Tiongkok Tetap Adalah Tempat Tujuan Investasi Asing

http://indonesian.cri.cn/20190614/dfd5fd2f-83ad-557a-9b89-aafb274b5e49.html
2019-06-14 11:16:16

Data yang diumumkan oleh Kementerian Perdagangan Tiongkok kemarin (13/6) menunjukkan, pada lima bulan pertama tahun ini, pemanfaatan investasi asing 369 miliar yuan RMB, naik 6,8% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Di bawah latar belakang melambannya investasi langsung luar negeri di seluruh dunia, laju pertumbuhan tersebut memperlihatkan bahwa Tiongkok tetap adalah tempat tujuan investasi asing, argumen tentang apa yang disebut “perusahaan modal asing pindah dari Tiongkok setelah AS menaikkan tarif” telah hancur luluh, argumen yang mendiskreditkan ekonomi Tiongkok telah disangkal oleh terus bertambahnya investasi perusahaan modal asing. Tiongkok sedang menarik perusahaan asing untuk berkembang di Tiongkok dengan terus memperbaiki iklim lunak dan keras.

Pada lima bulan pertama tahun ini, investasi asing di Tiongkok menunjukkan dua ciri khas, yang pertama ialah perusahaan modal asing dari posisi rendah “perakitan dan pengolahan” menuju posisi tinggi rantai industri, pemanfaatan investasi asing di bidang industri teknologi tinggi meningkat 47,2% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu,, investasi di bidang industri manufaktur teknologi tinggi dan industri jasa teknologi tinggi meningkat dalam batas relatif besar, masing-masing naik 23,2% dan 68,9%. Kedua, investasi dari sumber investasi utama antaranya Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, AS, Inggris, Jerman dan Uni Eropa telah mengalami pertumbuhan, investasi AS di Tiongkok naik 7,5% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Data-data tersebut menunjukkan, argumen tentang “perusahaan modal asing termasuk perusahaan AS telah pindah dari Tiongkok akibat kenaikan tarif” adalah kebohongan.

Argumen “pemindahan” yang dikeluarkan oleh pihak AS bertujuan untuk mendiskreditkan Tiongkok dengan memanfaatkan fenomena pembagian rantai industri internasional, tapi tidak mengenal sifatnya. Dengan pemindahan industri tekstil global sebagai contoh, selama 70 tahun yang silam, industri tekstil berpindah dari AS ke Jepang, dari Jepang ke “empat naga kecil Asia ”, dan kemudian ke daratan Tiongkok, selama tahun-tahun terakhir ini, berpindah lagi ke Asia Tenggara dan negara-negara Afrika. Pemindahan industri seperti itu sesuai dengan hukum ekonomi, sama sekali bukan terdampak oleh kenaikan tarif. Sementara itu, sejalan dengan meningkatkan taraf teknologi Tiongkok dan pengembangan potensi pasar, lebih banyak industri nilai tambahan tinggi terus menuju Tiongkok.

Banyak investasi luar negeri, khususnya investasi di bidang industri teknologi tinggi disebabkan oleh keunggulan rantai industri yang dimiliki oleh Tiongkok serta kekuatan baru iptek dan inovasi, sistem logistik yang fasilitas dan sumber tenaga kerja yang kaya, hal itu tidak saja menurunkan besar-besaran biaya operasi perusahaan asing, juga menginjeksi daya penggerak inovasi bagi perkembangan perekonomian. Pada tahun 2018, pengeluaran biaya penelitian keilmuan Tiongkok mencapai 2,18% dari pada proporsi produk domestik bruto (PDB), tingkat sumbangan kemajuan iptek terhadap ekonomi mencapai 58,5%, untuk pertama kali Tiongkok menempati urutan ke-20 terdepan dalam indeks inovasi global.

Yang paling penting ialah, pasar konsumsi Tiongkok dengan populasi sebanyak 1,4 miliar sudah menjadi kekuatan pendorong yang paling utama dalam ekonomi Tiongkok, perkembangan berkualitas ekonomi dan prospek eskalasi konsumsi telah menciptakan potensi laba yang amat besar bagi investasi asing. Dengan tahun 2017 sebagai contoh, jumlah perusahaan modal asing tidak sampai 3% dari pada perusahaan Tiongkok telah menciptakan separo laba perdagangan luar negeri dan seper empat laba perusahaan industri, pendapatan dari penjualan perusahaan modal AS di Tiongkok mencapai sekitar US$ 700 miliar. Betapa besarnya penjualan, siapakah dapat menolak investasi di Tiongkok dan pindah dari pasar Tiongkok?



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke