Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Optimisme koperasi di tengah derasnya era digitalisasi-globalisasi
Oleh M Razi Rahman Minggu, 14 Juli 2019 17:58 WIB
Optimisme koperasi di tengah derasnya era digitalisasi-globalisasi
Baliho besar menyambut Peringatan Hari Koperasi ke-72. (Dokumentasi
Kementerian Koperasi dan UKM)
*Era industri 4.0 menjadi tantangan baru yang dihadapi perkoperasian di
Indonesia*
Jakarta (ANTARA) - Mantan Wali Kota Rio de Janeiro (kota terbesar di
Brasil), Eduardo Paes, pernah mengingatkan bahwa globalisasi telah
menciptakan level interdependensi atau ketergantungan yang baru di
antara sesama manusia.
Eduardo mencontohkan, kini suatu produk ekonomi tidak bisa dinyatakan
dalam batas-batas politik suatu negara, seperti komputer yang dipesan di
Brasil bisa saja dirancang di Amerika Serikat dan dirakit di berbagai
negara lainnya.
Dengan demikian, lanjutnya, maka integrasi ekonomi juga merupakan suatu
pertanda dan bukti nyata pertama dari era baru ini.
Fenomena integrasi ekonomi yang kian melekat dan menghapus berbagai
batasan ini mau tidak mau juga harus diadaptasikan oleh berbagai jenis
perekonomian, termasuk koperasi yang kerap disebut sebagai Soko Guru
Perekonomian.
Dalam peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 pada 12 Juli 2019 lalu,
Staf Ahli Menteri Koperasi dan UKM Bidang Produktifitas dan Daya Saing
Kemenkop dan UKM Herustiati menyatakan, koperasi harus bisa melakukan
reformasi total baik dalam cara pandang maupun ketatakelolaan usaha mereka.
Herustiati dalam keterangannya saat menjadi inspektur upacara menyatakan
bahwa tantangan baru yang dihadapi oleh dunia perkoperasian saat ini
tidak hanya sekedar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan
perkembangan teknologi informasi semata.
Namun, lanjutnya, hal tersebut juga menyangkut persoalan pola pikir atau
paradigma dan juga perubahan dalam sistem tata kelola.
Dalam konteks itu, ujar dia, maka koperasi harus melakukan reformasi
total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini.
Menurut Herustiati, reformasi total yang telah dijalankan dalam rentang
waktu lima tahun terakhir pada dasarnya mendorong koperasi untuk dapat
beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang
senantiasa berjalan dinamis.
Untuk itu, ujar dia, koperasi disiapkan mempunyai kreativitas dan
inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya.
Dalam rangka mengimplementasikan strategi bisnis tersebut, lanjutnya,
pemerintah berharap kepada koperasi untuk selalu memanfaatkan teknologi
digital dengan menggunakan platform e-commerce aplikasi ritel daring dan
pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya.
Dengan demikian, lanjutnya, maka gerakan koperasi mampu merangkul
generasi millenial, yang saat ini jumlah mereka telah mencapai sepertiga
dari penduduk Indonesia.
Dalam kemeriahan Hari Koperasi Nasional ke-72 di lingkungan Kementerian
Koperasi dan UKM ditandai adanya selebrasi baliho besar dengan ukuran 10
x 5 meter berlogo Harkopnas ke - 72 yang dibawa oleh para peserta pada
upacara Harkopnas di lapangan Kantor Kemenkop dan UKM.
Dengan adanya aktivitas selebrasi masal itu, ujar dia, maka memberikan
makna bahwa di setiap Harkopnas di Kemenkop dan UKM selalu memiliki
nilai kebersamaan, kekeluargaan dan kegotongroyongan.
*Koperasi berprestasi*
Peringatan Hari Koperasi Nasional pada tahun ini dipusatkan di
Purwokerto, Jawa Tengah, di mana Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga juga
memberikan penghargaan Koperasi Berprestasi dan Jasa Bakti Koperasi
kepada sejumlah kepala daerah, tokoh penggerak koperasi dan pengurus
koperasi.
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof. Rully Indrawan mengatakan
penghargaan ini merupakan bentuk apreasiasi pemerintah terhadap insan
koperasi di Tanah Air, sekaligus memberikan motivasi bagi koperasi untuk
berkarya lebih baik.
Pemerintah menilai koperasi di tanah air telah mengalami banyak
perkembangan dan memberikan kesejahteraan bagi anggotanya, sehingga
diharapkan koperasi di Indonesia semakin maju dan setara koperasi dunia.
Secara khusus, Menteri Puspayoga memberikan penghargaan kepada Koperasi
Telekomunikasi Seluler (Kisel) atas capaiannya masuk dalam jajaran
koperasi besar dunia. Dalam laporan tahunan yang baru dirilis World
Cooperative Monitor tahun 2018, Kisel menduduki peringkat 94 dunia dari
300 koperasi besar dunia dan peringkat pertama untuk kategori jasa lainnya.
Pemberian penghargaan bagi Koperasi Berprestasi melalui tiga aspek
penilaian yakni aspek kelembagaan, usaha dan keuangan.
Setelah melalui penilaian, koperasi yang masuk Kategori Berprestasi
terdiri dari 20 koperasi konsumen, 10 koperasi produsen, 12 koperasi
simpan pinjam, dua koperasi pemasaran dan enam koperasi jasa.
Khusus mengenai tanda penghargaan Jasa Bakti Koperasi, diberikan kepada
pihak yang berperan aktif dalam mensukseskan pembinaan dan pengembangan
koperasi dan UKM di wilayah kerjanya sehingga menjadi contoh bagi
masyarakat lain. Penghargaan atau Jasa Bakti Koperasi dan UKM diberikan
kepada bupati/walikota, kepala dinas, pengurus koperasi dan tokoh
masyarakat.
Bupati penerima penghargaan adalah Bangka Tengah, Bupati Bulukumba,
Lombok Barat, Tana Toraja, Semarang, Purworejo, Penukal Abab Pematang
Ilir, Tanjung Jabung Barat, Pekalongan, Grobogan, Luwu Timur dan Subang
serta Wakil Bupati Demak.
Adapun walikota penerima penghargaan adalah dari Tanjung Balai,
Salatiga, Madiun, Palopo, Demak, dan Wakil Walikota Banjar Baru.
Kemenkop dan UKM juga memberikan penghargaan Jasa Bakti Koperasi bagi
pemda yang memiliki nomenklatur tunggal dinas koperasi dan UKM, yakni
Kabupaten Bandung, Kota Sorong dan Kota Bogor.
Wakil Bupati Bandung Gungun Gunawan mengatakan pembentukan nomenklatur
tunggal agar pengembangan koperasi dan UKM baik dalam pembinaan dan
anggaran lebih fokus. Melalui nomenklatur tunggal, Gungun berharap
Kabupaten Bandung mempercepat pertumbuhan koperasi dan UKM sehingga
ekonomi kerakyatan makin meningkat.
Menanggapi pemberian penghargaan tersebut, Bupati Pekalongan Asip
Kholbihi mengatakan kunci utama strategi pengembangan koperasi dan UKM
adalah dengan kebersamaan dan gotong royong.
Wakil Walikota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Darmawan Jaya Setiawan,
menyatakan berterima kasih atas penghargaan ini dan menegaskan sudah
menjadi komitmennya, memajukan koperasi dan UKM di daerahnya.
Menurut dia, pimpinan daerah, berkewajiban mendorong dinas-dinas yang
ada, khususnya dinas koperasi untuk terus berprestasi dalam arti membina
koperasi yang terbaik, koperasi yang sehat mampu menyejahterakan anggotanya..
*Kawasan Tugu Koperasi*
Selain itu, dalam acara peringatan tersebut juga diluncurkan pembangunan
Kawasan Bisnis Tugu Koperasi yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat,
yang segera akan dimulai dengan groundbreaking atau peletakan batu
pertama pada Desember 2019 dan dijadwalkan selesai 2021.
Ketua Forum Komunikasi Koperasi Besar Indonesia Iwan Setiawan
menegaskan, Kawasan Bisnis Tugu Koperasi tidak hanya untuk nilai
komersial, juga ada idealisme dan gotong royong.
Ia memaparkan, pembangunannya diperkirakan menelan dana Rp200 miliar
yang dihimpun dari partisipasi koperasi. Untuk itu, akan dibentuk
Koperasi sekunder dengan nama Koperasi Perisai Karya Anak Bangsa.
Dengan mekanisme tersebut, koperasi-koperasi diajak bergabung sebagai
anggota dengan partisipasi simpanan pokok Rp 10 juta dan simpanan wajib
Rp 25 juta.
Diperkirakan return on investment (RoI) sebesar 13-14 persen dengan
mencapai Break Even Point (BEP) pada tahun ke delapan.
Iwan Setiawan mengatakan gagasan pembangunan Kawasan Bisnis Tugu
Koperasi muncul setelah pertemuan dengan Menteri Puspayoga yang mengajak
Forkom Koperasi Besar Indonesia melakukan gebrakan monumental menandai
kebangkitan gerakan koperasi di Tanah Air.
"Menteri juga mengundang kami melihat langsung Tugu Koperasi di
Tasikmalaya yang ternyata kondisinya sangat memprihatinkan. Aset
koperasi tidak terpelihara padahal di tempat itu Kongres Pertama yang
dihadiri oleh 500 patriot koperasi," kata Iwan yang juga Ketua Pengawas
Koperasi Simpan Pinjam Sejahtera Bersama.
Iwan menegaskan Kawasan Tugu Koperasi kelak menjadi wajah baru yang
menunjukkan citra koperasi Indonesia yang hebat dan maju.
Selain itu, ujar dia, di atas lahan seluas hampir satu hektare tersebut
akan dibangun hotel bintang empat dan kawasan bisnis yang diantaranya
diperuntukkan bagi pusat UKM Tasikmalaya.
*Baca juga:Merugikan pedagang pasar, koperasi didorong tekan praktik
rentenir
<https://www.antaranews.com/berita/955204/merugikan-pedagang-pasar-koperasi-didorong-tekan-praktik-rentenir>*
*Adaptasi Industri 4.0*
Bagaimana halnya dengan era Industri 4.0 yang lazim disematkan dengan
derasnya arus digitalisasi yang kerap didengung-dengungkan oleh berbagai
pejabat pemerintahan pada masa kepemimpinan Presiden Jokowi?
Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Prof Rully Indrawan meyakini
bahwa koperasi harus mampu beradaptasi dengan era Industri 4.0 yang
membuat koperasi mesti bertransformasi dengan membangun karakter kreatif
dan inovatif sesuai perubahan zaman.
Menurut dia, era industri 4.0 menjadi tantangan baru yang dihadapi
perkoperasian di Indonesia.
Hal tersebut, lanjutnya, disebabkan adanya perubahan gaya hidup generasi
milenial yang begitu cepat dan tidak menentu akibat perkembangan
teknologi informasi, robotik, artifical inteligence, dan komunikasi yang
pesat.
Upaya Kemenkop dalam mendorong koperasi menghadapi era industri 4.0,
yakni melalui reformasi total koperasi meliputi reorientasi,
rehabilitasi, dan pengembangan koperasi.
Kebijakan ini diharapkan akan mendorong koperasi semakin tumbuh
berkembang. Langkah ini telah menandai ada perbaikan dalam kualitas
koperasi.
Sementara itu, Ketua Umum Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin
Halid mengatakan di tengah dinamika ekonomi digital saat ini, generasi
milenial koperasi langsung bergerak cepat sehingga banyak koperasi sudah
menerapkan sistem digital, baik untuk pembukuan, transaksi, promosi
produk, bahkan sudah ada koperasi yang melakukan rapat anggota secara
online.
Nurdin menjelaskan bahwa koperasi adalah bagian yang tak terpisahkan
dari kehidupan sosial ekonomi masyarakat bangsa saat ini, di mana dampak
keberadaan koperasi sangat luas dan tidak sederhana.
Dengan adanya adaptasi koperasi terhadap gerakan globalisasi dan
derasnya digitalisasi pada era industri 4.0 ini, maka koperasi juga akan
bisa terus optimistis untuk menjadi simbol perjuangan perekonomian
rakyat Indonesia.
*Baca juga:Mengembangan koperasi syariah di Pulau Garam
<https://www.antaranews.com/berita/955590/mengembangan-koperasi-syariah-di-pulau-garam>
Baca juga:Pentingnya penguasaan Teknologi Informasi bagi koperasi masa
kini
<https://www.antaranews.com/berita/955418/pentingnya-penguasaan-teknologi-informasi-bagi-koperasi-masa-kini>*
Jakarta Creative Hub bina cikal bakal koperasi milenial
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 2:47
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Oleh M Razi Rahman
Editor: Ahmad Wijaya
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com