AS Main Api Dengan “Masalah Taiwan Menekan Tiongkok”
http://indonesian.cri.cn/20190710/955559c1-4c78-a3c1-2fa1-bc2ca06335a6.html
2019-07-10 10:33:07
Pihak Tiongkok belakangan ini mengutarakan pendirian tegasnya yang
menentang Departemen Luar Negeri yang mengesahkan penjualan perlengkapan
senjata senilai US$ 2,22 miliar kepada Taiwan.
Langkah AS tersebut secara serius melanggar prinsip Satu Tiongkok dan
tiga komunike bersama antara kedua negara, membelakangi kesepahaman
penting yang dicapai dalam pertemuan kedua kepala negara di Osaka,
perbuatan AS itu adalah intervensi kasar terhadap urusan dalam negeri
Tiongkok, pihak AS tengah main api.
Selama bertahun-tahun, AS menangani masalah hubungan lintas Selat Taiwan
dengan cara “tiga komunike dan satu undang-undang”. Apa yang disebut
tiga komunike dimaksudkan prinsip “satu Tiongkok” yang ditetapkan dalam
tiga komunike bersama antara Tiongkok dan AS, yaitu AS mengakui
pemerintah Republik Rakyat Tiongkok adalah satu-satunya pemerintah sah,
Taiwan adalah bagian dari Tiongkok. Di antaranya, Komunike 17 Agustus
tahun 1982 dengan jelas menetapkan, AS secara bertahap mengurangi
penjualan senjata kepada Taiwan, hingga penyelesaian terakhir. Sementara
itu, AS menyediakan bantuan militer kepada Taiwan dengan bentuk
Undang-Undang Hubungan Dengan Taiwan sebagai undang-undang dalam negeri.
Penjualan senjata kepada Taiwan telah menjadi unsur negatif yang
mengganggu hubungan kedua negara. Selama dua tahun lebih ini sejak
berkuasanya, pemerintah AS sekarang ini sudah 4 kali menjual senjata
kepada Taiwan, hal itu tidak saja bertujuan untuk memenuhi permintaan
kepentingan pedagang senjata, yang lebih penting ialah mencoba mengekang
dan menekan Tiongkok.
Percobaan sebagian politikus AS untuk “menekan Tiongkok dengan masalah
Taiwan” tak mungkin berhasil. Ditinjau dari pihak Taiwan, walau di dalam
pulau itu terdapat sejumlah orang melupakan nenek moyang dan berkonflik
dengan daratan di bawah dukungan sesuatu kekuatan AS, namun mereka tak
mungkin menghalang arus perkembangan globalisasi dan keinginan rakyat.
Kini, di antara kedua tepi selat sudah terbentuk rantai industri yang
erat, sistem rantai suplai, daratan adalah mitra perdagangan yang
terbesar bagi Taiwan serta pasar ekspor dan sasaran investasi yang
utama. Pada tahun 2018, nilai total perdagangan lintas selat melampaui
US$ 200 miliar, para warga di pulau Taiwan yang berkunjung ke daratan
sejumlah 4 juta. Di antara lintas selat sedang terbentuk cepat
“lingkaran kehidupan sehari”, perkembangan terpadu mendalam dan rasa
perolehan rakyat meningkat.
Mengenai keadaan tersebut, media Taiwan terpaksa mengakui bahwa daratan
sudah menguasai hak dominan dan hak inisiatif dalam perkembangan
hubungan lintas selat.
Sementara itu, sejalan dengan sejumlah negara memutuskan “hubungan
diplomatik” dengan Taiwan dan menggalang atau memulihkan hubungan
diplomatik dengan Republik Rakyat Tiongkok, prinsip “satu Tiongkok”
sudah diakui oleh masyarakat internasional. Sebagian kekuatan tertentu
di Taiwan jauh sudah dipandang rendah oleh masyarakat arus utama
internasional.
Kesemuanya itu menunjukkan, Tiongkok harus dan pasti mencapai penyatuan,
ini adalah kecenderungan historis yang tak dapat dihalang oleh kekuatan
apa pun.
Senjata AS tak mungkin membawa keamanan kepada Taiwan, hari depan Taiwan
tergantung pada penyatuan, kesejahteraan saudara-saudara setanah air
Taiwan tergantung pada kebangkitan bangsa. Kekuatan eksternal mana pun
jangan menilai rendah tekad tegas Tiongkok untuk membela kedaulatan dan
keutuhan wilayah negara serta memelihara perdamaian dan kestabilan di
kawasan Selat Taiwan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com