PA 212, FPI, GNPF Gelar Ijtima Ulama Pada Agustus 2019
Reporter:
Antara
Editor:
Syailendra Persada
Selasa, 16 Juli 2019 01:02 WIB
Ijtima Ulama Ketiga yang digelar di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa
Barat, Rabu, 1 Mei 2019, menghasilkan lima poin sikap dan rekomendasi.
TEMPO/Egi AdyatamaIjtima Ulama Ketiga yang digelar di Hotel Lorin,
Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 1 Mei 2019, menghasilkan lima poin
sikap dan rekomendasi. TEMPO/Egi Adyatama
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Sejumlah organisasi masyarakat, Front Pembela
Islam (FPI); Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama;
dan Persaudaraan Alumni atau PA 212 menyatakan siap menggelarIjtima
Ulama <https://www.tempo.co/tag/ijtima-ulama>ke-4 di Jakarta.
“Kemungkian digelar Agustus 2019,” kata Ketua PA 212, Slamet
Ma'arif, usai jumpa pers persiapan kegiatan Ijtima Ulama ke-4 di
Jakarta, Senin, 15 Juli 2019.
Slamet mengatakan mereka akan berjuang dengan sekuat tenaga agar Ijtima
ulama itu berjalan dengan sukses dan lancar. “Apa pun yang diputuskan,
kami akan mengikuti dan memperjuangkan hasil Ijtima ulama,” kata Slamet.
Selain itu kata Slamet, semua pendukung organisasi siap
memperjuangkan hasil Ijtima hingga di tingkat pengurus bawah. Karena
mereka meyakini apa pun yang diputuskan untuk tujuan besar.
Ketua Umum Gerakan Nasional Pengawal Fatwa atau GNPF Ulama, Yusuf
Muhammad Martak mengatakan rapat tersebut untuk meneguhkan sikap
keumatan dan bagaimana menyikapi keadaan situasi saat ini. Khususnya
Ormas yang tergabung dalam Ijtima ulama.
“Sampai saat ini kami tidak terpengaruh dengan situasi dan kondisi saat
ini, terkait peristiwa atau pertemuan apa pun yang dilakukan antar
kelompok yang terjadi,” kata Yusuf.
ADVERTISEMENT
Yusuf menegaskan apa pun hasil Ijtima ulama nantiya, sesuai dengan
masukan para ulama, para habib, tokoh nasional serta pentolan FPI Rizieq
Shihab.
Sekretaris Umum DPP Front Pembela Islam (FPI) Munarman
mengatakanIjtima Ulama
<https://nasional.tempo.co/read/1224344/jokowi-bertemu-prabowo-pa-212-akan-gelar-ijtima-ulama-ke-4>keempat
bertujuan sekaligus sebagai wadah konsolidasi di kalangan ulama. "Karena
bidang politik yang saat ini sangat seksi, makanya akan lebih banyak
menarik perhatian. waktu itu momentumnya bertepatan dengan pemilu
khususnya pilpres,” kata Munarman. Ia mengatakan dalam Ijtima Ulama
keempat, mereka ingin mengevaluasi terkait seluruh keputusan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com