Atau, ... mungkin Oey YT harus perlukan pergi sekali lagi menghadap Menteri Pendidikan, Muhajir Effendy? Menjelaskan kepentingan pendidikan dengan metode Dual Vocational Training bagi muda-mudi anak bangsa ini, untuk mempercepat majunya industri dengan peningkatan SDM dan dengan demikian bisa bersaing menghadapi negara-negara lain, ...

kh djie 於 16/7/2019 14:20 寫道:
Pernah baca kalau Oey pernah ketemu menteri pendidikan saat itu, yang jadi gubernur Jakarta sekarang, waktu sama2 hadiri ceramah tentang pendidikan etika Di Zi Gui. Oey serahkan semua berkas tentang
Dual Vocational Training Jerman pada Anies Baswedan.
Beberapa minggu kemudian kok Jokowi omong tentang Dual Vocaional Training Jerman ini. Tetapi sampai sekarang tidak ada kelanjutannya. Apakah para pengusaha indusri belum lihat pentingnya punya tenaga berkwalitas tinggi? Dengan tenaga berkwalitas inggi, efficiency bisa naik cepat luar biasa.

Pada tanggal Sel, 16 Jul 2019 pukul 07.21 kh djie <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:

    Point ke tiga:
    /*
    III). *SDM, janji yg lalu mengenai Pendidikan Vokasi --> merobah
    mentalitas konsumtif menuju produktif perlu di rombak menjadi
    PPVSG Pendidikan dan Pelatihan Vokasional  Sistem Ganda, sesuai
    dgn sistem yg berlaku di German. /
    Pernah bebrapa tahun yang lalu disinggung Jokowi, teapi kemudian
    tidak ada kelanjutannya. Kalau Ir. Teddy Rachmat, lulusan Mesin
    ITB, yang baru dapat D. Honoris Causa melakukan pendidikan
    internal di berbagai perusahaannya seperti di Astra, Triputera
    grup, Agribisnis dll.


    Pada tanggal Sel, 16 Jul 2019 pukul 02.47 ChanCT
    [email protected] <mailto:[email protected]> [GELORA45]
    <[email protected] <mailto:[email protected]>> menulis:

        Ini ada komentar seorang pengusaha yang cukup mendetail
        sehubungan investasi yang dikejar Jokowi, ... mudah-mudahan
        saja bisa menjadi perhatian tokoh-tokoh dinegeri ini untuk
        mendorong maju ekonomi nasional dan pembangunan SDM dinegeri
        ini dengan lebih baik!



        -

                
        日期:     Mon, 15 Jul 2019 17:21:25 +0700
        從:      Oei Jam Tjhioe [email protected]
        <mailto:[email protected]>

                

                

                



        Komentarku:
        **Ulasan oleh CNN Indo harus ekstra hati2 menilainya.
        ## Visi macro seyogiyanya dibarengi dgn Misi yg juga Macro
        pelaksanaan, tak perlu tunggu kabinet baru yg nantinya bakal
        mendetail.

        Visi:
        *I).* FDI sebagai pemercepat pembangunan dibutuhkan,
         penekanan pada; akan menghajar penghalang,

        Padahal Misi yg kita butuhkan membedakan 3 Jenis FDI
          * FDI  mengolah SDA
          **FDI  hasil produk 90% utk pasar dalam negeri,
           *** FDI hasil produk 90% eksport

        Jenis FDI *,  Pemerintah harus memanfaatkan kekayaan alam
        sesuai utk kepentingan negara/rakyat sebesar besarnya,  semua
        kontrak karya yg lama, harus ditinjau ulang, kalau perlu di
        tender ulang utk menentukan pilihan pada yg paling
        menguntungkan negara.

        Jenis FDI **, karena pasar dalam negeri 90%, Pemerintah harus
        mengulang kembali peraturan investasi yg menguntungkan
        pembangunan bangsa --> kepemilikan saham 51% lokal 49% asing,
        dalam ketentuan, dicantumkan  investasi pasar lokal kompensasi
        pada transfer of technology, dgn arah TKDN yg terencana menuju
        kemampuan mandiri, disamping transfer kemampuan knowleedge of
        product design, dan R&D engineering, material dan proses.

          *** FDI produk 90% export, Pemerintah harus mengalah demi
        perkuat daya saing dgn negara berkembang lainnya utk menarik
        FDI berinvestasi... Dgn cara, berikan tax holiday jalau oerlu
        bersaing dgn negara lain, Tingkatkan HRD, supaya tersedia SDM
        yg dibutuhkan memiliki daya saing yg kuat baik produktifitas
        dan kualitas,  peraturan perburuhan yg mengatur hubungan
        harmonis antara majikan dan buruh, Berikan kesempatan kerja
        kepada buruh utk belajar berusaha dibidang FDI, utk suatu
        ketika mampu menggantikan FDI dgn PMDN-UKM  yg mandiri.

