https://bali.antaranews.com/berita/154447/tari-dayak-kaharingan-pukau-
pengunjung-pesta-kesenian-bali
Tari Dayak Kaharingan pukau
pengunjung Pesta Kesenian Bali
Kamis, 11 Juli 2019 19:56 WIB
Salah satu tari khas Dayak Kaharingan yang ditampilkan di Pesta Kesenian
Bali di Taman Budaya, Denpasar, Kamis (11/7). (Antaranews Bali/Nyoman
Budhiana/2019)
Denpasar (ANTARA) - Sejumlah tarian khas Dayak Kaharingan yang energik,
menghibur, memukau, dan menarik perhatian pengunjung Pesta Kesenian Bali
ke-41 tahun 2019 di Taman Budaya, Denpasar, bahkan sebagian penonton
dari Bali hingga mancanegara ikut menari bersama.
"Ya tadi penonton ikut menari Tari Manasai yang merupakan tari pergaulan
yang ada di Kalimantan Tengah. Tarian ini biasa ditarikan sebagai sebuah
penutupan dalam acara maupun kegiatan yang ditarikan bersama dengan
seluruh tamu atau penonton dan membentuk lingkaran," kata Kepala Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Guntur Talajan,
usai pementasan di Taman Budaya, Denpasar, Kamis.
Makna Tari Manasai, lanjut Guntur mengenai pentingnya sebuah kebersamaan
tanpa mengenal latar belakang yang ada di Kalimantan Tengah.
Adapun kelima tarian yang ditampilkan antara lain tari Kahanjak Atei,
Kolaborasi Karungut dan tari Kinyah Mandau Tunggal, tari Bawi Kuwu, tari
Nepah Hajat dan Tari Manasai.
Tari kegembiraan lainnya yang ditampilkan Sanggar Seni Betang Batarung,
Palangka Raya pimpinan Tris Sofia adalah tari Kahanjak Atei. Kahanjak
Atei artinya kegembiraan.
Tarian ini merupakan tarian pergaulan Dayak yaitu tasai dan tari
giring-giring. Tarian ini menggambarkan luapan kegembiraan dan suka cita
masyarakat Dayak dalam berbagai hal dan sebagai bentuk kebersamaan dan
keakraban dalam kehidupan sehari-hari.
*Baca juga: Anak-anak Betawi pentaskan tari - lagu di PKB
<https://bali.antaranews.com/berita/153981/anak-anak-betawi-pentaskan-tari-lagu-di-pkb>*
Ada juga pementasan Karungut, sebuah kesenian tradisional berupa sastra
lisan atau pantun yang dilagukan. "Ini bagi suku Dayak merupakan karya
sastra besar klasik sejenis pantun atau gurindam," ucapnya.
Karungut ini dikolaborasikan dengan tari Kinyah Mandau. Sebuah tarian
perang suku-suku Dayak di Kalimantan. Tari lainnya yang ditampilkan,
diantaranya tari Bawi Kuwu yang menggmbarkan sosok wanita cantik nan
jelita yang baik hati dan tulus. Kecantikannya tersebar keseluruh
wilayah sungai Kahayan dan Rungan.
Satu tarian lagi yang menggambarkan rasa syukur karena telah terwujud
sebuah keinginan atau cita-cita adalah tari Nepah Hajat.
"Kelima tarian ini kami tampilkan alasannya karena antara Dayak
Kaharingan di Kalimantan Tengah dan Bali ada ikatan emosional yang kuat
sekali di bidang kesenian dan kebudayaan, yaitu tarian," ujar Guntur
yang mengakui kalau tarian-tarian yang ditampilkan lebih cenderung
tarian energik.
Menurut Guntur, pementasan ini boleh dikatakan sebagai bagian dari
"gladi kecil" dari persiapan yang akan ditampilkan di hadapan Presiden
di Istana Negara pada peringatan hari Kemerdekaan Indonesia akan datang.
Penarinya nantinya jumlahnya lebih besar dan kolosal, sedangkan untuk
yang tampil di PKB kali ini baru 20 penari dan pemusik.
*Baca juga: Pesta Kesenian Bali 2020 angkat tema Atma Kertih
<https://bali.antaranews.com/berita/154336/pesta-kesenian-bali-2020-angkat-tema-atma-kertih>*
Pewarta : *Ni Luh Rhismawati*
<https://bali.antaranews.com/berita/154447/tari-dayak-kaharingan-pukau-pengunjung-pesta-kesenian-bali#>
Editor : Edy M Yakub
COPYRIGHT © ANTARA 2019