Pernah baca kalau Oey pernah ketemu menteri pendidikan saat itu, yang
jadi gubernur Jakarta sekarang,
waktu sama2 hadiri ceramah tentang pendidikan etika Di Zi Gui. Oey
serahkan semua berkas tentang
Dual Vocational Training Jerman pada Anies Baswedan.
Beberapa minggu kemudian kok Jokowi omong tentang Dual Vocaional
Training Jerman ini. Tetapi sampai
sekarang tidak ada kelanjutannya. Apakah para pengusaha indusri belum
lihat pentingnya punya tenaga
berkwalitas tinggi? Dengan tenaga berkwalitas inggi, efficiency bisa
naik cepat luar biasa.
Pada tanggal Sel, 16 Jul 2019 pukul 07.21 kh djie <[email protected]
<mailto:[email protected]>> menulis:
Point ke tiga:
/*
III). *SDM, janji yg lalu mengenai Pendidikan Vokasi --> merobah
mentalitas konsumtif menuju produktif perlu di rombak menjadi
PPVSG Pendidikan dan Pelatihan Vokasional Sistem Ganda, sesuai
dgn sistem yg berlaku di German. /
Pernah bebrapa tahun yang lalu disinggung Jokowi, teapi kemudian
tidak ada kelanjutannya. Kalau Ir. Teddy Rachmat, lulusan Mesin
ITB, yang baru dapat D. Honoris Causa melakukan pendidikan
internal di berbagai perusahaannya seperti di Astra, Triputera
grup, Agribisnis dll.
Pada tanggal Sel, 16 Jul 2019 pukul 02.47 ChanCT
[email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
<[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:
Ini ada komentar seorang pengusaha yang cukup mendetail
sehubungan investasi yang dikejar Jokowi, ... mudah-mudahan
saja bisa menjadi perhatian tokoh-tokoh dinegeri ini untuk
mendorong maju ekonomi nasional dan pembangunan SDM dinegeri
ini dengan lebih baik!
-
日期: Mon, 15 Jul 2019 17:21:25 +0700
從: Oei Jam Tjhioe [email protected]
<mailto:[email protected]>
Komentarku:
**Ulasan oleh CNN Indo harus ekstra hati2 menilainya.
## Visi macro seyogiyanya dibarengi dgn Misi yg juga Macro
pelaksanaan, tak perlu tunggu kabinet baru yg nantinya bakal
mendetail.
Visi:
*I).* FDI sebagai pemercepat pembangunan dibutuhkan,
penekanan pada; akan menghajar penghalang,
Padahal Misi yg kita butuhkan membedakan 3 Jenis FDI
* FDI mengolah SDA
**FDI hasil produk 90% utk pasar dalam negeri,
*** FDI hasil produk 90% eksport
Jenis FDI *, Pemerintah harus memanfaatkan kekayaan alam
sesuai utk kepentingan negara/rakyat sebesar besarnya, semua
kontrak karya yg lama, harus ditinjau ulang, kalau perlu di
tender ulang utk menentukan pilihan pada yg paling
menguntungkan negara.
Jenis FDI **, karena pasar dalam negeri 90%, Pemerintah harus
mengulang kembali peraturan investasi yg menguntungkan
pembangunan bangsa --> kepemilikan saham 51% lokal 49% asing,
dalam ketentuan, dicantumkan investasi pasar lokal kompensasi
pada transfer of technology, dgn arah TKDN yg terencana menuju
kemampuan mandiri, disamping transfer kemampuan knowleedge of
product design, dan R&D engineering, material dan proses.
*** FDI produk 90% export, Pemerintah harus mengalah demi
perkuat daya saing dgn negara berkembang lainnya utk menarik
FDI berinvestasi... Dgn cara, berikan tax holiday jalau oerlu
bersaing dgn negara lain, Tingkatkan HRD, supaya tersedia SDM
yg dibutuhkan memiliki daya saing yg kuat baik produktifitas
dan kualitas, peraturan perburuhan yg mengatur hubungan
harmonis antara majikan dan buruh, Berikan kesempatan kerja
kepada buruh utk belajar berusaha dibidang FDI, utk suatu
ketika mampu menggantikan FDI dgn PMDN-UKM yg mandiri.
*II).* Konsep yg lalu NKRI harus bangkit sebagai negara
MARITIM terbesar di dunia dgn 17,650 pulau disekitar Tropis,
manfaatkan peluang utk
1). Electrifikasi sarana infra struktur, baik kendaraan kapal
dan fasilitas pelabuhan memanfaatkan investasi Solar, Wind,
dan ocean wave/stream electric Energy Generation, dan
elektrifikasi kendaraan kapal, seoptimal mungkin. Mengurangi
ketergantungan pada fossil fuel yg makin mengecil.
2) Budidayakan hasil perikanan, dan objek turis yg amat kaya
terbentang di Nusa Tenggara.
3) Galakkan pertambangan di dasar dalam laut yg kaya di miliki
NKRI, terutama Nickel Cobalt dll.
*III). *SDM, janji yg lalu mengenai Pendidikan Vokasi -->
merobah mentalitas konsumtif menuju produktif perlu di rombak
menjadi PPVSG Pendidikan dan Pelatihan Vokasional Sistem
Ganda, sesuai dgn sistem yg berlaku di German.
*IV) *Ttg PANCASILA sebagai haluan negara, perlu di gali
kembali akar asal mula oleh penganjur Bung Karno, mencontoh
Tiga Sila Negeri Rakyat Tionghoa (disingkat Zhungguo alias
Tiongkok) - San Min Zhu Yi 三民主义;Minzhu, 民主 Demokrasi
Rakyat, Minsheng, 民生 Kesejahteraan Rakyat, Minquan民权 Kekuasaan
Rakyat,
3 Sila kerakyatan sbg Sila utama tujuan bernegara, demi
Kerakyatan, sedangkan sila KeTuhanan yg maha Esa, adalah Sila
tambahan permintaan kaum /kelompok beragama karena banyaknya
penganut beeaneka ragam agama, utk mempersatukan kebersamaan
tujuan percaya pada satu Tuhan yg sama, sehingga tidak ada
satupun agama yg dijadikan prioritas utama, kecuali satu Tuhan
yg dipuja bersama yg Maha Esa! Agama menjadi pilihan pribadi
masing2 boleh berbeda beda. Tapi Agama selayaknya tidak masuk
urusan politik Negara yg mengabdi pada publik Rakyat jelata.
Sila pelengkap Negara kesatuan, dibutuhkan karena NKRI adalah
gabungan negara bagian yg dulunya senasib di jajah oleh
kolonialis Belanda.
Dengan berpedoman pada Pancasila, maka jelas terlihat kelompok
yg anti Pancasila adalah juga yg anti rakyat, dan kesatuan
NKRI yg anti Rakyat.
*V).* APBN harus memanfaatkan seoptimal mungkin pendapatan
dari Pajak dan BUMN. Untuk pengembangan perekonomian negara,
Anggaran utk Departemen Agama, selayaknya di tiadakan, sesuai
dengan pengertian baru kita thd Pancasila, beragama adalah
pilihan pribadi utk berhubungan pada Tuhan melalui Agama
pilihannya masing2, hal itu tidak menyangkut kepentingan
publik Rakyat jelata.
Anggaran untuk Pendidikan Seyogiyanya terpusatkan utk
meningkatkan kualitas dan kuantitas Wajib Belajar (SD hingga
SMA) bagi setiap rakyat bangsa. Anggaran utk PPVSG harus bisa
dipenuhi oleh kontrak kerja sambil belajar PPVSG, Perusahaan,
Pemagang (lulusan Wajib belajar), secara mandiri! Tanpa
membebani APBN.
Berbagai subsidi, seyogiyanya dikurangi dengan peningkatan
kemampuan utk mandiri rakyat.
*VI)* Infra Struktur, baik darat, Air dan Udara harus menuju
electrifikasi, dan kereta cepat dgn rel atau tanpa rel,
mengingat beaya bahan bakar kendaraan jalan raya darat adalah
40x beaya lewat rel (lebih besar lagi dibanding dengan Maglev
train), Prioritas adalah EV Electric Vehicle dgn lemanfaatan
storage battery. Dan generator listrik BBT.
