Padahal dengan Rp 13ribu/USD saja sudah megap-megap untuk impor komponen kereta 
cepat.
-

Tahun Depan, Sri Mulyani Bilang Rupiah Bisa ke Rp 15.000/US$

Market -Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia14 June 2019- 09:04

Jakarta,CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawatimengatakan nilai 
tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bisa mencapaikisaran Rp 
15.000. Hal itu disampaikan Menkeu saat rapat bersama DPR Komisi XI,pada Kamis 
kemarin.

Menurut Menkeu, kisaran rupiah sebesar itu dinilai karena pengaruh 
faktoreskalasi perang dagang AS-China dan iklim investasi. Defisit neraca 
berjalanyang masih dialami Indonesia juga ikut mempengaruhi nilai tukar rupiah.

"Kita memiliki defisit neraca berjalan yang menimbulkan konsekuensi nilaitukar 
rupiah berpengaruh," ungkapnya di Gedung DPR Komisi XI, Kamis(13/6/2019).
Sri Mulyani mengungkapkan ketidakpastian ekonomi masih cukup besar 
membuatproyeksi ekonomi global tumbuh terbatas.

"2020 itu [harga] komoditas agak flat.Perang dagang yang belum terlihat 
perkembangan positifnya jugaberpengaruh," tuturnya.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Gedung DPR, Selasa pekan ini,juga 
mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2020 akan ditopangpermintaan 
domestik yang meningkat dan kinerja sektor eksternal yang mulaimembaik. 
Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 berpotensi di kisaran 5,1%hingga 5,5%.

"Konsumsi diperkirakan tumbuh tetap tinggi dan investasi di perkirakanakan 
tumbuh meningkat," ujar Perry Warjiyo di Gedung DPR, Jakarta, Selasa(11/5/2019).


Lebih lanjut, Menkeu mengatakan faktor yang mendorong positifterhadap nilai 
tukar rupiah ialah arah kebijakan moneter bank sentral AS, TheFed, yang 
diperkirakan akan melakukan penurunan suku bunga pada paruh terakhirtahun ini.
Pertumbuhanekonomi Indonesia diproyeksikan akan menjadi daya tarik tersendiri 
untukmenarik masuknya arus dana modal asing. "Dan capital inflow [aliran modal 
masuk]karena perbaikan sentimen ekonomi Indonesia dengan rating yang meningkat 
dan daya tarikpertumbuhan Indonesia lebih tinggi dibanding negara emerging 
lain,"ujarnya.
Sri Mulyani memberikan kisaran asumsi makro pada 2020 yang menjadi 
acuanpenyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020.

Kirim email ke