan-rekan lainnya
menuju Medan. Keduanya mengajak lagi gerombolannya ke Kalteng, sekitar
pertengahan bulan puasa lalu.

Namun, belum lama menjalankan uzlah dan pengumpulan logistik di Kalteng,
dua tersangka dan puluhan terduga teroris lainnya ini diamankan di dua
tempat berbeda dalam waktu dua puluh empat jam oleh Densus 88 dan Polda
Kalteng, Senin (10/6).

Editor : Estu Suryowati

Kirim email ke