https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49026849


Kota Oxford beri penghargaan untuk aktivis pro-kemerdekaan Papua Benny
Wenda, pemerintah RI mengecam

   - 5 jam lalu


   - Bagikan artikel ini dengan Facebook
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49026849#>
   - Bagikan artikel ini dengan Messenger
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49026849#>
   - Bagikan artikel ini dengan Twitter
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49026849#>
   - Bagikan artikel ini dengan Email
   
<?subject=Shared%20from%20BBC%20Indonesia&body=https%3A%2F%2Fwww.bbc..com%2Findonesia%2Findonesia-49026849>

   - Kirim <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-49026849#share-tools>

[image: Benny Wenda]Hak atas fotoOXFORD CITY COUNCILImage captionBenny
Wenda adalah pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP).

Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di London mengecam keras
keputusan Dewan Kota Oxford yang telah memberikan penghargaan Oxford
Freedom of the City Award kepada Benny Wenda pada 17 Juli lalu.

Dalam pernyataan tertulisnya, KBRI London menyebut penghargaan itu
"diberikan kepada orang yang salah karena orang tersebut justru merupakan
pelaku dan pendukung penggunaan kekerasan dalam mencapai tujuan politiknya"..

KBRI London juga mempertanyakan dasar pemberian penghargaan tersebut karena
predikat 'pengampanye damai untuk demokrasi' disematkan kepada Benny Wenda
"di tengah banyaknya bukti yang mengaitkan yang bersangkutan dengan
berbagai kekerasan bersenjata yang terjadi di Papua".

Meski demikian, dalam pernyataannya, KBRI London tidak merinci bukti-bukti
yang dimaksud.

   - TPNPB-OPM bantah klaim tiga kelompok bersenjata di Papua Barat telah
   bersatu <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48872991>
   - Organisasi Papua Merdeka yang menuntut pemisahan Papua dari Indonesia,
   apa dan siapa mereka? <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-46539502>
   - Badan HAM PBB klaim diberi akses ke Papua, aktivis pro-kemerdekaan
   sambut baik, DPR mengkritik
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-47052997>

Lebih jauh, KBRI London menyatakan tindakan Dewan Kota Oxford yang memberi
penghargaan kepada Benny Wenda "kembali melukai perasaan rakyat Indonesia".

Pasalnya, Dewan Kota Oxford sebelumnya telah memberi izin pembukaan kantor
Free West Papua Campaign di Oxford pada 2013.

"KBRI London berpandangan bahwa pemberian penghargaan tersebut dapat
menghambat upaya peningkatan kerja sama Indonesia-Inggris, khususnya dengan
Kota Oxford, terutama di saat kedua negara tengah merayakan 70 Tahun
hubungan diplomatik," sebut pernyataan itu.
[image: papua]Hak atas fotoAFPImage captionPawai pro-kemerdekaan Papua pada
2013 lalu.Penghargaan 'layak diberikan'

Dewan Kota Oxford memberikan Oxford Freedom of the City Award kepada Benny
Wenda, pada Rabu (17/07) lalu.

Walikota Oxford, Craig Simmons, mengatakan penghargaan itu "layak
diberikan" dan Benny Wenda "begtu banyak berkontribusi baik lokal maupun di
panggung internasional".

Saat menerima penghargaan tersebut, Benny Wenda, berujar: "Oxford adalah
salah satu yang pertama mendengar tangisan rakyat Papua Barat untuk
keadilan, hak asasi manusia, dan menentukan nasib sendiri."

"Penghargaan ini menunjukkan warga Oxford mendengar dan merespons."

Pada 2002, pemimpin Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP)
ini mendapat suaka politik di Inggris pada 2002 dan membuka kantor gerakan
Papua merdeka di Oxford pada 2013.

   - Kasus makar di Papua, warga Polandia divonis penjara
   <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48134411>
   - Pembangunan di Papua digalakkan Jokowi, tapi mengapa aspirasi merdeka
   tetap hidup? <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-42184924>
   - Klaim bahwa petisi referendum Papua ‘sudah diserahkan kepada PBB di
   New York’ dibantah <https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-41415732>
   - Benny Wenda: Otsus tidak pernah ubah rakyat Papua
   
<https://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2014/12/141128_papua_separatis_tanya_jawab>

Menanggapi pemberian penghargaan untuk Benny Wenda, Kementerian Luar Negeri
Inggris menyatakan "mendukung integritas teritorial Indonesia dan mengakui
Papua sebagai sebuah bagian keutuhan Indonesia."

"Keberadaan Benny Wenda di Inggris bukan berarti bahwa Pemerintah Inggris
mendukung posisinya mengenai kedaulatan Papua dan penghargaan yang
diberikan Dewan Kota Oxford tidak berpengaruh terhadap kebijakan Pemerintah
Inggris. Dewan lokal secara politik bersifat independen dari Pemerintah
Pusat sehingga hal ini merupakan urusan Dewan Kota Oxford."

Sosok Benny Wenda beberapa kali dilingkupi kontroversi.

Awal Juli lalu, Kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi
Papua Merdeka (TPNPB-OPM) membantah klaim Benny Wenda
<https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-48872991> bahwa dia telah
menyatukan tiga kelompok bersenjata, termasuk TPNBP/OPM.

Juru bicara TPNBP/OPM, Sebby Sambom, mengatakan klaim sepihak ULMWP di
bawah Benny Wenda "hanya untuk mendapatkan legitimasi untuk berdiplomasi di
tingkat internasional".

"Mereka cari legitimasi karena kami tidak kompromi. Mereka sendiri yang
menghancurkan persatuan nasional bangsa Papua Barat dan kaum militer,"
katanya.

Kemudian pada Januari silam, Wakil juru bicara Badan PBB untuk Hak Asasi
Manusia (OHCHR), Ravina Shamdasani, menepis klaim Benny Wenda bahwa dia
melakoni pertemuan khusus dengan Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle
Bachelet.

Shamdasani mengatakan tidak ada pertemuan khusus antara Bachelet dan Benny
Wenda.

Kirim email ke