Kapolri: Tidak Ada Lagi Istilah "Cebong" dan "Kampret"
Minggu , 07 Juli 2019 | 09:55
Kapolri: Tidak Ada Lagi Istilah
Sumber Foto Dok/Ist
Kapolri Jenderal Tito Karnavian
POPULER
Kapolri: Tidak Ada Lagi Istilah "Cebong" dan "Kampret"
<http://www.sinarharapan.co/hukumdanpolitik/read/10616/hukumdanpolitik/read/10616/%22>
Listen to this
JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian meminta untuk tidak ada
istilah 'cebong dan kampret' di kalangan masyarakat usai gelaran Pilpres
2019. Pernyataan itu disampaikan Tito saat memberikan sambutan dalam
acara olahraga bersama TNI-Polri dalam rangka HUT Polri ke-73.
Dalam sambutannya itu, Tito mengenang soal rangkaian Pemilu 2019 yang
membuat masyarakat Indonesia menjadi terpolarisasi berdasarkan pilihannya.
"Kita melihat hoax luar biasa, ada istilah cebong lah, kampret lah.
Sekarang tidak ada lagi cebong kampret, sekarang adanya bangsa
Indonesia," kata Tito di Monas, Minggu (7/7/2019).
Dia menyampaikan masa kampanye yang berjalan cukup panjang telah
menguras tenaga yang begitu besar. Namun, ia mengaku senang karena ada
peningkatan partisipasi masyarakat dalam pemilu kali ini.
Tito mengungkapkan memang sempat ada ketegangan yang terjadi pada 21-22
Mei yang berujung pada aksi kerusuhan di Jakarta dans sejumlah daerah
lainnya. Tapi, dikatakan Tito, kerja sama Polri dan TNI dalam melakukan
pengamanan bisa kembali mendinginkan suasana yang sempat memanas.
"Alhamdulillah sampai hari ini cooling down, sampai akhirnya pelantikan
Oktober nanti tenang," ucapnya seperti dilaporkan/cnnindonesia.com/.
Acara olahraga bersama TNI-Polri yang digelar hari ini turut dihadiri
oleh Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto bersama para kepala staf
TNI. Selain itu, acara hari ini juga turut dimeriahkan aksi terjun
payung oleh 22 penerjun Polri maupun TNI.
Tito menyampaikan acara puncak HUT Bhayangkari tahun ini memang diundur.
Mulanya, upacara seharusnya digelar pada 1 Juli, namun karena dinamika
keamanan nasional maka upacara baru digelar 10 Juli mendatang."Karena
dinamika keamanan, tanggal 27 masih ada sidang MK, upacara tanggal 1
diundur semuanya jadi tanggal 10 Juli, dilaksanakan serempak seluruh
Indonesia," dia menambahkan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com