----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected] 
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In 
<[email protected]>Terkirim: Senin, 1 Juli 2019 05.14.13 GMT+2Judul: 
[GELORA45] Bersatu kembali untuk merealisasikan harapan rakyat
     
 
Jambi (ANTARA) - Mahkamah Konstistusi (MK) telah memutuskan perkara 
Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) untuk calon presiden dan calon wakil 
presiden hasil pemilu April 2019 lalu.
 
 Menanggapi hasil putusan MK yang menolak seluruhnya dalil gugatan yang 
disampaikan Prabowo Subianto - Sandiaga Salahuddin Uno dalam perkara PHPU 
tersebut, masyarakat Kota Jambi diminta untuk bersatu. Tidak ada lagi kubu 01 
ataupun kubu 02, saat ini yang ada Indonesia bersatu.
 
 Seluruh rakyat Indonesia tinggal menunggu proses dan tahapan berikutnya dari 
hasil yang telah ditetapkan dari pesta demokrasi terbesar di Indonesia itu. 
Termasuk juga warga di 34 provinsi di tanah air, termasuk di bumi "Sepucuk 
Jambi Sembilan Lurah", Provinsi Jambi.
 
 Walikota Jambi Syarif Fasha menyerukan kepada warga Jambi, khususnya 
masyarakat Kota Jambi untuk bersatu dan tidak ada lagi polarisasi pasca 
kepurusan MK terkait hasil Pemilu. Proses dan perjalan panjang pemilihan umum 
tahun 2019 telah dilalui, dan masing-masing pihak telah menuai hasil dari pesta 
demokrasi terbesar itu.
 
 Menurut Fasha saat ini saatnya untuk bergandengan tangan, bersama-sama dan 
bersatu membangun Ibu Pertiwi.
 
 "Proses panjang pesta demokrasi telah dilalui, keputusan politik telah di 
putuskan oleh MK, kepada seluruh masyarakat Kota Jambi yang tadinya terpecah 
dan terpolarisasi dalam Pemilu 2019, ada yang mendukung A dan ada yang 
mendukung B, ini saatnya kita bersatu kembali, kita hargai keputusan MK dan 
mengawalnya,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha.
 
 Meskipun sebagian dengan berat hati menerima keputusan MK tersebut, namun 
keputusan politik di lembaga konstitusional telah di tetapkan dan harus 
dihargai dan dijalankan secara bersama.
 
 Dijalankan dalam arti tidak melakukan hal-hal yang reaksional, yang sifatnya 
dapat merugikan suatu kelompok. Fasha berharap hasil putusan MK tersebut 
merupakan yang terbaik bagi Bangsa Indonesia.
 
 Selain itu, kepada calon presiden dan calon wakil presiden terpilih, Syarif 
Fasha berharap program-program pembangunan pemerintah pusat yang direncanakan 
dan yang dijanjikan dapat berlangsung dan berjalan dengan baik di Provinsi 
Jambi.
 
 Meski bila dilihat dari perolehan suara Pemilu 2019 pasangan capres dan 
cawapres terpilih, Joko Widodo - KH Ma'ruf Amin kalah dari pasangan Prabowo 
Subianto - Sandiaga Uno .
 
 "Kita ketahui bahwa di Provinsi Jambi, baik di kota maupun kabupaten lainnya, 
peroleh suara presiden terpilih kalah, namun harapan kami janganlah lihat 
kekalahan tersebut, namun lanjutkanlah program bapak presiden yang ingin 
membangun Jambi, seperti membangun jalan tol, membangun Pelabuhan Ujung Jabung 
dan lain sebagainya," kata Syarif Fasha yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kota 
Jambi itu.
 
 Selain itu, Syarif Fasha berharap akses lalu lintas di Pulau Sumatera juga 
dapat dibangun seperti di pulau-pulau lainnya seperti di Jawa dan Kalimantan. 
Akses-akses lalu lintas jalur darat antara provinsi dapat dibangun jalan tol.
 
 Yang mana saat ini, bila bepergian melalui jalur darat antar provinsi di Palau 
Sumatera membutuhkan waktu yang cukup lama.
 
 Fasha menyampaikan harapan warga Jambi ingin dari Provinsi Jambi menuju 
Palembang, ibukota Sumatera Selatan, yang sebelumnya membutuhkan waktu tujuh 
hingga delapan jam, ke depan dapat di tempuh selama dua sampai tiga jam melalui 
jalan tol.
 
 Selain itu, ia juga berharap agar di Provinsi Jambi turut dibangun jalur rel 
kereta api yang akan menjadi masa depan angkutan massal, yang terkoneksi dengan 
jalur KA lintas Sumatera mulai dari Lampung hingga ke Sumatera Utara bahkan 
Aceh.
 
 "Tak ada lagi istilah kalah atau menang, kini saatnya memulai yang baru, 
meneruskan program yang telah dirintis," kata Syarif Fasaha.
 