On Mon, Jul 15, 2019, 11:15 ChanCT [email protected]
<mailto:[email protected]> wrote:
ANALISIS
Narasi Usang Pidato Visi 'Investasi' Jokowi
CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 09:32 WIB
Bagikan :
Narasi Usang Pidato Visi 'Investasi' JokowiPidato pertama
Jokowi sebagai presiden terpilih dinilai masih banyak
mengulang narasi lama dan kurang berempati karena
mengesampingkan isu hukum dan HAM. (REUTERS/Willy Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia --VisiIndonesia lima tahun ke depan
yang disampaikan Joko Widodo di pidato pertamanya sebagai
presiden
terpilih*<https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>*dinilai
masih belum jelas karena narasi atau janji yang dibangun
masih mengulang-ulang dan justru cenderung berpihak pada
kelompok besar di Indonesia.
Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting
Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi terlihat
menggebu-gebu membahas investasi yang luas dan tidak
menyentuh sama sekali masalah hukum dan *Hak Asasi Manusia
<https://www.cnnindonesia.com/tag/hak-asasi-manusia>*(HAM)
hingga pemberantasan korupsi.
"Padahal kegelisahan rakyat yang sekarang timbul karena
merasa hukum dan penegakan HAM tidak adil. Membahas
investasi luas dan bilang akan menghajar yang menghalangi
investasi justru buat curiga," kata Pangi
kepada/CNNIndonesia.com/, Senin (15/7).
Padahal, imbuh Pangi, kegaduhan politik di akar rumput,
konflik sosial, kesenjangan dan ketidakadilan menjadi
biang kerok permasalahan bangsa karena lemahnya agenda
penegakan hukum. Sehingga, narasi Jokowi yang akan
menghajar siapapun yang menghambat investasi justru
menimbulkan kecurigaan bahwa Jokowi takut membahas masalah
hukum dan HAM demi membela korporasi besar atau
pihak-pihak yang sudah berkontribusi di kampanye*pilpres
2019 <https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*.
"Anggaran kampanye cukup besar dan budaya politik kita tak
bisa lepas dari cara transaksional. Buka investasi luas
untuk balik modal tidak menutup kemungkinan," kata Pangi.
Lihat juga:
Jokowi Diprotes karena Tak Bahas Visi Hukum dan HAM
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190715001736-32-412044/jokowi-diprotes-karena-tak-bahas-visi-hukum-dan-ham/>
Pangi sepakat investasi yang luas bisa menciptakan
lapangan kerja yang juga luas. Namun kenyataannya, selama
lima tahun periode pertama Jokowi, penciptaan lapangan
kerja kurang terlihat. Beberapa BUMN seperti Krakatau
Steel juga justru tidak menguntungkan.
Pangi menyoroti pembangunan tol dan infrastruktur Jokowi
selama ini yang ternyata tidak menguntungkan
perusahaan-perusahaan dalam negeri.
"Jadi Jokowi ini lagi bingung, program dia lima tahun
sebelumnya tidak kelihatan. Jadi banyak narasi yang
diulang dan justru hilang seperti konsep Maritim dan
Revolusi Mental," kata Pangi..
Menurut Pangi, Jokowi pernah mengungkapkan janji politik
soal membangun Indonesia menjadi negara maritim yang
tangguh dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan
konsep revolusi mental. Namun saat pidato kemarin, Jokowi
melupakan keduanya. Mestinya, kata Pangi, visi seorang
presiden harus berkelanjutan dan memperkuat apa yang sudah
ia lakukan di periode yang sudah ia jalankan.
Narasi Usang Jokowi, Janji Investasi yang Kurang Rasa
AdilPresiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato visi
kebangsaan di Sentul, Bogor. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)
Lihat juga:
Jokowi: Kita Butuh Sosok Menteri yang Berani
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714233151-20-412042/jokowi-kita-butuh-sosok-menteri-yang-berani/>
Selain itu, narasi usang yang dikritik oleh Pangi adalah
cara Jokowi yang kembali 'membenturkan' rakyat dengan
wacana anti pancasila. Menurut Pangi, Pancasila sebagai
satu-satunya ideologi di Indonesia sudah disepakati
seluruh rakyat Indonesia.
