Denny Indrayana (sebagai ahli hukum) memalsukan/memanipulasi tulisan Lindsey dari Melbourne dan apalagi dipakai sebagai alat politik utk kepentingan Prabowo-Sandi. Ini sangat memalukan dan merendahkan dirinya dan juga negaranya dimana Denny sebagai tokoh Indonesia menganggap tulisan Lindsey dari LN sangat berharga melebihi tulisan/pendapat2 dari Dalam Negeri dan dipakai sebagai kutipan. Dia (Denny) menganggap kalau pakai kutipan dari LN pasti rakyat Indonesia lebih percaya dan menghargai pendapat Lindsey (barangkali dulu adalah profesor nya dari si Denny ini waktu belajar di Melbourne).
---In [email protected], <djiekh@...> wrote : Jadi Aspal, Asli tetapi Palsu? Dipasangi merk (label) terkenal, supaya laku dijual? Pada tanggal Min, 16 Jun 2019 pukul 06.18 Chalik Hamid chalik.hamid@... mailto:chalik.hamid@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> menulis: Dikutip menurut selera Denny dan BPN, demi memenangkan Prabowo-Sandi. Tidak dikutip menurut tulisan aslinya. Denny hanya menggunakan nama besar Lindsey. ----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: kh djie djiekh@... mailto:djiekh@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> Kepada: Gelora45 <[email protected] mailto:[email protected]> Terkirim: Sabtu, 15 Juni 2019 23.32.13 GMT+2 Judul: Re: [GELORA45] Prof Australia Protes Dikutip, Tim Hukum Prabowo: Sudah Teleponan Jadi tidak dikutip menurut aslinya, tetapi ditambahi untuk dimanfaatkan...? Pada tanggal Sab, 15 Jun 2019 pukul 22.33 Sunny ambon ilmesengero@... mailto:ilmesengero@... [GELORA45] <[email protected] mailto:[email protected]> menulis: https://news.detik.com/berita/d-4587502/prof-australia-protes-dikutip-tim-hukum-prabowo-sudah-teleponan?_ga=2.145411954.798131831.1560589471-1789166400.1545758683 https://news.detik.com/berita/d-4587502/prof-australia-protes-dikutip-tim-hukum-prabowo-sudah-teleponan?_ga=2.145411954.798131831.1560589471-1789166400.1545758683 Sabtu 15 Juni 2019, 20:01 WIB Prof Australia Protes Dikutip, Tim Hukum Prabowo: Sudah Teleponan Rolando - detikNews Jakarta - Anggota Tim Hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Denny Indrayana mengaku sudah menelepon Guru Besar Hukum University of Melbourne, Australia, Tim Lindsey, terkait protes keras dikutip dalam persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Denny menjelaskan duduk perkara pengutipan tersebut. "Nggak apa-apa (diprotes), tadi saya sudah telepon-teleponan sama Prof Tim. Pada dasarnya karena apa yang kami tulis ditanyakan ke dia kan juga beda. Kan kita memang tidak mengutip dalam konteks pilpres. Jadi ada miss di situ," ujar Denny, di Gedung LPSK, Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (15/6/2019). Baca juga: Prof Australia Protes Keras Dikutip Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter Denny pun mengungkapkan pengutipan artikel Tim Lindsey tidak dalam konteks pilpres. Namun, menurutnya, memang ada pendapat soal kemunculan karakter Orde Baru dalam pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi "Betul, jadi kita tidak bicara dalam konteks pilpres. Kita bicara ada karakteristik Orde Baru yang disampaikan oleh para scholar ini. Itu saja. Kalau ditarik ke pilpres tentu emang bukan itu," jelasnya. Baca juga: Prof Australia Protes Artikelnya Dikutip Prabowo, TKN: Memang Tak Relevan Sebelumnya, Tim Lindsey menyampaikan protes kepada tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengutip artikelnya dalam berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK). Ia mengatakan dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter. "Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu," kata Tim Lindsey, Sabtu (15/6). Simak Juga 'Gugatan Tim Prabowo di MK: Jokowi Abuse of Power':