 Sementara itu, pengamat politik Provinsi Jambi Mochammad Farisi mengatakan 
masyarakat harus menerima kenyataan yang ada.
 
 Keputusan sudah ditetapkan dan tidak ada yang dapat mengubah keputusan 
tersebut. Sudah saatnya masyarakat bersatu membangun bangsa. Harus sampai kapan 
perselisihan tersebut berlangsung, sementara negara lain membangun peradaban 
bangsanya menjadi lebih baik.
 
 "Siapa bisa mengalahkan takdir Tuhan? No One. Rencana Tuhan pasti lebih baik 
dan maha sempurna dari rencana manusia, semua ada hikmahnya bagi orang-orang 
yang beriman," kata Mochammad Farisi.
 
 Seperti halnya kompetisi-kompetisi lainnya, dalam Pemilu pasti ada pasangan 
calon yang menang dan kalah, pasti ada suka dan duka. Tak hanya dalam pemilihan 
presiden dan wakil presiden, namun juga untuk pemilihan anggota legislatif dan 
untuk senator sebagai perwakilan daerah.
 
 Tapi itulah realitas kehidupan yang mau tidak mau harus diterima dan dijalani 
oleh masing-masing kandidat. Slogan siap menang dan siap kalah mudah untuk 
diucapkan tapi butuh jiwa besar untuk mempraktekkannya, khususnya bagi pihak 
yang kalah.
 
 Menurut Farisi ada dua tipe individu yang kalah, tipe pertama secara kesatria 
dan lapang dada menerima kekalahan dan mengucapkan selamat pada kandidat yang 
menang, segera melakukan evaluasi dan instropeksi untuk mengetahui mengapa dia 
kalah, mengambil pelajaran dan melakukan perbaikan dan siap move on lagi.
 
 Kedua, tipe yang tidak mau menerima kenyataan dia kalah, sibuk menuding orang 
lain sebagai biang kekalahan dan tidak mau instropeksi diri.
 
 Sulit dan tidak mudah menerima kekalahan apalagi sudah berjuang sekuat tenaga, 
berdasarkan hasil polling internal dan analisis tim sukses menyatakan bahwa 
kandidat yakin akan menang.
 
 Tapi kandidat yang kalah harus segera bangkit, lakukan evaluasi, mungkin ada 
kesalahan dalam menggunakan strategi, salah mengkalkulasi dukungan, dan salah 
memahami masyarakat.
 
 "Saya bisa merasakan minggu-minggu ini adalah malam kelabu dan terasa panjang 
serta sulit menutup mata bagi kandidat yang kalah, setelah bisa menata hati, 
emosi, kesedihan, kekecewaan, serta melakukan kajian, menurut saya hal yang 
harus segera dilakukan adalah menyampaikan pernyataan atas hasil yang ada, 
berterima kasih dan meminta maaf kepada para pendukung serta mengucapkan 
selamat," kata Mochammad Farisi.
 
 Bagi pemenang Pemilu, perlu diingatkan bahwa menjadi presiden dan wakil 
presiden ataupun menjadi legislatif dan senator adalah alat bukan tujuan. Bila 
menjadi hasil itu, sebut saja terpilih jadi presiden adalah tujuan, maka 
kandidat terpilih telah mencapai garis finish.
 
 Namun, sebaliknya menjadi presiden-wakil presiden dan meraih kursi legislatif 
dan senator merupakan start awal dari kiprah selama lima tahun ke depan untuk 
menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan seluruh masyarakat Indonesia.
 
 Satu detik setelah capres terpilih dilantik menjadi presiden nanti, roda 
pemerintahan berada di pundak mereka, mereka harus berhenti berbicara 
(kampanye/pencitraan) jalankan tugas dan tanggung jawab sebaik-baiknya, sekuat 
tenaga, tidak mengeluh apalagi ada kata tidak siap.
 
 Sebaliknya rakyat juga harus cerdas mengawasi serta menagih janji-janji 
politik yang disampaikan pada saat kampanye maupun pada saat debat publik.
 
 "Pemilu 2019 telah selesai, Andalah pemenangnya. Segeralah merumuskan arah 
baru dari perjalanan panjang anda selama 5 tahun ke depan, kuatkan hati anda 
karena langit tidak selalu cerah dan ombak tidak selalu tenang,” kata Mochammad 
Farisi menambahkan.*
 
 
 Baca juga: Riset kebencanaan perlu terus didorong presiden terpilih
 
 Baca juga: Parpol eks BPN hadiri penetapan presiden-wakil presiden terpilih 
Pramono Anung sebut rekonsiliasi politik terus berlanjut
 Play Video Play Unmute       Current Time 0:00  /  Duration 2:05   Loaded: 0%  
 Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen  
Oleh Muhammad Hanapi
 Editor: Erafzon Saptiyulda AS
  
 
|  | 不含病毒。www.avg.com  |

     

Kirim email ke