https://tekno.tempo.co/read/1219644/arkeolog-temukan-mata-air-dan-udang-di-gua-alien-lembah-baliem/full&view=ok
Arkeolog Temukan Mata Air dan Udang di Gua
"Alien" Lembah Baliem
Reporter:
Tempo.co
Editor:
Yudono Yanuar
Minggu, 30 Juni 2019 07:50 WIB
Lukisan dinding gua prasejarah di Gua Kontilola di Distrik Kurulu,
Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Dok. Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua)
<https://statik.tempo.co/data/2019/06/30/id_852133/852133_720.jpg>
Lukisan dinding gua prasejarah di Gua Kontilola di Distrik Kurulu,
Kabupaten Jayawijaya, Papua. (Dok. Hari Suroto/Balai Arkeologi Papua)
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Tim Balai Arkeologi
<https://tekno.tempo.co/read/1217531/tim-arkeolog-temukan-udang-selingkuh-di-gua-prasejarah-papua>Papua,
yang sedang melakukan penelitian pemukiman masa pra-sejarah, kembali
menemukan sumber air tawar dengan udang transparan di dalamnya. Temuan
itu didapat di dalam Gua Kontilola di Distrik Kurulu, Kabupaten
Jayawijaya, Papua.
Baca juga: Tim Arkeolog Temukan Udang Selingkuh di Gua Prasejarah Papua
<https://tekno.tempo.co/read/1217531/tim-arkeolog-temukan-udang-selingkuh-di-gua-prasejarah-papua>
"Di dalam ruang gua yang gelap terdapat sumber air tawar, yang merupakan
kumpulan air yang menetes dari stalagtit,. Dalam sumber air ini udang
tersebut ditemukan," kata arkeolog Balai Arkeologi Papua, Hari Suroto,
kepada Tempo, Minggu, 30 Juni 2019.
Gua ini terletak 1650 meter di atas permukaan laut. Gua Kontilola sudah
lama dikenal sebagai destinasi wisata bagi wisatawan yang berkunjung di
Lembah Baliem.
Gua ini oleh wisatawan dikenal sebagai gua yang di dindingnya terdapat
lukisan gambar alien. Menurut Hari Suroto, eksplorasi arkeologi oleh Tim
Balai Arkeologi Papua di Gua Kontilola pada Sabtu, 29 Juni 2019,
menunjukkan bahwa yang dimaksud gambar alien oleh wisatawan ini,
sebenarnya termasuk sebagai /rock art/ atau seni gambar cadas yang
dibuat oleh manusia prasejarah.
"Gambar alien yang terdapat di Gua Kontilola sesungguhnya merupakan
gambar manusia. Pada masa prasejarah, teknik menggambar manusia pada
masa itu masih sangat sederhana," kata Hari.
Situs Gua Kontilola berdasarkan cerita rakyat yang dipercaya oleh
masyarakat Kurulu, dulu merupakan tempat tinggal nenek moyang mereka.
Eksplorasi arkeologi juga menemukan spesies udang bertubuh transparan
berukuran 1 -1,5 cm.
Tim Balai Arkeologi Papua menemukan mata air dan udang dalam penelitian
di Gua Kontilola di Distrik Kurulu, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Sabtu
(29/6/2019). (Dok. Hari Suroto/Balar Papua)
Menurut Hari Suroto, penelusuran informasi ke masyarakat sekitar gua,
mereka baru mengetahui jika di dalam gua terdapat udang transparan ini.
Udang bertubuh transparan juga sebelumnya ditemukan Tim Balai Arkeologi
Papua dalam eksplorasi arkeologi di Situs Gua Togece, Kampung Parema,
Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya.
Keberadaan air ini sangat penting dalam sebuah pemukiman prasejarah.
"Manusia prasejarah dalam memilih lokasi sebagai tempat tinggal,
didasari oleh tempat yang aman dan nyaman untuk ditinggali. Selain itu,
keberadaan sumber air tawar juga menjadi pertimbangan, serta
ketersediaan sumber makanan di lingkungan sekitar," kata Hari.
Untuk mencapai gua ini, kita harus mendaki tebing yang lumayan curam.
Menurut Hari, manusia prasejarah memilih tempat tinggal seperti Gua
Kontiola ini juga dengan pertimbangan keamanan dari serangan binatang
buas dan juga musuh.
"Gua yang terletak di ketinggian, dianggap sangat strategis, aman dari
serangan musuh atau serangan binatang buas," katanya.
Dalam penelitian sebelumnya, tim arkeolog
<https://www.tempo.co/tag/lembah-baliem> pernah menemukan alat batu di
gua ini.
------------------------------------------------------------------------