----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: Sunny ambon [email protected] 
[nasional-list] <[email protected]>Terkirim: Minggu, 16 Juni 2019 
14.41.33 GMT+2Judul: [nasional-list] Diklaim Perintahkan Bunuh 4 Pejabat 
Negara, Ini Rekam Jejak Kivlan Zen
     

 
Info tambahan

https://www.suara.com/news/2019/06/11/173937/diklaim-perintahkan-bunuh-4-pejabat-negara-ini-rekam-jejak-kivlan-zein
 
 Diklaim Perintahkan Bunuh 4 Pejabat Negara, Ini Rekam Jejak Kivlan Zen
 
 Reza Gunadha | Chyntia Sami Bhayangkara
 
 Selasa, 11 Juni 2019 | 17:39 WIB
 
Tersangka kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (kiri) dikawal 
polisi usai menjalani pemeriksaan di Ditreskrimum, Polda Metro Jaya, Jakarta, 
Kamis (30/5). [ANTARA FOTO/Reno Esnir]
 
  

 Kivlan Zein disebut menjadi orang yang memerintahkan eksekutor melakukan 
pembunuhan terhadap sejumlah pejabat
 Suara.com - Nama Mayjen (Purn) Kivlan Zen kembali menjadi perbincangan. Seusai 
ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan makar, Kivlan Zein disebut 
menjadi sosok yang memerintahkan pembunuhan terhadap sejumlah pejabat nasional. 

 
 

 
 
 Para pejabat yang menjadi target pembunuhan adalah Menteri Koordinantor 
Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinantor Kemaritiman Luhut 
Binsar Panjaitan, Kepala BIN Budi Gunawan, Staf Kepresidenan Gories Mere.
 
 Tak hanya itu, ia juga diklaim para pelaku eksekutor memerintahkan membunuh 
Direktur Eksekutif Charta Politika Yunarto Wijaya.
  


 
  

 
   
 Hal tersebut terungkap dari pengakuan sejumlah tersangka terkait ancaman 
pembunuhanpejabat yang telah diamankan oleh polisi.
 
 Melalui rekaman video yang diputar di Kantor Kemenkopolhukam, Jakarta pada 
Selasa (11/6/2019), para tersangka mengakui mendapatkan perintah langsung dari 
Kivlan Zen untuk menghabisi nyawa sejumlah pejabat.
 
 Sosok Kivlan Zen sendiri sudah sudah tidak asing lagi di dunia militer. Pria 
kelahiran Langsa, Aceh pada 24 Desember 1946 ini menghabiskan masa mudanya 
sejak duduk di Sekolah Dasar hingga Perguruan Tinggi di Medan.
 
 Selama menjadi mahasiswa jurusan Kedokteran di Universitas Islam Sumatera 
Utara, Kivlan Zein dikenal sebagai mahasiswa yang aktif berorganisasi.
 
 Kivlan Zein tercatat menjadi sekretaris Himpunan Mahasiswa Islam cabang Medan 
dan Ketua Departemen Penerangan Kami Medan pada 1965. Selain itu, ia juga aktif 
dalam Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI).
 
 Namun, kuliahnya terpaksa berhenti lantaran ia harus sekolah militer di Akmil 
Magelang dan lulus pada 1971.
 
 Saat usia Kivlan Zein menginjak 27 tahun, ia memulai karier di kesatuan 
Infanteri, Kostrad, Angkatan Darat.
 
 Karier Kivlan Zein terus beranjak naik saat berhasil meringkus Organisasi 
Papua Merdeka (OPM) pada 1974 dan bertugas di Timor-Timur (sekarang Negara 
Timor Leste).


Keberhasilannyamenumpas OPM diganjar dengan kenaikan pangkat. Tak lama 
kemudian,Kivlan Zein naik pangkat menjadi Mayor Jenderal dan menjabat 
sebagaiKepala Staf Kostrad pada 1998 dengan Panglima Kostrad Letjen 
PrabowoSubianto.

Namun,karier Kivlan Zein terhenti saat terjadi peralihan kepemimpinan darirezim 
Orde Baru menuju ke Reformasi.

PrabowoSubianto dicopot dari jabatannya, sementara Kivlan Zen dimutasi keMabes 
TNI AD.

Taklama setelah dimutasi, Kivlan Zein pensiun dari militer. Pada 2016,Kivlan 
Zein diminta menjadi negosiator menyelamatkan sejumlah WargaNegara Indonesia 
yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf. Negosiasitersebut berhasil.

PadaPilpres 2019, Kivlan Zein menjatuhkan pilihan politik mendukungCapres 
Cawapres nomor urut 02 Prabowo - Sandiaga Uno.

KivlanZein juga sempat terlibat adu argumen dengan politisi Partai DemokratAndi 
Arief mengenai setan gundul hingga menyebutKetua Umum Partai Demokrat Susilo 
Bambang Yudhoyono tak memilikikelamin jelasdalam menentukan arah dukungan di 
Pilpres 2019.



    

Kirim email ke