Cuitan Rizal Ramli Soal Carrefour Dijual ke Cina, 
Ini Faktanya

25/06/2019 | 21:01 Ekonomi

Oleh: Suandri Ansah

Indonesiainside.id, Jakarta — Ekonom senior Rizal Ramli mencuit di
twitternya soal penutupan ritel Giant, PHK Krakatau Steel hingga
dijualnya ritel Carrefour ke Cina. Cuitaan ini bersamaan dengan
prediksi dirinya 3,5 tahun yang lalu soal kebijakan austerity
(pengetatan anggaran).

“Semua ramalan RR 3,5 yll yg disampaikan langsung ke @jokowi terjadi
sampai 2019. Hari ini sektor retail rontok: Giant tutup PHK, 80% Care
Four di jual ke China, Krakatau Steel PHK. Investor China pesta krn
asset price anjlok. Terjadi pergantian pola kepemilikan ! Jkw (Presiden
Joko Widodo) dikibuli,” cuitnya di Twitter dikutip Selasa (25/6).

Cuitan itu langsung disamber oleh Koordinator Juru Bicara Badan
Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Lewat akun
twitternya, Dahnil mengomentari dengan nada menyindir bahwa dia tidak
percaya Presiden Jokowi telah dibohongi. BacaJuga Tutup 6 Gerai Giant,
Hero Sedang Terapkan Transformasi Bisnis 1.300 Karyawan Krakatau Steel
Terancam PHK, Isu Layoff Merebak

“Sy tdk percaya Pak JKW dikibuli bang. Beliau pasti paham sekali dg
masalah yg ada serta solusinya. Beliau cerdas dan alim memimpin anak
buahnya. Sekali lagi sy ragu beliau dikibuli bang,” tulisnya.

Mengutip Bloomberg, Carrefour memang menjual 80 persen sahamnya senilai
4,8 miliar yuan (698 juta dolar AS) dalam bentuk tunai kepada pengecer
lokal Suning.com Co. Namun yang dijual adalah saham Carrefour SA di
Cina.

Penjualan saham dilakukan Carrefour setelah tak sanggup menghadapi
persaingan di bisnis ritel dengan para pemain lokal Cina. Selain
persaingan yang sengit, perdagangan online juga memberi tekanan pada
perusahaan peritel asing, termasuk Carrefour.

Carrefour akan mempertahankan 20% saham di bisnis Cina, yang
menghasilkan penjualan bersih 3,6 miliar euro (28,5 miliar yuan) pada
2018. Carrefour juga akan mendapatkan dua kursi dari tujuh kursi di
Dewan Pengawas unit Cina, menurut sebuah pernyataan, Ahad (23/6).

Carrefour sejauh ini menjadi perusahaan perdagangan Barat terakhir,
yang menyerah menghadapi persaingan sengit di Cina. Perusahaan yang
sudah berdiri pada 1958 itu, masuk ke pasar Cina sejak 1995. Bagaimana
dengan Carrefour di Indonesia?

Sejak tanggal 19 November 2012, Carrefour di Indonesia sudah dimiliki
100% sahamnya oleh CT Corp, gerbong bisnis milik Chairul Tanjung.
Seiring dengan pergantian pemegang saham tersebut, nama perusahaan
berubah menjadi PT Trans Retail Indonesia dari sebelumnya PT Carrefour
Indonesia.

Menurut laman Carrefour Indonesia, PT. Trans Retail Indonesia bersama
dengan TransCorporation terus memperlebar sayap bisnis di industri
ritel Indonesia melalui brand Carrefour, Transmart dan Groserindo.
(*/Dry)

Kirim email ke