Bersih-bersih partai adalah mutlak untuk merapikan tataruang politik Indonesia. Termasuk menyiapkan titik khusus untuk menempatkan celengan partai yang selama ini tersembunyi di ruang-ruang yang sangat gelap.
Sebesar apa kemungkinan melengserkan SBY tentu tergantung sepenuhnya pada kebesaran hati / tekad para kader dan pendiri. Bisa jadi peluangnya lebih sempit dari menggusur Megawati dalam kongres PDIP, Agustus mendatang. Entahlah. Yang jelas, Rakyat, khususnya yang Golput, terus mendorong terbangunnya perpolitikan yang sehat di tanahair. Silakan para kader mulai saja dengan gelindingkan dulu kedua terduga skandal BLBI dan Century itu keluar dari ruang politik nasional. - Forum Pendiri Demokrat Desak SBY Mundur dari Ketua UmumCNNIndonesia | Selasa, 02/07/2019 18:32 WIB Jakarta,CNN Indonesia -- Salah satu pendiri Partai Demokrat, Hengky Luntungan yang jugatergabung dalam Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokratmendesak Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mundur dari jabatan Ketua UmumPartai Demokrat. Desakan ini disampaikan Hengky lantaran SBY dinilai gagal memimpin PartaiDemokrat selama periode kepemimpinannya. Dia menilai SBY justru membuat partaiporak poranda. "SBY gagal selama menjadi ketua umum dalam dua periode pemilu yaitu tahun2014 dan 2019," kata Hengky saat konferensi pers di kawasan TB Simatupang,Jakarta Selatan, Selasa (2/7). Hengkybahkan menyebut SBY sebagai ketua umum yang tinggal kelas hingga dua kalikarena telah menghilangkan lebih dari setengah suara pendukung partai dalam duaperiode pemilu. Periodepertama, papar Hengky, SBY kehilangan suara pendukung partai hingga 50,05persen dari suara semula sebesar 20,40 persen menjadi 10,19 persen perolehansuara. Pada periode kedua, perolehan suara kembali turun dari 10,19 persenmenjadi hanya 7,77 persen. Tak hanya soal kegagalan mempertahankan suara pendukung partai, menurut Hengky,SBY juga telah merusak tatanan partai dengan melanggar sejumlah AD/ART. SBYbahkan tak segan membuat Demokrat menjadi partai dinasti dengan memberisejumlah jabatan untuk keluarganya. "SBY menganut sistem partai dinasti dan sering melakukan manajemen konflikatau menyingkirkan para pejuang partai yang telah berjasa kepadanya," katadia. Hengky membeberkan 'dosa' lain SBY yang dinilai menghancurkan Partai Demokrat,di antaranya membuat jabatan struktur yang bukan hasil kongres hingga rangkapjabatan. Selainitu, membuat konvensi presiden untuk Pemilu 2014 tapi tidak dijalankansebagaimana mestinya hingga memutuskan posisi Partai Demokrat sebagai partainetral pada Pilpres 2014. "Bahkan kepemimpinan monolog yang artinya tidak boleh dikoreksi apapunhasilnya," kata dia. Atas dasar itu, Hengky dan sejumlah anggota Forum Komunikasi Pendiri danDeklarator Partai Demokrat mendesak SBY mundur dari jabatannya sebagai ketuaumum melalui kongres luar biasa yang harus segera digelar dalam waktu dekat. "Segera melakukan kongres dipercepat atau kongres luar biasadipercepat," kata dia. SBYBukan Pendiri Partai Dalam kesempatan itu, Hengky juga menjelaskan bahwa Partai Demokrat bukandidirikan oleh SBY. Pada dasarnya, Presiden ke-enam RI ini adalah kader biasayang baru bergabung dengan partai setelah Demokrat berdiri kurang lebih duatahun. "Demokrat berdiri tanggal 10 September 2001, yang pasti nama dan wajah SBYbelum pernah hadir dalam rapat-rapat pendiri Partai Demokrat," kataHengky. "Saya bersyukur masih ada bukti dokumentasi rekaman video bahwa SBYmeminta untuk menjadi salah satu kader Partai Demokrat di tahun 2003,"lanjutnya. Menanggapi desakan Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Partai Demokrat itu,Wakil Sekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik mengatakan partainya belum maumenyikapinya karena masih berduka atas meninggalnya istri SBY, Ani Yudhoyono,beberapa waktu lalu. "Demokrat masih berduka. Kami tidak interestedmembahas politik di saat makam Ibu Ani masih 'basah'," kata Rachland. (tst/pmg)