        *II).* Konsep yg lalu  NKRI harus bangkit sebagai negara
        MARITIM terbesar di dunia dgn 17,650 pulau disekitar Tropis,
        manfaatkan peluang utk
        1). Electrifikasi sarana infra struktur, baik kendaraan kapal
        dan fasilitas pelabuhan memanfaatkan investasi Solar, Wind,
        dan ocean wave/stream  electric Energy Generation,  dan
        elektrifikasi kendaraan kapal, seoptimal mungkin. Mengurangi
        ketergantungan pada fossil fuel yg makin mengecil.
        2) Budidayakan hasil perikanan, dan objek turis yg amat kaya
        terbentang di Nusa Tenggara.
        3) Galakkan pertambangan di dasar dalam laut yg kaya di miliki
        NKRI, terutama Nickel Cobalt dll.

        *III). *SDM, janji yg lalu mengenai Pendidikan Vokasi -->
        merobah mentalitas konsumtif menuju produktif perlu di rombak
        menjadi PPVSG Pendidikan dan Pelatihan Vokasional  Sistem
        Ganda, sesuai dgn sistem yg berlaku di German.

        *IV) *Ttg PANCASILA sebagai haluan negara,  perlu di gali
        kembali akar asal mula oleh penganjur Bung Karno, mencontoh
        Tiga Sila  Negeri Rakyat Tionghoa (disingkat Zhungguo alias
        Tiongkok) - San Min Zhu Yi 三民主义;Minzhu, 民主 Demokrasi
        Rakyat, Minsheng, 民生 Kesejahteraan Rakyat, Minquan民权 Kekuasaan
        Rakyat,

         3 Sila kerakyatan sbg Sila utama  tujuan bernegara, demi
        Kerakyatan,  sedangkan sila KeTuhanan yg maha Esa, adalah Sila
        tambahan permintaan kaum /kelompok beragama karena banyaknya
        penganut beeaneka ragam agama, utk mempersatukan kebersamaan
        tujuan percaya pada satu Tuhan yg sama,  sehingga tidak ada
        satupun agama yg dijadikan prioritas utama, kecuali satu Tuhan
        yg dipuja bersama yg Maha Esa! Agama menjadi pilihan pribadi
        masing2 boleh berbeda beda. Tapi Agama selayaknya tidak masuk
        urusan politik Negara yg mengabdi  pada publik Rakyat jelata.
        Sila pelengkap Negara kesatuan, dibutuhkan karena NKRI adalah
        gabungan negara bagian yg dulunya senasib di jajah oleh
        kolonialis Belanda.

        Dengan berpedoman pada Pancasila, maka jelas terlihat kelompok
        yg anti Pancasila adalah juga yg anti rakyat, dan kesatuan
        NKRI yg anti Rakyat.

        *V).* APBN harus memanfaatkan seoptimal mungkin pendapatan
        dari Pajak dan BUMN. Untuk pengembangan perekonomian negara,
        Anggaran utk Departemen Agama, selayaknya di tiadakan, sesuai
        dengan pengertian baru kita thd Pancasila, beragama adalah
        pilihan pribadi utk berhubungan pada Tuhan melalui Agama
        pilihannya masing2, hal itu tidak menyangkut kepentingan
        publik Rakyat jelata.
        Anggaran untuk Pendidikan Seyogiyanya terpusatkan utk
        meningkatkan kualitas dan kuantitas Wajib Belajar (SD hingga
        SMA) bagi setiap rakyat bangsa.  Anggaran utk PPVSG harus bisa
        dipenuhi oleh kontrak kerja sambil belajar PPVSG, Perusahaan,
        Pemagang (lulusan Wajib belajar), secara mandiri! Tanpa
        membebani APBN.
        Berbagai subsidi, seyogiyanya dikurangi dengan peningkatan
        kemampuan utk mandiri rakyat.

        *VI)* Infra Struktur, baik darat, Air dan Udara harus menuju
        electrifikasi, dan kereta cepat dgn rel atau tanpa rel,
        mengingat beaya bahan bakar  kendaraan jalan raya darat adalah
        40x beaya lewat rel (lebih besar lagi dibanding dengan Maglev
        train),  Prioritas adalah EV Electric Vehicle dgn lemanfaatan
        storage battery. Dan generator listrik BBT.



        On Mon, Jul 15, 2019, 11:15 ChanCT [email protected]
        <mailto:[email protected]> wrote:


                ANALISIS


              Narasi Usang Pidato Visi 'Investasi' Jokowi

            CNN Indonesia | Senin, 15/07/2019 09:32 WIB
            Bagikan :
            Narasi Usang Pidato Visi 'Investasi' JokowiPidato pertama
            Jokowi sebagai presiden terpilih dinilai masih banyak
            mengulang narasi lama dan kurang berempati karena
            mengesampingkan isu hukum dan HAM. (REUTERS/Willy Kurniawan)
            Jakarta, CNN Indonesia --VisiIndonesia lima tahun ke depan
            yang disampaikan Joko Widodo di pidato pertamanya sebagai
            presiden
            terpilih*<https://www.cnnindonesia.com/tag/jokowi>*dinilai
            masih belum jelas karena narasi atau janji yang dibangun
            masih mengulang-ulang dan justru cenderung berpihak pada
            kelompok besar di Indonesia.

            Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting
            Pangi Syarwi Chaniago menilai Jokowi terlihat
            menggebu-gebu membahas investasi yang luas dan tidak
            menyentuh sama sekali masalah hukum dan *Hak Asasi Manusia
            <https://www.cnnindonesia.com/tag/hak-asasi-manusia>*(HAM)
            hingga pemberantasan korupsi.

            "Padahal kegelisahan rakyat yang sekarang timbul karena
            merasa hukum dan penegakan HAM tidak adil. Membahas
            investasi luas dan bilang akan menghajar yang menghalangi
            investasi justru buat curiga," kata Pangi
            kepada/CNNIndonesia.com/, Senin (15/7).


            Padahal, imbuh Pangi, kegaduhan politik di akar rumput,
            konflik sosial, kesenjangan dan ketidakadilan menjadi
            biang kerok permasalahan bangsa karena lemahnya agenda
            penegakan hukum. Sehingga, narasi Jokowi yang akan
            menghajar siapapun yang menghambat investasi justru
            menimbulkan kecurigaan bahwa Jokowi takut membahas masalah
            hukum dan HAM demi membela korporasi besar atau
            pihak-pihak yang sudah berkontribusi di kampanye*pilpres
            2019 <https://www.cnnindonesia.com/tag/pilpres-2019>*.

            "Anggaran kampanye cukup besar dan budaya politik kita tak
            bisa lepas dari cara transaksional. Buka investasi luas
            untuk balik modal tidak menutup kemungkinan," kata Pangi.


                      Lihat juga:

            Jokowi Diprotes karena Tak Bahas Visi Hukum dan HAM
            
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190715001736-32-412044/jokowi-diprotes-karena-tak-bahas-visi-hukum-dan-ham/>


            Pangi sepakat investasi yang luas bisa menciptakan
            lapangan kerja yang juga luas. Namun kenyataannya, selama
            lima tahun periode pertama Jokowi, penciptaan lapangan
            kerja kurang terlihat. Beberapa BUMN seperti Krakatau
            Steel juga justru tidak menguntungkan.

            Pangi menyoroti pembangunan tol dan infrastruktur Jokowi
            selama ini yang ternyata tidak menguntungkan
            perusahaan-perusahaan dalam negeri.

            "Jadi Jokowi ini lagi bingung, program dia lima tahun
            sebelumnya tidak kelihatan. Jadi banyak narasi yang
            diulang dan justru hilang seperti konsep Maritim dan
            Revolusi Mental," kata Pangi..

            Menurut Pangi, Jokowi pernah mengungkapkan janji politik
            soal membangun Indonesia menjadi negara maritim yang
            tangguh dan membangun Sumber Daya Manusia (SDM) dengan
            konsep revolusi mental. Namun saat pidato kemarin, Jokowi
            melupakan keduanya. Mestinya, kata Pangi, visi seorang
            presiden harus berkelanjutan dan memperkuat apa yang sudah
            ia lakukan di periode yang sudah ia jalankan.
            Narasi Usang Jokowi, Janji Investasi yang Kurang Rasa
            AdilPresiden terpilih Joko Widodo menyampaikan pidato visi
            kebangsaan di Sentul, Bogor. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)


                      Lihat juga:

            Jokowi: Kita Butuh Sosok Menteri yang Berani
            
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714233151-20-412042/jokowi-kita-butuh-sosok-menteri-yang-berani/>


            Selain itu, narasi usang yang dikritik oleh Pangi adalah
            cara Jokowi yang kembali 'membenturkan' rakyat dengan
            wacana anti pancasila. Menurut Pangi, Pancasila sebagai
            satu-satunya ideologi di Indonesia sudah disepakati
            seluruh rakyat Indonesia.

