Melihat demonstrasi Hong Kong dari dekat
Rabu, 19 Juni 2019 10:31 WIB
Melihat demonstrasi Hong Kong dari dekat
Pengunjuk rasa melakukan negosiasi dengan polisi diluar gedung Dewan
Legislatif saat demonstrasi atas rancangan undang-undang ekstradisi di
Hong Kong, China, Senin (17/6/2019). (REUTERS/THOMAS PETER)
Jakarta (ANTARA) - Jalanan Hong Kong dipenuhi oleh warga berpakaian
hitam-hitam yang berdemonstrasi kontra Rancangan Undang-undang (RUU)
Ekstradisi pada Minggu (16/6). Panitia mengklaim mereka hadir dalam
jumlah mencapai dua jutaan, sementara pihak kepolisian menyebut
jumlahnya berkisar ratusan ribu.
Terlepas dari silang pendapat soal jumlah peserta, demonstrasi itu
disebut-sebut sebagai aksi massa besar dan signifikan. Yoga P. Lordason,
warga Indonesia yang sedang berada di Hong Kong untuk mengikuti
lokakarya, melihat demonstrasi masa yang menyebut diri mereka sebagai
"Hongkongers" itu dari dekat.
"Kemarin saya sekitar 30 menit di sana, cuma mampir ketika mau cari
makan," kata Yoga kepada ANTARA di Jakarta, Senin (17/6).
Posisi Yoga berada di sekitar stasiun/mass rapid transit/(MRT)
Admiralty, sore hari sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Menurut dia,
massa demonstrasi berada dalam keadaan yang kondusif.
"Situasinya sangat/peaceful, sih/, walaupun ribuan orang jumlahnya di
sana, tidak ada kekerasan. Di tempat saya berdiri kemarin juga tidak ada
aparat sama sekali, mungkin karena itu titik keberangkatan, dekat
stasiun," ujar dia.
Dalam pandangan mata Yoga, "Hongkongers" itu membawa spanduk-spanduk
protes. Di antara ribuan peserta aksi juga terlihat ada yang membawa
serta bayi dan anak-anak.
"Dari yang saya dengar kemarin, mereka minta pembahasan RUU Ekstradisi
itu dibatalkan sama sekali," kata dia.
Demonstrasi di akhir pekan, di mana orang berbondong-bondong turun ke
jalan, membuat banyak tempat di sekitar lokasi tutup. Yoga, yang menaruh
perhatian terhadap kajian pekerja migran itu, menuturkan bahwa dia
berdiri dekat dengan kantor Bank Negara Indonesia (BNI) di sana.
"Biasanya BNI di luar negeri, terutama tempat-tempat pekerja migran,
kalau hari Minggu justru ramai karena orang-orang ingin mengirim uang.
Tapi waktu itu BNI tutup," kata Yoga.
Sementara itu, situasi di daerah luar pusat kota Hong Kong nampak biasa
saja. Misalnya tempat-tempat makan di luar titik-titik demonstrasi buka
secara normal.
"Sebelumnya saya nonton lomba balap kuda, dan masih banyak juga yang
datang ke lomba itu," kata Yoga.
*Baca juga:Usai dibebaskan, aktivis demokrasi Hong Kong janji ikuti
demonstrasi
<https://www.antaranews.com/berita/916835/usai-dibebaskan-aktivis-demokrasi-hong-kong-janji-ikuti-demonstrasi>
Baca juga:Beijing hormati keputusan Hong Kong tangguhkan RUU Ekstradisi
<https://www.antaranews.com/berita/915243/beijing-hormati-keputusan-hong-kong-tangguhkan-ruu-ekstradisi>
Baca juga:Banyak warga Hong Kong takut akan cengkeraman China
<https://www.antaranews.com/berita/918532/banyak-warga-hong-kong-takut-akan-cengkeraman-china>*
Pewarta: Suwanti
Editor: Azizah Fitriyanti
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com