https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413
Selasa 02 Juli 2019, 15:30 WIB
Kolom
Trump, Iran, dan Tucker Carlson
PLE Priatna - detikNews
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
PLE Priatna
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
2 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4608517/trump-iran-dan-tucker-carlson?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.19838520.1636321399.1562089413-176512562.1562089413#>
Trump, Iran, dan Tucker Carlson Foto: BBC World
*Jakarta* - Tucker Carlson, presenter dan wartawan senior TV /Foxnews/
itu, ternyata adalah orang yang menginspirasi Presiden AS Donald Trump
untuk membatalkan serangan militer ke Iran. Namun sepotong cerita
dahsyat Carlson yang /wow/ it, nyaris terlupakan hilang tergilas
pemberitaan lain seminggu terakhir ini.
Apa yang telah dilakukan Tucker Swanson McNear Carlson ini?
Bukan Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres. Bukan
Presiden Iran Rouhani. Bukan PM Jepang Shinzo Abe yang awal Mei
mengunjungi Iran. Bukan resolusi Dewan Keamanan PBB. Bukan Menlu AS Mike
Pompeo ataupun John Bolton, Ketua Dewan Penasihat Keamanan Nasional AS
dan para jenderal di Pentagon yang bisa memaksa Presiden Trump pada
menit bersejarah untuk mengurungkan niat menyerang Iran.
Tapi, seorang Tucker Carlson, presenter/Foxnews/ dengan kalimat pendek
yang tajam dan narasi sederhana bisa membuat Trump kembali ragu dan
mengurungkan niat menjatuhkan bom ke Iran. Demikian ujar /The/
Dailybeast (20/6/19).
Tayangan /Foxnews //Tucker Carlson Tonight/ bertajuk /US came within
minutes of a huge mistake/ 10 menit menjelang bom dijatuhkan pesawat AS
menjadi pemicu besar keraguan yang berhasil membelokkan keputusan tidak
menyerang Iran.
Carlson, menurut /Dailybeast/, tidak lama sebelumnya dengan akses
pribadi yang dimiliki berkomunikasi soal Iran dengan Presiden Trump.
Termasuk, Carlson membisikkan bahwa tindakan gegabah menyerang Iran bisa
berakibat fatal, yang tidak saja akan mengakhiri karier Trump, namun
bahkan bisa menggagalkannya terpilih kembali menjadi Presiden AS 2020.
Presiden Trump akhirnya membatalkan serangan militer AS di tengah
provokasi AS-Iran yang terus memanas. Saling tarik menarik dengan
kuatnya desakan kelompok kepentingan di birokrasi AS yang tidak saja
ingin berperang, lebih dari itu bermaksud menggulingkan Pemerintah Iran.
Trump sepertinya mendengar saran Carlson untuk menghentikan rencana
menyerang Iran.
Carlson dengan kata lugas melontar banyak fakta agar pemirsa berpikir
dua kali bahwa AS jangan membuat risiko besar dengan kebijakan yang
lagi-lagi keliru. Trump sadar bahwa John Bolton, Mike Pompeo, dan
jenderal di Pentagon tak sabar lagi untuk menyerang Iran.
"Orang-orang ini mendesak saya untuk terus berperang dan itu sangat
menjijikkan. Kita tidak membutuhkan peperangan lagi," kata Presiden
Trump menepis para penasihatnya seperti dikutip /The Wall Street
Journal/ (23/6/19).
Sungguh tidak proporsional dan buruk bila AS menyerang dan menimbulkan
korban jiwa 150 orang tewas, sementara Iran hanya menembak /drone/ yang
tidak berawak. Demikian jawaban menarik yang menjadi alasan Presiden
Trump mengurungkan rencana.
Seratus lima puluh jiwa adalah angka yang amat berarti. Tidak saja bagi
Iran, keluarga yang tewas, eskalasi pembalasan, maupun dampak politiknya
bagi kampanye Trump 2020.
Keputusan Trump pada saat yang tepat itu, menurut Carlson, membuktikan
bahwa Trump punya nurani untuk berseberangan dengan para /neocon/ yang
bergaris keras, ala Mike Pompeo, John Bolton, ataupun Kepala Staf
Gabungan Jenderal Joseph Dunford di Pentagon.
Presiden Trump memberi tempat tersendiri bagi kepiawaian jurnalistik ala
Carlson guna mengolah pandangan berbeda dengan argumentasi kritis
melawan kubu mereka sekali pun.
Tak terbendung, nama Tucker Carlson pun melejit menghebohkan komunitas
wartawan dan kalangan pejabat Kementerian Luar Negeri dan Kementerian
Pertahanan AS. Wartawan /Spectator USA/ Freddy Grey dan pengacara warga
Florida Christopher Roach tak sabar mengusulkan agar Carlson, pendorong
perdamaian ini, mendapatkan hadiah Nobel Perdamaian.
Perjuangan Carlson hanya bermodal kata dan kalimat tidak saja berhasil
meyakinkan Presiden Trump agar tidak menyerang Iran secara militer.
Lebih dari itu, ia bisa menembus benteng kepentingan dalam birokrasi AS,
dan akhirnya berhasil mengubah kebijakan Presiden Trump. Luar biasa!
*PLE Priatna* /alumnus FISIP UI dan Monash University/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*