https://news.detik.com/kolom/d-4615584/hujan-es-perubahan-iklim-dan-peringatan-dini?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.63657007.1815050664.1562608355-1408377605.1562608355
Senin 08 Juli 2019, 16:00 WIB
Kolom
Hujan Es, Perubahan Iklim, dan Peringatan
Dini
Yopi Ilhamsyah - detikNews
<https://connect.detik.com/dashboard/public/y.ilhamsyah>
Yopi Ilhamsyah <https://connect.detik.com/dashboard/public/y.ilhamsyah>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4615584/hujan-es-perubahan-iklim-dan-peringatan-dini?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.63657007.1815050664.1562608355-1408377605.1562608355#>
Tweet
<https://news.detik.com/kolom/d-4615584/hujan-es-perubahan-iklim-dan-peringatan-dini?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.63657007.1815050664.1562608355-1408377605.1562608355#>
Share *0*
<https://news.detik.com/kolom/d-4615584/hujan-es-perubahan-iklim-dan-peringatan-dini?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.63657007.1815050664.1562608355-1408377605.1562608355#>
0 komentar
<https://news.detik.com/kolom/d-4615584/hujan-es-perubahan-iklim-dan-peringatan-dini?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.63657007.1815050664.1562608355-1408377605.1562608355#>
Hujan Es, Perubahan Iklim, dan Peringatan Dini
*Jakarta* -
Pada Minggu (7/7) siang kemarin hujan es melanda Kecamatan Jagong Jeget,
Kabupaten Aceh Tengah. Mengapa bisa terjadi? Apakah ini dampak nyata
perubahan iklim global yang sedang berlangsung? Apakah peristiwa ini
bisa diprediksi?
Dalam ilmu cuaca, hujan es merupakan bencana yang diakibatkan oleh badai
guruh yang teramati melalui awan hujan hitam yang membumbung tinggi ke
angkasa, dikenal dengan sebutan awan/Cumulonimbus/ (CB). Karena Aceh
Tengah dikelilingi pegunungan Bukit Barisan, pembentukan hujan sangat
dipengaruhi oleh kondisi topografi di mana udara yang naik dengan cepat
terdesak oleh lereng pegunungan. Kondisi serupa juga terjadi pada
wilayah pegunungan lainnya di Indonesia.
Udara yang berisi uap air ini berubah wujud menjadi air dalam suatu
proses kondensasi di dekat permukaan pada ketinggian 500 meter untuk
kemudian membentuk awan kumulus. Besarnya penguapan yang diakibatkan
oleh panasnya suhu permukaan karena sinar matahari yang berlangsung dari
pagi hingga siang menjadikan air ini terus naik ke angkasa. Awan-awan
kumulus kemudian bergabung membentuk awan CB yang menjulang tinggi,
dalam ilmu meteorologi dikatakan menyentuh stratosfer, sementara
pembentukan cuaca di bumi terjadi di troposfer.
Air yang naik ini kemudian mencapai suatu lapisan di dalam awan CB di
mana suhu udara mencapai titik beku nol derajat Celcius. Ketinggian
lapisan ini bervariasi di berbagai wilayah --di Indonesia umumnya
terjadi pada ketinggian 6000 meter. Air ini kemudian berubah wujud
menjadi es, dan semakin ke atas es ini berubah menjadi kristal. Akibat
suhu yang berbeda antara permukaan dan lapisan atas, timbullah angin
yang bergerak secara vertikal --ada angin naik dan angin turun.
Semakin besar perbedaan suhu antara permukaan dan lapisan atas, semakin
kencang sirkulasi angin ini. Inilah mengapa kita merasakan goncangan
hebat ketika berada dalam pesawat terbang yang melintasi awan CB. Angin
yang turun dengan kecepatan tinggi membawa serta es yang berada di
lapisan atas menuju permukaan, itu sebabnya saat hujan es sering
disertai dengan embusan angin kencang.
Sejatinya es ini turun dan berubah kembali menjadi air yang kita kenal
dengan hujan setelah melewati lapisan nol derajat Celcius. Namun karena
didorong oleh embusan angin yang kencang, proses ini terlewati dan es
tetap dalam wujudnya jatuh ke permukaan. Hujan es biasanya terjadi dalam
durasi singkat sekitar 5 menit. Dampak yang ditimbulkan selain dapat
merusak properti seperti atap rumah dan kendaraan, dapat pula merusak
tanaman pertanian dan perkebunan kopi di Aceh Tengah yang terkenal
dengan produksi kopi terbaik di dunia.
*Perubahan Iklim*
Perubahan iklim yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan menjadikan suhu
permukaan terasa lebih panas daripada biasanya. Hal ini sesuai dengan
penuturan warga lokal bahwa hujan es turun saat kondisi udara sedang
terik-teriknya. Riset yang kami lakukan mendapati laju perubahan suhu
udara rata-rata sebesar 0,5 derajat Celcius selama periode 1960-2018 di
Kabupaten Aceh Tengah dan diproyeksikan akan terus naik mencapai 1,0
derajat Celcius pada 2030.
Di Indonesia, perubahan suhu mencapai 0,7 derajat Celcius, seperti yang
sedang berlangsung saat ini bahkan lebih ekstrem di masa mendatang.
Kondisi ini memicu pembentukan awan CB yang lebih tinggi dengan
perbedaan suhu yang signifikan antara permukaan dan lapisan atas,
sehingga menginisiasi terbentuknya kecepatan angin vertikal yang lebih
besar di dalam awan CB.
Kondisi ini bertanggung jawab terhadap hujan es yang sering terjadi
akhir-akhir ini seperti dilaporkan oleh warga di Jagong Jeget. Bahkan
yang terjadi pada Minggu siang adalah yang terparah dengan bongkahan es
yang lebih besar. Besarnya diameter es yang dijumpai di permukaan
menjadi kunci besarnya gerakan udara yang menimbulkan angin di atmosfer,
karena dibutuhkan energi yang besar untuk menggabungkan es-es yang
terbentuk di udara.
*Peringatan Dini*
Keadaan awal atmosfer untuk memprediksi pembentukan badai guruh dapat
diketahui menggunakan balon cuaca yang dilengkapi paket instrumen
radiosonde. Balon cuaca ini umumnya dioperasikan di bandar udara pada
pagi dan sore hari. Namun karena tidak tersedianya perangkat ini di
daerah, untuk mengatasinya dapat menggunakan data reanalisis yang
dihasilkan melalui prediksi cuaca setiap jam yang dikembangkan oleh NOAA
(Badan Kelautan dan Atmosfer Amerika).
Selanjutnya data ini ditampilkan menggunakan perangkat lunak /Sounding/
sehingga diperoleh informasi mengenai keadaan atmosfer termasuk
stabilitas, kecepatan vertikal, ketinggian dasar awan, ketinggian puncak
awan, dan informasi lain yang berkaitan dengan termodinamika troposfer
bahkan stratosfer. Informasi ini nantinya menjadi masukan untuk berbagai
indeks prediksi badai yang telah dikembangkan untuk mengamati potensi
terbentuknya badai pada siang hingga sore hari.
Cara lain adalah dengan mengoperasikan radar cuaca, namun teknologi ini
mahal. Cara lain yang murah adalah dengan mengukur suhu titik embun dari
termometer bola basah dan kering. Suhu titik embun adalah indikator
lingkungan penting yang berperan sebagai penyuplai energi badai. Titik
embun yang bernilai tinggi hingga jauh pada ketinggian tertentu di udara
menyiratkan besarnya lapisan perubahan wujud uap menjadi air.
Kondisi ini mengakibatkan udara menjadi lebih lembab dan hangat,
sekaligus menyokong terbentuknya badai yang lebih ekstrem. Titik embun
bernilai tinggi hanya mungkin jika suhu udara dan kelembaban relatif
juga tinggi. Di Indonesia secara umum, suhu titik embun 23 derajat
Celcius atau lebih tinggi sering dikaitkan dengan badai berintensitas
sangat besar.
Dengan mengetahui kondisi atmosfer lebih awal, maka dampak bencana
hidrometeor yang sering melanda Indonesia seperti hujan es, puting
beliung, hingga sambaran petir dapat diantisipasi lebih dini. Aksi
cerdas lingkungan dengan menjaga kelestariannya, cermat dalam konversi
lahan dan penghijauannya, serta tanggap terhadap konservasi lingkungan
yang telah terdegradasi menjadi urgen untuk mencegah dampak perubahan
iklim yang lebih besar di kemudian hari ,sehingga jatuhnya korban serta
kerugian material dapat dihindari.
*Yopi Ilhamsyah*/mahasiswa Doktoral Klimatologi Terapan IPB dan dosen
Meteorologi di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh
/
*(mmu/mmu)*
*
*
*
*
*
*
*
*
*
*