            "Jangan adu rakyat lagi dengan kelompok anti dan yang pro
            pancasila. Masyarakat kecil cuma gelisah karena
            ketidakadilan dan penegakan hukum dan HAM lemah. Harusnya
            narasi itu yang diperkuat," ujar Pangi.

            Narasi pengulangan yang disampaikan Jokowi juga diamini
            pengamat politik Hendri Satrio. Menurut Hendri,salahsatu
            visi baru yang disampaikan Jokowi adalah soal SDM di poin
            membangun Manajemen Talenta Indonesia.

            Hanya saja, menurut hemat Hendri, masalah SDM masih kurang
            dieskplorasi. Sementara/vocational school/adalah janji
            usang Jokowi yang selama ini justru tidak berjalan.


                      Lihat juga:

            Jokowi soal Penghambat Investasi: Saya Akan Kejar dan
            Hajar
            
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714210826-32-412032/jokowi-soal-penghambat-investasi-saya-akan-kejar-dan-hajar/>


            Atas dasar itu, Hendri tak heran Jokowi lebih bersemangat
            kembali mengulang narasi infrastruktur dan investasi.
            Namun Hendri, tak sepakat dengan pesan komunikasi
            Jokowi yang akan menghajar penghambat investasi. Bagi
            Hendri, Jokowi harus lebih empati terhadap hal sensitif

            Pendiri lembaga survei Kedai Kopi ini juga mengkritik
            Jokowi yang tidak membahas masalah hukum dan HAM.

            "Jokowi tipikal orang kerja, orangnya ini suka yang
            kelihatan saja. Suka monumen dan tidak suka konsep. Jadi
            kalau HAM atau hukum tidak kelihatan," kata Hendri
            kepada/CNNIndonesia.com/.
            Narasi Usang Jokowi, Janji Investasi yang Kurang Rasa
            AdilJoko Widodo-Ma'ruf Amin beserta istri di acara
            syukuran kemenangan Pilpres bersama relawan. (ANTARA
            FOTO/Hafidz Mubarak A)


            Lebih lanjut, Hendri mengaku Jokowi sudah cukup baik
            membahas fenomena global hingga ekonomi mikro. Namun
            Hendri menilai Jokowi terlihat masih kebingungan dengan
            apa yang sudah ia lakukan di periode sebelumnya.
            Seharusnya, kata Hendri, Jokowi mengungkapkan apa yang
            sudah menjadi prestasi bagi dia periode sebelumnya, dan
            akan diperkuat di periode 2019-2024.

            "Ini masih terlihat bingung, tidak menyampaikan
            capaian-capaian yang sudah ada dan mau diapain. Malah dia
            jelaskan menteri harus lebih berani dan bahas APBN. Ini
            malah memperlihatkan kalau selama ini menterinya tidak
            berani dan APBN belum optimal," kata Hendri.


                      Lihat juga:

            Jokowi: Oposisi Juga Mulia
            
<https://www.cnnindonesia.com/nasional/20190714204742-32-412031/jokowi-oposisi-juga-mulia/>


            Sebelumnya, Jokowi menyampaikan beberapa poin di pidato
            pertama sebagai presiden terpilih dengan tema 'Visi
            Indonesia'. Jokowi menekankan soal pembangunan
            infrastruktur dan pembangunan SDM seperti vocational
            school dan membangun Manajemen Talenta Indonesia.

            Selain itu, pidato yang juga dihadiri Ma'ruf Amin dan
            partai politik pendukung tersebut menegaskan soal
            investasi seluas-luasnya, membuka lapangan kerja dan
            melakukan reformasi birokrasi.

            Jokowi yang merupakan politikus PDIP itu juga menyinggung
            soal penggunaan APBN yang harus tepat sasaran dan tidak
            ada toleransi bagi pihak yang mengganggu pancasila.

            *(dal/gil)*

            
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>
                不含病毒。www.avg.com
            
<http://www.avg.com/email-signature?utm_medium=email&utm_source=link&utm_campaign=sig-email&utm_content=emailclient>


            
<#m_-2098686049937025871_m_-4773753846834720689_m_-1243270158191203767_m_-5720028257825157100_DAB4FAD8-2DD7-40BB-A1B8-4E2AA1F9FDF2>



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke