Lalu, ... selesai nyate kira2 siapa yang bayr, ya? Yang menang bayar?
Atau bayar sendir-sendiri saja? Hehehee, ...
[email protected] [GELORA45] 於 13/7/2019 15:50 寫道:
Makan siangnya pasti mahal
---
Sedangkan panggung belakangnya, menurut Refly, bisa digambarkan dengan
istilah 'no free lunch' atau 'tidak ada makan siang gratis'.
"Tidak ada makan siang yang gratis. Tentunya pertemuan kali ini akan
diikuti dengan negosiasi," ujar Refli kepada/CNNIndonesia TV/, Sabtu
(13/7).
---In [email protected], <SADAR@...> wrote :
ANALISIS
'Misteri' Negosiasi Politik di Balik Pertemuan Jokowi-Prabowo
CNN Indonesia | Sabtu, 13/07/2019 14:18 WIB
Bagikan :
'Misteri' Negosiasi Politik di Balik Pertemuan Jokowi-PrabowoPresiden
Jokowi dan Prabowo Subianto saling berjabat tangan saat bertemu di
Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Sabtu (13/7). (CNN Indonesia/Adhi
Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak ada makan siang gratis. Demikian pakar
hukum tata negara, Refly Harun, memaknai pertemuan antara
Presiden*Joko Widodo
<https://www.cnnindonesia.com/tag/joko-widodo>* dan*Prabowo Subianto
<https://www.cnnindonesia.com/tag/prabowo-subianto>* di
Stasiun*MRT Lebak Bulus <https://www.cnnindonesia.com/tag/mrt>*, Sabtu
(31/7).
Pertemuan itu diwarnai momen Jokowi dan Prabowo bersalaman dan
berpelukan. Namun, Refly menyebut pertemuan yang dilihat publik itu
hanya 'panggung depan'.
Dari panggung depan itu orang bisa memaknai pertemuan Jokowi dan
Prabowo untuk menyelesaikan 'pertarungan' dua kubu berikut pendukungnya.
Sedangkan panggung belakangnya, menurut Refly, bisa digambarkan dengan
istilah 'no free lunch' atau 'tidak ada makan siang gratis'.
"Tidak ada makan siang yang gratis. Tentunya pertemuan kali ini akan
diikuti dengan negosiasi," ujar Refli kepada/CNNIndonesia TV/, Sabtu
(13/7).
Ia bahkan menyebut negosiasi di antara Jokowi dan Prabowo mungkin
sudah terjadi sebelum pertemuan itu. Lalu setelah pertemuan, lanjut
dia, akan dilakukan negosiasi-negosiasi lanjutan.
Lihat juga:
Jokowi Berpelukan dengan Prabowo di MRT Lebak Bulus
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713084424-32-411773/jokowi-berpelukan-dengan-prabowo-di-mrt-lebak-bulus/>
Ada banyak hal yang bisa dinegosiasikan. Dari hal-hal paling mendasar
terkait kepentingan nasional, hingga mungkin hal-hal yang tak terkait
dengan itu. Yang pasti, kata Refly, negosiasi di panggung belakang ini
tidak akan bisa diketahui oleh masyarakat.
Refly menjelaskan negosiasi itu mungkin bisa dimaknai sebagai hal yang
normal dalam proses rekonsiliasi kali ini.
Terlebih, kata dia, setelah bertarung cukup keras di Pilpres 2019 baik
kontestan dan pendukungnya membutuhkan pemulihan secara moril maupun
materiil.
Kubu Prabowo disebutnya paling membutuhkan pemulihan secara moril.
Alasannya, karena tiga kali mengalami kekalahan dalam kontestasi Pilpres.
Lihat juga:
Prabowo Siap Bantu Jokowi 5 Tahun Ke Depan
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713105145-32-411779/prabowo-siap-bantu-jokowi-5-tahun-ke-depan/>
"Ini sangat menyakitkan," ujar dia.
"Secara moril mereka perlu untuk diobati. Perlu/healing/, sehingga
secara moril bisa terangkat kembali sebagai pemenang, tapi pemenang
dari sebuah proses kontestasi yang bermartabat, kalah terhormat,"
jelas Refly.
Sedangkan secara materiil menurut Refly kedua kubu sudah mengorbankan
materi sangat banyak. Oleh karena itu, perlu juga dilakukan pemulihan.
Pertemuan Jokowi-Prabowo dan Hal yang Tak Mungkin Publik TahuSetelah
naik MRT dari Lebak Bulus ke Senayan, Jokowi dan Prabowo makan siang
di sebuah restoran di Fx Sudirman, Sabtu (13/7). (CNN Indonesia/Hesti
Rika)
Ia memprediksi mungkin ada kesepakatan-kesepakatan tertentu yang sudah
dilakukan demi pemulihan tersebut.
"Apakah ada/deal/-/deal/tertentu yang barangkali disepakati yang
menurut saya pemulihan secara moril dan materiil itu perlu," tambah dia.
*Sudahi Cebong vs Kampret*
Pengamat politik dari Universitas Padjajaran, Firman Manan menilai
pertemuan Jokowi-Prabowo bisa mendinginkan dan merukunkan hubungan
pendukung di akar rumput.
Dia menyoroti secara khusus para pendukung Prabowo, yang menurutnya,
masih belum puas atas hasil Pilpres 2019.
"Mungkin tidak keseluruhan karena hanya yang garis garis keras saja
yang tidak puas," kata Firman.
Lihat juga:
Jokowi: Tak Ada Lagi Cebong dan Kampret
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190713103110-32-411778/jokowi-tak-ada-lagi-cebong-dan-kampret/>
Ia mengapresiasi pernyataan positif yang dikeluarkan Jokowi dan
Prabowo selama pertemuan.
Firman mencatat sejumlah ucapan penting, seperti ucapan selamat dari
Prabowo kepada Jokowi dan kesediaannya membantu pemerintah lima tahun
ke depan. Kemudian, ketika Jokowi mengatakan tak ada lagi Cebong dan
Kampret.
Bagi Firman, pernyataan-pernyataan tersebut akan menyatukan seluruh
retakan yang terjadi usai Pilpres 2019. Sebab masyarakat Indonesia
pasti akan melihat sikap, tingkah perilaku, dan ucapan elit politik
yang didukung dalam Pilpres 2019.
"Pertemuan ini akan memberikan kesan pertarungan politik ini biasa,
ritual demokrasi lima tahunan, dan sudah selesai, pemenang sudah ada,
yang kalah sudah mengakui dan berikan selamat. Jadi pertarungan itu
tidak perlu lagi diperpanjang karena sudah selesai," ujar Firman.
*(ani/wis)*
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com