"Jangan adu rakyat lagi dengan kelompok anti dan yang pro
pancasila. Masyarakat kecil cuma gelisah karena
ketidakadilan dan penegakan hukum dan HAM lemah. Harusnya
narasi itu yang diperkuat," ujar Pangi.
Narasi pengulangan yang disampaikan Jokowi juga diamini
pengamat politik Hendri Satrio. Menurut Hendri,salahsatu
visi baru yang disampaikan Jokowi adalah soal SDM di poin
membangun Manajemen Talenta Indonesia.
Hanya saja, menurut hemat Hendri, masalah SDM masih kurang
dieskplorasi. Sementara/vocational school/adalah janji
usang Jokowi yang selama ini justru tidak berjalan.
Lihat juga:
Jokowi soal Penghambat Investasi: Saya Akan Kejar dan
Hajar
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714210826-32-412032/jokowi-soal-penghambat-investasi-saya-akan-kejar-dan-hajar/>
Atas dasar itu, Hendri tak heran Jokowi lebih bersemangat
kembali mengulang narasi infrastruktur dan investasi.
Namun Hendri, tak sepakat dengan pesan komunikasi
Jokowi yang akan menghajar penghambat investasi. Bagi
Hendri, Jokowi harus lebih empati terhadap hal sensitif
Pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini juga mengkritik
Jokowi yang tidak membahas masalah hukum dan HAM.
"Jokowi tipikal orang kerja, orangnya ini suka yang
kelihatan saja. Suka monumen dan tidak suka konsep. Jadi
kalau HAM atau hukum tidak kelihatan," kata Hendri
kepada/CNNIndonesia.com/.
Narasi Usang Jokowi, Janji Investasi yang Kurang Rasa
AdilJoko Widodo-Ma'ruf Amin beserta istri di acara
syukuran kemenangan Pilpres bersama relawan. (ANTARA
FOTO/Hafidz Mubarak A)
Lebih lanjut, Hendri mengaku Jokowi sudah cukup baik
membahas fenomena global hingga ekonomi mikro. Namun
Hendri menilai Jokowi terlihat masih kebingungan dengan
apa yang sudah ia lakukan di periode sebelumnya.
Seharusnya, kata Hendri, Jokowi mengungkapkan apa yang
sudah menjadi prestasi bagi dia periode sebelumnya, dan
akan diperkuat di periode 2019-2024.
"Ini masih terlihat bingung, tidak menyampaikan
capaian-capaian yang sudah ada dan mau diapain. Malah dia
jelaskan menteri harus lebih berani dan bahas APBN. Ini
malah memperlihatkan kalau selama ini menterinya tidak
berani dan APBN belum optimal," kata Hendri.
Lihat juga:
Jokowi: Oposisi Juga Mulia
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714204742-32-412031/jokowi-oposisi-juga-mulia/>
Sebelumnya, Jokowi menyampaikan beberapa poin di pidato
pertama sebagai presiden terpilih dengan tema 'Visi
Indonesia'. Jokowi menekankan soal pembangunan
infrastruktur dan pembangunan SDM seperti vocational
school dan membangun Manajemen Talenta Indonesia.
Selain itu, pidato yang juga dihadiri Ma'ruf Amin dan
partai politik pendukung tersebut menegaskan soal
investasi seluas-luasnya, membuka lapangan kerja dan
melakukan reformasi birokrasi.
Jokowi yang merupakan politikus PDIP itu juga menyinggung
soal penggunaan APBN yang harus tepat sasaran dan tidak
ada toleransi bagi pihak yang mengganggu pancasila.
*(dal/gil)*
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
不含病毒。www.avg.com
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
<#m_-2098686049937025871_m_-4773753846834720689_m_-1243270158191203767_m_-5720028257825157100_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>