Lha iyaaalaaah, makin jelas kubu-02 ini PEMBUAL dan sejak awal kampanye pemilu juga sudah menunjukkan hanya BIKIN OPINI pemilu CURANG! Jadi sudah siap-siap kalau KALAH akibat dari kecurangan yang ada! Hanya saja semua kecurangan-kecurangan yg diteriakkan hanya asumsi dan tidak bisa dibuktikan! Dari akan bawa dokumen pembuktian sengketa 12 truk, sampai tidak bisa hadirkan saksi karena tidak ada perlindungan keamanan! Hanyalah membuktikan kubu-02 tidak bisa membuktikan kecurangan yg selama ini diteriakkan itu! Kenyataan TIDAK ADA bukti-bukti yg bisa diajukan, ...

kh djie [email protected] [GELORA45] 於 18/6/2019 7:14 寫道:
Pakai saja 12 truk, tidak usah diisi penuh.
Pakai juga wadah yang gede, meskipun isi sedikit.
Kan tetap tidak salah, kalau diberitakan 12 truk.
Atau bilang bukti-buktinya takut, tidak berani dibawa,
takut hilang di tengah jalan..........????

Pada tanggal Sen, 17 Jun 2019 pukul 21.14 'j.gedearka' [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45] <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:


    
https://nasional.tempo.co/read/1215295/dokumen-bukti-sengketa-pilpres-prabowo-tak-jadi-sampai-12-

    truk/full&view=ok


      Dokumen Bukti Sengketa Pilpres Prabowo Tak


      Jadi Sampai 12 Truk

    Reporter:


            Budiarti Utami Putri

    Editor:


            Amirullah

    Senin, 17 Juni 2019 09:18 WIB
    Kuasa hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 selaku
    pemohon Bambang Widjojanto saat mengikuti sidang perdana
    Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di
    Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Majelis Hakim
    Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk memundurkan jadwal sidang
    lanjutan yang sebelumnya dijadwalkan pada Senin, 17 Juni 2019,
    menjadi Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W
    <https://statik.tempo.co/data/2019/06/14/id_848467/848467_720.jpg>

    Kuasa hukum Calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 02 selaku
    pemohon Bambang Widjojanto saat mengikuti sidang perdana
    Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) sengketa Pilpres 2019 di
    Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Jumat, 14 Juni 2019. Majelis Hakim
    Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk memundurkan jadwal sidang
    lanjutan yang sebelumnya dijadwalkan pada Senin, 17 Juni 2019,
    menjadi Selasa, 18 Juni 2019. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    *TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Dokumen dan alat bukti
    tambahan yang akan diserahkan tim kuasa hukum Prabowo
    <https://www.tempo.co/tag/prabowo> Subianto - Sandiaga Uno
    kemungkinan tak akan mencapai 12 truk seperti yang sebelumnya
    disampaikan. Juru bicara Badan Pemenangan Nasional
    Prabowo-Sandiaga, Andre Rosiade, mengatakan ada sejumlah dokumen
    dan bukti yang tak dicetak dan akan diserahkan dalam bentuk digital.

    Baca: Kuasa Hukum Prabowo Akan Setor Alat Bukti Tambahan ke MK
    Hari Ini
    
<https://nasional.tempo.co/read/1215275/kuasa-hukum-prabowo-akan-setor-alat-bukti-tambahan-ke-mk-hari-ini>

    "Ada sebagian yang dalam bentuk digital, kemungkinan tidak jadi
    sampai 12 truk," kata Andre ketika dihubungi, Senin, 17 Juni 2019.

    Hari ini, tim kuasa hukum Prabowo-Sandiaga akan kembali
    menyerahkan dokumen dan alat bukti untuk sidang sengketa hasil
    pemilihan presiden 2019. Kuasa hukum Prabowo-Sandiaga, Luthfi
    Yazid mengatakan tim akan berkoordinasi terlebih dulu dengan pihak
    Mahkamah Konstitusi terkait pengiriman alat bukti.

    Luthfi berujar, kendaraan yang mengangkut dokumen dan alat bukti
    akan langsung bertolak menuju gedung MK jika sudah disetujui. "Kan
    dengan persetujuan MK, karena ini kaitan dengan barang bukti,
    banyak kendaraan, segala macam," kata Lutfhi kepada Tempo, Senin,
    17 Juni 2019.

    Namun Luthfi juga tak menjawab pasti berapa banyak dokumen dan
    alat bukti yang akan diserahkan ke Mahkamah. Dia mengatakan, yang
    jelas mereka akan mengirimkan alat bukti dalam volume besar. Namun
    Lutfhi tak ingin berdebat soal berapa ukuran truk yang akan
    mengangkut barang-barang bukti itu.

    "Yang jadi perdebatan itu ukuran truknya seperti apa, itu saya
    enggak mau berdebat, yang jelas ada 11 kendaraan begitu yang akan
    berangkat ke sana. Kalau ukurannya seperti apa saya enggak mau
    berdebat. Yang jelas banyak lah, kita enggak bohong gitu, banyak
    bangetlah ukuran saya," kata dia.

    Sebelumnya saat sidang perdana pada Jumat, 14 Juni lalu, Luthfi
    mengatakan pihaknya mengirimkan 12 truk alat bukti, tetapi tak
    bisa masuk ke MK lantaran petugas sudah lelah. Dia mengatakan satu
    truk sudah masuk ke MK, sedangkan 11 lainnya sedang dalam perjalanan.

    Hakim MK I Dewa Gede Palguna sempat mempertanyakan klaim tersebut.
    Palguna berujar petugas di MK memang menutup penerimaan berkas
    pada pukul 19.00 WIB untuk istirahat, tetapi setelah itu buka
    kembali. Dia juga menyatakan jadwal itu telah diperpanjang dari
    jam kerja MK yang biasanya hingga pukul 17.00 WIB.

    Baca: Kubu Prabowo Perbaiki Materi Gugatan, KPU Bakal Tambah Alat
    Bukti
    
<https://pemilu.tempo.co/read/1215197/kubu-prabowo-perbaiki-materi-gugatan-kpu-bakal-tambah-alat-bukti>

    "Makanya jangan katakan di sini yang capek. Saya sudah kontrol
    memang jam tujuh /closed./ Istirahat, tapi setelah itu diperiksa
    lagi. Bahwa ada yang ditarik, itu soal lain. Jadi jangan
    seolah-olah Mahkamah yang keliru," ujar Palguna.

    ------------------------------------------------------------------------









---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke