https://dunia.tempo.co/read/1226066/kementerian-luar-negeri-geram-separatis-papua-dapat-penghargaan/full&view=ok
Kementerian Luar Negeri Geram Separatis Papua
Dapat Penghargaan
Reporter:
Non Koresponden
Editor:
Suci Sekarwati
Kamis, 18 Juli 2019 20:45 WIB
Tokoh Separatis Papua Barat Benny Wenda (kiri).[bennywenda.org]
<https://statik.tempo.co/data/2018/12/06/id_801895/801895_720.jpg>
Tokoh Separatis Papua Barat Benny Wenda (kiri).[bennywenda.org]
*TEMPO.CO*, *Jakarta* - Kementerian Luar Negeri RI menghargai sikap
pemerintah pusat Inggris yang mendukung persatuan NKRI dan pernyataan
Inggris bawah penghargaan yang diberikan kepada tokoh separatis Papua
<https://www.tempo.co/tag/papua>, Benny Wenda tidak berdampak apapun.
Dukungan itu diberikan pemerintah pusat Inggris setelah dewan pemerintah
kota (pemkot) Oxford, Inggris, memberikan Benny penghargaan Fredom of
Oxford, Kamis, 18 Juli 2019.
Benny adalah tokoh separatis Papua, yang melarikan diri dan sekarang
tinggal di Oxford, Inggris dengan status sebagai pengungsi. Kementerian
Luar Negeri RI mengecam penghargaan yang diberikan oleh pemkot Oxford
kepada Benny.
Ini Alasan PBB Tolak Kemerdekaan Papua Barat
<https://dunia.tempo.co/read/1152838/ini-alasan-pbb-tolak-kemerdekaan-papua-barat>
Seorang berjalan di depan kantor Benny Wenda di Oxford, Inggris.
Tempo/Kartika Chandra
Menurut Plt Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI Teuku Faizasyah,
Benny diduga pernah terlibat tindak kekerasan saat sebuah unjuk rasa di
Abepura, Papua, berubah menjadi ricuh dan menewaskan aparat kepolisian.
Dengan begitu, penghargaan Fredom of Oxford yang diberikan kepada Benny
memperlihatkan ketidakfahaman pemkot Oxford pada yang bersangkutan.
"Penghargaan ini maknanya tidak besar, tetapi karena penerima
penghargaan tersangkut gerakan separatis,maka Indonesia bersuara apalagi
ini dikaitkan dengan kebebasan dan perdamaian. Indonesia tidak akan
mundur 1 inch-pun demi tegaknya NKRI," kata Faizasyah, Kamis, 18 Juli 2019.
OPM di Papua Tak Tahu Aktivitas Benny Wenda
<https://nasional.tempo.co/read/479883/opm-di-papua-tak-tahu-aktivitas-benny-wenda>
Faizasyah mengatakan pemerintah pusat Indonesia sudah melakukan berbagai
upaya mengembangkan dan melakukan pemekaran wilayah Papua. Fakta ini
bertolak belakang dengan yang dikampanyekan Benny.
"Kami pun sudah menyampaikan keberatan kepada pihak pemkot Oxford dan
penghargaan yang diberikan pada Benny ini secara tak langsung mengakui
tindak kekerasan yang dilakukan Benny. Benny sendiri belum lama ini
bahkan mengakui bertanggung jawab atas separatisme di Papua," kata
Faizasyah.
Rencana pemberian penghargaan kepada Benny sudah mencuat sejak tahun
lalu dan Indonesia sudah menyampaikan keberatan dengan alasan sepak
terjang yang dilakukan Benny sebagai tokoh separatis Papua. Ketika itu,
keberatan disampaikan Indonesia lewat Kedutaan Inggris di Jakarta dan
dalam kesempatan pertemuan bilateral.
Pemerintah pusat Inggris menegaskan posisinya tidak berubah, yakni
mendukung kesatuan NKRI. Hanya saja, pemerintah pusat Inggris terbatas
ruang geraknya karena Fredom of Oxford adalah penghargaan yang diberikan
pemerintah kota Oxford dan mereka memiliki pendekatan yang berbeda
terhadap peran Benny di Papua <https://www.tempo.co/tag/papua>.