Lha, kalau bisa, kan pemerintah tidak perlu kasih bantuan pada yang miskin ?
Pada tanggal Jum, 19 Jul 2019 pukul 00.17 Sunny ambon [email protected] [GELORA45] <[email protected]> menulis: > > > > > > > https://nasional.sindonews.com/read/1419197/15/sesuai-syariah-super-qurban-bisa-jadi-solusi-ketahanan-pangan-ri-1562783698 > > > > *Sesuai Syariah, Super-Qurban Bisa Jadi Solusi Ketahanan Pangan RI* > > *Muh Iqbal Marsyaf* > <https://index.sindonews.com/blog/2267/muh-iqbal-marsyaf> > > Kamis, 11 Juli 2019 - 02:04 WIB > > > > > *JAKARTA* - Saat Hari Raya Kurban, berlimpah pasokan daging dengan jutaan > ton protein. Sayangnya, protein itu umumnya habis hanya dalam hitungan > hari. > > “Belum lagi, pemandangan berdesak-desakan para penerima manfaat hewan > kurban. Berangkat dari masalah ini, kami membangun program ‘Superqurban’,” > kata Nur Efendi, CEO Rumah Zakat di Jakarta, Rabu (10/7/2019). > > Nur Efendi menjelaskan, Superqurban adalah program optimalisasi hewan > kurban dengan mengolah dan mengemas daging kurban menjadi cadangan pangan > dari protein hewani dalam bentuk kornet ataupun rendang. Proses tersebut > dilakukan sesuai syariah yang dicontohkan pada zaman Nabi Muhammad, SAW. > > Hewan kurban dipilih yang sudah sesuai umur, sehat, dan tidak ada cacat > berdasarkan pengawasan dewan syariah dan dokter hewan. Yang jelas > pemotongannya dilakukan di Hari Idul Adha dan tiga hari tasyrik. > > "Superqurban ini sesuai hadist yang disampaikan oleh Aisyah, bahwa dahulu > mereka biasa mengasinkan (mengawetkan) daging udhiyyah (kurban) sehingga > mereka bawa ke Madinah. Kemudian Nabi SAW bersabda: Janganlah kalian > menghabiskan daging udhiyyah hanya dalam waktu tiga hari (HR. > Bukhari-Muslim)," ungkap Nur. > > Diproses dengan menggunakan tehnologi tinggi, dia menegaskan, Superqurban > bisa tahan lama hingga tiga tahun. Hal ini yang membuat produk olahannya > bisa dinikmati sepanjang tahun oleh masyarakat pelosok Indonesia, bahkan > dunia. > > Sebagai negara yang terletak di wilayah yang rawan bencana, Indonesia > harus terus meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya > bencana, serta potensi kerawanan pangan yang bersifat transien sebagai > dampak bencana. “Ini bisa memberikan solusi dalam ketahanan pangan dan > pemenuhan gizi masyarakat yang terkena bencana,” ujarnya. > > Tahun lalu Rumah Zakat telah menyalurkan 502.521 paket Superqurban untuk > 251.257 penerima manfaat. Sedangkan dari Januari-Juni 2019, pihaknya telah > menyalurkan 161.986 paket Superqurban untuk 80.993 penerima manfaat. > > Dengan jumlah terbanyak disalurkan di desa dan pelosok, serta terbanyak > kedua untuk wilayah bencana. Sementara itu di Idul Adha tahun ini, Rumah > Zakat menargetkan 15.000 pekurban dengan satu juta paket Superqurban untuk > didistribusikan kepada yang berhak. > > Solusi pemenuhan pangan ini tidak hanya diperuntukan bagi masyarakat > Indonesia, tapi juga bagi para pengungsi di empat negara yang mengalami > perang maupun kelaparan. Seperti Palestina, Suriah, Myanmar, dan > Bangladesh. Selama tahun 2018-2019 Superqurban tersalurkan bagi ribuan > pengungsi tersebut. > > > “Karena praktis saat disalurkan dan tahan lama, Superqurban menjadi paket > andalan dalam penyaluran bantuan pangan bagi masyarakat di luar Indonesia.. > Dengan demikian kami berharap Superqurban benar-benar bisa menjadi solusi > ketahanan pangan bagi Indonesia dan Dunia,” ungkap Nur. > > Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI, Hasanuddin, mengatakan, inovasi > program Superqurban ini patut disambut baik. Dipastikan juga tidak > menyalahi aturan hukum Islam. “Dari sisi hukum Islam tidak ada masalah atau > boleh dilakukan. Sebab dilakukan untuk kemaslahatan umat,” imbuhnya. > > Diakuinya dari sisi fatwa memang belum ada. Karena itu, dia berharap Rumah > Zakat segera mengusulkan ke Komisi Fatwa MUI. “Insya Allah jika ada yang > meminta dalam waktu dekat akan dikeluarkan,” janji Hasanuddin > > >
