Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Bersatu kembali untuk merealisasikan harapan rakyat
Oleh Muhammad Hanapi Senin, 1 Juli 2019 10:04 WIB
Bersatu kembali untuk merealisasikan harapan rakyat
Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Pasca putusan MK terhadap Perselisihan
Hasil Pemilihan Umum (PHPU), masyarakat di Provinsi Jambi, khususnya di
batanghari diminta bersatu membangun bangsa. (Antara/Ist)
Jambi (ANTARA) - Mahkamah Konstistusi (MK) telah memutuskan perkara
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk calon presiden dan calon
wakil presiden hasil pemilu April 2019 lalu.
Menanggapi hasil putusan MK yang menolak seluruhnya dalil gugatan yang
disampaikan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam perkara
PHPU tersebut, masyarakat Kota Jambi diminta untuk bersatu. Tidak ada
lagi kubu 01 ataupun kubu 02, saat ini yang ada Indonesia bersatu.
Seluruh rakyat Indonesia tinggal menunggu proses dan tahapan berikutnya
dari hasil yang telah ditetapkan dari pesta demokrasi terbesar di
Indonesia itu. Termasuk juga warga di 34 provinsi di tanah air, termasuk
di bumi "Sepucuk Jambi Sembilan Lurah", Provinsi Jambi.
Walikota Jambi Syarif Fasha menyerukan kepada warga Jambi, khususnya
masyarakat Kota Jambi untuk bersatu dan tidak ada lagi polarisasi pasca
kepurusan MK terkait hasil Pemilu. Proses dan perjalan panjang pemilihan
umum tahun 2019 telah dilalui, dan masing-masing pihak telah menuai
hasil dari pesta demokrasi terbesar itu.
Menurut Fasha saat ini saatnya untuk bergandengan tangan, bersama-sama
dan bersatu membangun Ibu Pertiwi.
"Proses panjang pesta demokrasi telah dilalui, keputusan politik telah
di putuskan oleh MK, kepada seluruh masyarakat Kota Jambi yang tadinya
terpecah dan terpolarisasi dalam Pemilu 2019, ada yang mendukung A dan
ada yang mendukung B, ini saatnya kita bersatu kembali, kita hargai
keputusan MK dan mengawalnya,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
Meskipun sebagian dengan berat hati menerima keputusan MK tersebut,
namun keputusan politik di lembaga konstitusional telah di tetapkan dan
harus dihargai dan dijalankan secara bersama.
Dijalankan dalam arti tidak melakukan hal-hal yang reaksional, yang
sifatnya dapat merugikan suatu kelompok. Fasha berharap hasil putusan MK
tersebut merupakan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia.
Selain itu, kepada calon presiden dan calon wakil presiden terpilih,
Syarif Fasha berharap program-program pembangunan pemerintah pusat yang
direncanakan dan yang dijanjikan dapat berlangsung dan berjalan dengan
baik di Provinsi Jambi.
Meski bila dilihat dari perolehan suara Pemilu 2019 pasangan capres dan
cawapres terpilih, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin kalah dari pasangan
Prabowo Subianto - Sandiaga Uno .
"Kita ketahui bahwa di Provinsi Jambi, baik di kota maupun kabupaten
lainnya, peroleh suara presiden terpilih kalah, namun harapan kami
janganlah lihat kekalahan tersebut, namun lanjutkanlah program bapak
presiden yang ingin membangun Jambi, seperti membangun jalan tol,
membangun Pelabuhan Ujung Jabung dan lain sebagainya," kata Syarif Fasha
yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota Jambi itu.
Selain itu, Syarif Fasha berharap akses lalu lintas di Pulau Sumatera
juga dapat dibangun seperti di pulau-pulau lainnya seperti di Jawa dan
Kalimantan. Akses-akses lalu lintas jalur darat antara provinsi dapat
dibangun jalan tol.
Yang mana saat ini, bila bepergian melalui jalur darat antar provinsi di
Palau Sumatera membutuhkan waktu yang cukup lama.
Fasha menyampaikan harapan warga Jambi ingin dari Provinsi Jambi menuju
Palembang, ibukota Sumatera Selatan, yang sebelumnya membutuhkan waktu
tujuh hingga delapan jam, ke depan dapat di tempuh selama dua sampai
tiga jam melalui jalan tol.
Selain itu, ia juga berharap agar di Provinsi Jambi turut dibangun jalur
rel kereta api yang akan menjadi masa depan angkutan massal, yang
terkoneksi dengan jalur KA lintas Sumatera mulai dari Lampung hingga ke
Sumatera Utara bahkan Aceh.
"Tak ada lagi istilah kalah atau menang, kini saatnya memulai yang baru,
meneruskan program yang telah dirintis," kata Syarif Fasaha.
Sementara itu, pengamat politik Provinsi Jambi Mochammad Farisi
mengatakan masyarakat harus menerima kenyataan yang ada.
Keputusan sudah ditetapkan dan tidak ada yang dapat mengubah keputusan
tersebut. Sudah saatnya masyarakat bersatu membangun bangsa. Harus
sampai kapan perselisihan tersebut berlangsung, sementara negara lain
membangun peradaban bangsanya menjadi lebih baik.
"Siapa bisa mengalahkan takdir Tuhan?/No One/. Rencana Tuhan pasti lebih
baik dan maha sempurna dari rencana manusia, semua ada hikmahnya bagi
orang-orang yang beriman," kata Mochammad Farisi.
Seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya, dalam Pemilu pasti ada
pasangan calon yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Tak hanya
dalam pemilihan presiden dan wakil presiden, namun juga untuk pemilihan
anggota legislatif dan untuk senator sebagai perwakilan daerah.
Tapi itulah realitas kehidupan yang mau tidak mau harus diterima dan
dijalani oleh masing-masing kandidat. Slogan siap menang dan siap kalah
mudah untuk diucapkan tapi butuh jiwa besar untuk mempraktekkannya,
khususnya bagi pihak yang kalah.
Menurut Farisi ada dua tipe individu yang kalah, tipe pertama secara
kesatria dan lapang dada menerima kekalahan dan mengucapkan selamat pada
kandidat yang menang, segera melakukan evaluasi dan instropeksi untuk
mengetahui mengapa dia kalah, mengambil pelajaran dan melakukan
perbaikan dan siap /move on/lagi.
Kedua, tipe yang tidak mau menerima kenyataan dia kalah, sibuk menuding
orang lain sebagai biang kekalahan dan tidak mau instropeksi diri.
Sulit dan tidak mudah menerima kekalahan apalagi sudah berjuang sekuat
tenaga, berdasarkan hasil polling internal dan analisis tim sukses
menyatakan bahwa kandidat yakin akan menang.
Tapi kandidat yang kalah harus segera bangkit, lakukan evaluasi, mungkin
ada kesalahan dalam menggunakan strategi, salah mengkalkulasi dukungan,
dan salah memahami masyarakat.
"Saya bisa merasakan minggu-minggu ini adalah malam kelabu dan terasa
panjang serta sulit menutup mata bagi kandidat yang kalah, setelah bisa
menata hati, emosi, kesedihan, kekecewaan, serta melakukan kajian,
menurut saya hal yang harus segera dilakukan adalah menyampaikan
pernyataan atas hasil yang ada, berterima kasih dan meminta maaf kepada
para pendukung serta mengucapkan selamat," kata Mochammad Farisi.
Bagi pemenang Pemilu, perlu diingatkan bahwa menjadi presiden dan wakil
presiden ataupun menjadi legislatif dan senator adalah alat bukan
tujuan. Bila menjadi hasil itu, sebut saja terpilih jadi presiden adalah
tujuan, maka kandidat terpilih telah mencapai garis finish.
Namun, sebaliknya menjadi presiden-wakil presiden dan meraih kursi
legislatif dan senator merupakan start awal dari kiprah selama lima
tahun ke depan untuk menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh
masyarakat Indonesia.
Satu detik setelah capres terpilih dilantik menjadi presiden nanti, roda
pemerintahan berada di pundak mereka, mereka harus berhenti berbicara
(kampanye/pencitraan) jalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya,
sekuat tenaga, tidak mengeluh apalagi ada kata tidak siap.
Sebaliknya rakyat juga harus cerdas mengawasi serta menagih janji-janji
politik yang disampaikan pada saat kampanye maupun pada saat debat publik.
"Pemilu 2019 telah selesai, Andalah pemenangnya. Segeralah merumuskan
arah baru dari perjalanan panjang anda selama 5 tahun ke depan, kuatkan
hati anda karena langit tidak selalu cerah dan ombak tidak selalu
tenang,” kata Mochammad Farisi menambahkan.*
*Baca juga:Riset kebencanaan perlu terus didorong presiden terpilih
<https://www.antaranews.com/berita/935207/riset-kebencanaan-perlu-terus-didorong-presiden-terpilih>
Baca juga:Parpol eks BPN hadiri penetapan presiden-wakil presiden
terpilih
<https://www.antaranews.com/berita/934595/parpol-eks-bpn-hadiri-penetapan-presiden-wakil-presiden-terpilih>*
Pramono Anung sebut rekonsiliasi politik terus berlanjut
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 2:05
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Oleh Muhammad Hanapi
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com