Orang suka sambal, kok digertak sambal........ Pada tanggal Kam, 11 Jul 2019 pukul 19.58 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis:
> > > > > https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192.1562866954 > Kamis 11 Juli 2019, 16:02 WIB > Analisis Zuhairi Misrawi Gertak Sambal AS terhadap Iran > Zuhairi Misrawi - detikNews > > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > Zuhairi Misrawi > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > Share *0* > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > Tweet > > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > Share > *0* > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > 2 > komentar > <https://news.detik.com/kolom/d-4620154/gertak-sambal-as-terhadap-iran?tag_from=wp_cb_kolom_list&_ga=2.108557569.245490067.1562866954-1479429192..1562866954#> > [image: Gertak Sambal AS terhadap Iran] Zuhairi Misrawi (Ilustrasi: Edi > Wahyono/detikcom) > *Jakarta* - Langkah Amerika Serikat (AS) menekan Iran mendapat perhatian > banyak pihak. Kira-kira manuver apa yang akan diambil oleh Presiden Donald > Trump dalam rangka meredam pengaruh Iran di Timur-Tengah? > > Pada mulanya Trump memutuskan untuk menyerang Iran pasca-jatuhya pesawat > tanpa awak AS di teritori udara Iran. Tapi keputusan tersebut dicabut > sebelum aksi militer dilancarkan ke Iran. Trump berdalih pembatalan > keputusannya terkait dengan upaya menghindari jatuhnya korban dalam jumlah > yang besar. Namun, para analis memandang sikap Trump tersebut sebenarnya > terkait dengan kalkulasi politik yang dapat menyudutkan posisinya jelang > Pemilu Presiden AS pada 2020. > > Di dalam negeri AS, isu Iran ini ibarat ujung pisau yang bisa > menguntungkan sekaligus merugikan. Kubu konservatif yang menjadi basis > dukungan Trump selalu menjadikan isu Iran sebagai bagian dari kampanye > politik luar negeri yang menjadikan Iran sebagai musuh utama AS. Ancaman > Iran terhadap Israel semakin mengukuhkan sikap kubu konservatif untuk > menoleransi seluruh upaya negosiasi dan dialog dengan Iran. Karenanya, > menurut kubu Trump, berdialog dengan Iran sangat tidak menguntungkan secara > politik, karena jika itu dilakukan khawatir dapat menggerus basis kubu > konservatif. > > Sementara itu, kubu demokrat memandang dialog dengan Iran dapat meredam > dan mengurai benang kusut konflik di kawasan. Mengingat Iran menjadi salah > satu pihak yang paling menentukan arah politik di Timur-Tengah. Karena itu, > Obama selama memimpin AS sangat terbuka, bahkan melakukan dialog dan > membangun kesepakatan bersejarah yang saling menghormati dan menguntungkan, > baik bagi AS maupun Iran. > > Sampai saat ini, kubu demokrat di AS masih bersikukuh menentang segala > aksi militer terhadap Iran. Kalkulasi politik dan ekonomi sama sekali tidak > menguntungkan AS. Jika AS bersikukuh menyerang Iran, maka akan menciptakan > masalah besar, sebagaimana serangan ke Irak dan beberapa konflik politik > yang belakangan terjadi di kawasan Timur-Tengah. > > Dalam konteks tersebut, gertak sambal Donald Trump tidak semudah > membalikkan kedua belah tangan. Langkah Trump membatalkan serangan AS ke > Iran semakin mengukuhkan posisi Iran di kawasan sekaligus AS. Iran tidak > bisa dianggap sebelah mata, karena posisi politik dan militer Iran sudah > terbukti mampu memperluas pengaruh Iran di kawasan. Sebaliknya, pengaruh AS > terus melemah di tengah amburadulnya peta jalan politik luar negeri AS di > kawasan. Trump terjepit pada tekanan Israel dan Arab Saudi yang menyebabkan > sikap AS tidak populer. > > Faktor Rusia dan Turki yang memberikan dukungan penuh pada Iran semakin > mengukuhkan posisi Iran. Intinya, saat ini Iran tidak sendirian. Dukungan > yang solid dari mitra strategis, khususnya warga Iran merupakan salah satu > kekuatan penuh Iran yang setiap saat pimpinan tertinggi Iran dalam > mengambil langkah-langkah penting dalam konteks melawan AS dan sekutunya di > kawasan. > > Karena itu, AS berpikir seribu kali untuk menyerang Iran. Setidaknya > hingga Pemilu 2020, Trump dipaksa untuk mengambil opsi yang sangat > realistis, yaitu memilih jalur sanksi ekonomi terhadap Iran. Opsi ini > sangat realistis bagi AS untuk melemahkan posisi politik dalam negeri Iran. > > Meskipun langkah tersebut tidak selamanya benar, karena setiap sanksi > ekonomi yang diberikan AS biasanya justru dapat membangkitkan kesadaran > revolusiner warga Iran. Revolusi 1979 telah menjadi inspirasi bagi Iran > untuk menyingsingkan lengan, memberikan perlawanan yang bermartabat > terhadap AS. Faktanya, dukungan warga Iran terhadap Ayatullah Ali Khamenei > terus membesar karena sikap AS secara umum tidak berubah, yaitu memusuhi > Iran. > > Dalam hal ini, gertak sambal AS terhadap Iran ibarat buah simalakama yang > makin mempermalukan wajah AS yang selama ini dikenal sebagai negara adidaya > itu. AS di bawah kepemimpinan Trump terbukti gagal memahami peta politik > Timur-Tengah yang terus mengalami perubahan, khususnya gagal dalam memahami > Iran. > > AS memandang Iran sebagai negara yang mampu didikte dan digertak begitu > saja untuk mengikuti kemauan AS. Faktanya sekarang berbeda seratus persen, > ketika Iran digertak, justru Iran menunjukkan kehebatannya dari segi > persenjataan militer. Iran mampu menjatuhkan pesawat tanpa awak tercanggih > yang dimiliki AS. Dalam beberapa kesempatan sebelumnya, Iran mampu > menjatuhkan rudal-rudal Israel yang ingin menyerang pangkalan militer Iran > di Suriah. > > Maka dari itu, faktanya Iran tidak bisa dianggap sebelah mata oleh AS dan > sekutunya di Timur-Tengah. Iran telah terbukti memperluas pengaruhnya di > kawasan, meningkatkan kapasitas militernya, serta membangun kemitraan > strategis dengan Eropa, Rusia, China, India, Jepang dan lain-lain. > > Ironisnya, negara-negara lain mampu membangun kemitraan strategis dengan > Iran, tapi kenapa AS justru mengambil jarak, bahkan bersikap keras terhadap > Iran. Di sini dapat dipahami, bahwa sebenarnya yang bermain bukan hanya AS, > tetapi Israel dan Arab Saudi yang tidak ingin melihat Iran menjadi negara > besar. > > Yang aneh memang Arab Saudi yang justru memilih bermitra dengan Israel > daripada Iran. Bahkan Arab Saudi bertahun-tahun melobi AS untuk menekan dan > menyerang Iran. Ironisnya lagi, Arab Saudi justru menjadikan isu Palestina > sebagai pertaruhan untuk melemahkan Iran. > > Dengan demikian, konflik AS-Iran ini tidak akan mereda. Sampai 2020, AS > akan terus menekan Iran, khususnya sanksi ekonomi yang saat ini > diperlakukan bagi Iran. Sementara, Iran terus membangun kemitraan strategis > dengan Rusia, China, dan Jepang. Belakangan Iran berharap negara-negara > Eropa masih dalam jalur kesepakatan nuklir, sehingga sanksi ekonomi AS > tidak memberikan dampak yang luas. > > *Zuhairi Misrawi* > *intelektual muda Nahdlatul Ulama, analis pemikiran dan politik > Timur-Tengah di The Middle East Institute, Jakarta * > > *(mmu/mmu)* > > > > > > > > >
