Laporan dari Beijing
<https://www.antaranews.com/slug/laporan-dari-beijing>
1,35 juta warga China terdaftar sebagai donor organ
Rabu, 3 Juli 2019 10:25 WIB
1,35 juta warga China terdaftar sebagai donor organ
Produksi Apple Terbaru Tawarkan Aplikasi Donor Organ.
Beijing (ANTARA) - Sebanyak 1,35 juta warga China terdaftar sebagai
orang yang bersedia mendonorkan organ tubuhnya, mayoritas dari mereka
adalah remaja di bawah usia 30 tahun, demikian data pemerintah setempat
hingga 15 Juni 2019.
Sampai 15 Juni 2019, lebih dari 24.000 warga China telah mendonorkan
69.302 organ tubuhnya setelah meninggal dunia, demikian Wakil Ketua
Yayasan Pengembangan Transplantasi Organ China (COTDF) Zhao Hongtao
dikutip media resmi setempat, Rabu.
Sebagian besar donor mendaftar setelah 2014 menyusul dioperasikannya
platform pendaftaran daring oleh yayasan tersebut.
Jumlah donor yang mendaftar secara daring melalui telepon seluler hingga
Selasa (2/7/2019) telah menembus angka 1 juta sebagaimana COTDF.
Data tersebut juga menunjukkan bahwa 54 persen donor kelahiran setelah
tahun 1990, sedangkan 30 persen kelahiran setelah 1980, demikian Zhao.
Ketua Komite Nasional Donasi dan Transplantasi Organ China (CNODCTC)
Huang Jiefu gembira melihat banyaknya anak muda yang tertarik
mendonorkan organ tubuhnya.
Namun dia masih gusar lantaran meskipun jumlah pendaftar donor
bertambah, masih sangat jauh dari jumlah kebutuhan operasi transplantasi
organ.
Menurut dia, gencarnya publikasi dan edukasi sangat dibutuhkan agar
lebih banyak masyarakat mengetahui dan bersedia menjadi donor.
Komisi Kesehatan Nasional (NHC) menyebutkan bahwa jumlah donor organ
meningkat dalam beberapa tahun sebagaimana dirilis China Daily.
Pada tahun lalu 6.302 orang mendonorkan organ tubuhnya setelah
meninggal. Jumlah ini naik 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
*Baca juga:China terapkan sistem distribusi organ sumbangan
<https://www.antaranews.com/berita/384743/china-terapkan-sistem-distribusi-organ-sumbangan>*
Sekitar 20.200 operasi transplantasi telah dilakukan pada tahun lalu
atau naik 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya, demikian NHC.
Pejabat Lembaga Administrasi dan Supervisi Kesehatan China (MASD) Fan
Jing menyebutkan bahwa negaranya menduduki peringkat pertama di Asia dan
kedua di dunia sebagai negara dengan jumlah donor organ dan operasi
transplantasi terbesar.
Dalam beberapa tahun terakhir COTDF telah mengintensifkan kerja sama
dengan sejumlah rumah sakit besar di China agar mendukung pendaftaran
donor organ secara daring.
Platform pendaftaran daring juga telah ditautkan dengan Rumah Sakit
Kemitraan China-Jepang (CJFH), salah satu rumah sakit umum terbesar di
Beijing.
Masyarakat yang sudah terdaftar sebagai donor tidak serta-merta menjadi
donor sehingga dapat membatalkan pendaftarannya kapan saja.
Wakil Direktur Rumah Sakit Wuxi di Provinsi Jiangsu Chen Jingyu
menambahkan bahwa pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk
memfasilitasi operasi transplantasi organ sehingga pasien yang mengalami
sakit parah bisa merasa lebih aman.
Dia mencontohkan beberapa lembaga, seperti otoritas perhubungan dalam
beberapa tahun terakhir menjalin kerja sama untuk memfasilitasi
transportasi organ yang didonorkan sehingga mendapatkan akses prioritas
ke pesawat dan diantar ke rumah sakit secepat mungkin dengan bantuan
mobil polisi.
*Baca juga:Makin banyak warga Taiwan donasikan organ tubuh
<https://www.antaranews.com/berita/577479/makin-banyak-warga-taiwan-donasikan-organ-tubuh>
Baca juga:Apple akan hadirkan fitur untuk permudah donor organ
<https://www.antaranews.com/berita/571774/apple-akan-hadirkan-fitur-untuk-permudah-donor-organ>*
Pewarta: M. Irfan Ilmie
Editor: Fardah Assegaf
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com