On Thu, Jul 18, 2019 at 11:31 PM 'j.gedearka' [email protected] [GELORA45] <[email protected]> wrote:
> > > > > https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/mengapa-novel-baswedan-malah-t > > erkesan-dipojokkan > > > Mengapa Novel Baswedan Malah Terkesan > Dipojokkan? > > Kamis 18 Jul 2019 06:06 WIB > > Red: Andri Saubani > > - * 51 * > > <https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/mengapa-novel-baswedan-malah-terkesan-dipojokkan#> > - > > <https://twitter.com/intent/tweet?status=Mengapa%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20Novel%20Baswedan%20Malah%20Terkesan%20Dipojokkan?%0D%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20%20https://republika.co.id/r/pusmg8409> > - *5* > > <https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/mengapa-novel-baswedan-malah-terkesan-dipojokkan#comment-list> > - > > [image: Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan > memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4/2019).] > > Penyidik Senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan > memberikan keterangan pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (26/4/2019). > Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya > *TPF bentukan Kapolri tidak berhasil mengungkap pelaku penyerangan > terhadap Novel.* > > REPUBLIKA.CO.ID, oleh *Mabruroh, Dian Fath Risalah* > > Dewan Pakar Tim Pencari Fakta (TPF) kasus penyiraman terhadap penyidik > senior KPK, Novel Baswedan pada Rabu (17/7), memaparkan hasil > investigasinya selama enam bulan bekerja. Tanpa bisa mengungkap siapa > pelaku penyerangan, TPF menduga, penyerangan yang dilakukan pelaku terhadap > Novel dilatarbelakangi oleh dendam. > Baca Juga > > - Amnesty Nilai TPF Polri Gagal Ungkap Penyerang Novel > > <https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/nasional/politik/19/07/17/puscpm409-amnesty-nilai-tpf-polri-gagal-ungkap-penyerang-novel> > - Pelaku Penyerangan Novel Belum Terungkap, Ini Kata TGPF > > <https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/nasional/hukum/19/07/17/pusjyg384-pelaku-penyerangan-novel-belum-terungkap-ini-kata-tgpf> > - TPF Ungkap Tiga Orang Mencurigakan Sebelum Novel Diserang > > <https://www.republika.co.id/berita/nasional/news-analysis/pusmg8409/nasional/politik/19/07/17/pus2te409-tpf-ungkap-tiga-orang-mencurigakan-sebelum-novel-diserang> > > “Sekurang-kurangnya enam kasus *high profile* yang ditangani oleh korban > (Novel). TPF meyakini kasus-kasus itu berpotensi menimbulkan serangan balik > atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan kewenangan secara > berlebihan,” kata anggota TPF, Nur Cholis, Rabu (17/7). > > TPF pun merekomendasikan kepada kepolisian RI untuk membentuk tim teknis > dengan kemampuan yang spesifik, yang tidak dimiliki oleh TPF. Kemudian, TPF > juga meminta tim nantinya dapat mendalami siapa orang pada 5 April 2017 > mendatangi rumah Novel di Jakarta Utara. Serta dua orang tidak dikenal yang > pada tanggal 10 April 2017 sedang duduk-duduk di masjid yang mana esok > harinya menjadi TKP penyiraman air keras. > > Seperti diketahui, Novel menjadi korban penyiraman air keras oleh orang > tak dikenal pada 11 April 2017 di kawasan tempat tinggalnya di Kelapa > Gading, Jakarta Utara. Akibat serangan tersebut, mata kiri Novel rusak > permanen. Sudah dua tahun polisi tak mampu mengungkap siapa dalang, pelaku, > dan motif penyerangan itu. > > Wadah Pegawai KPK menilai TPF yang dibentuk Kapolri Jenderal Tito > Karnavian telah gagal mengungkap kasus teror yang dialami Novel Baswedan. > Wadah Pegawai bahkan keberatan dengan frasa "adanya dugaan penggunaan > kewenangan secara berlebihan" yang digunakan oleh TPF saat memaparkan hasil > investigasinya kepada pers, kemarin. > > "Temuan Tim Pakar memojokkan korban dan membuat *distrust* terhadap upaya > pemberantasan korupsi di negeri kita," kata Ketua WP KPK, Yudi Purnomo > Harahap di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (17/7). > > Yudi menyatakan, selama enam bulan bekerja tim yang beranggotakan para > pegiat HAM, akademisi, dan pakar itu gagal mengungkap peneror Novel baik > pelaku lapangan apalagi aktor intelektual. Alih-alih mengungkap pelaku, TPF > justru mengembangkan motif terjadinya teror atas Novel. > > "Ternyata hari ini kami pegawai KPK menyaksikan konferensi pers dan rakyat > Indonesia hasilnya jauh panggang daripada api," kata Yudi. > > "Bagaimana mungkin motif ditemukan, tapi pelaku tidak didapatkan. Sebab > seharusnya jika pelaku ditangkap baru diketahui motif," ujar Yudi > menambahkan. > > Wakil Ketua KPK Laode M Syarif juga mengutarakan kekecewaannya atas > laporan hasil investigasi TPF. Menurut Laode, KPK juga kurang memahami > konteks penggunaan istilah *excessive use of power* (penggunaan > kewenangan berlebihan) oleh TPF. > > "Kami tegaskan dalam melaksakan tugasnya penyidik menggunakan wewenang > sesuai hukum acara yang berlaku," kata Laode. > > Sehingga, menurut Laode, tidak ada perbuatan penggunaan kewenangan secara > berlebihan yang dilakukan oleh Novel dalam bertugas. Oleh karenanya, KPK > mengajak semua pihak agar tetap fokus menemukan pelaku, bukan mencari > alasan atau membangun isu-isu lain. > > "Pimpinan KPK akan membicarakan langkah berikutnya agar teror dan serangan > seperti ini bisa ditangani, pelaku ditemukan dan hal yang sama tidak > terulang kembali," ujarnya. > > *Presiden didesak bentuk TGPF* > > Manajer Kampanye Amnesty International Indonesia, Puri Kencana Putri > meminta agar Presiden Joko Widodo harus secara proaktif dan segera > mengambil inisiatif membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) independen. > TPF diperlukan setelah tim pakar yang dibentuk Polri gagal mengungkap > pelaku penyerangan Novel Baswedan. > > "Temuan mereka gagal memberikan harapan baru bagi korban dan publik luas > akan suatu terobosan baru bagi pengungkapan salah satu kejahatan yang > paling disorot di Indonesia," tegas Puri dalam keterangan tertulisnya, Rabu > (17/7). > > Menurut Puri, temuan Tim Pakar mengecewakan, mengingat tim tersebut sudah > diberikan waktu selama enam bulan untuk mengungkap fakta dan data di balik > penyerangan Novel. Alih-alih menemukan pelaku ataupun identitas pelaku, tim > tersebut menyematkan tuduhan yang tidak etis bagi seorang korban yang > sedang mencari keadilan seperti Novel Baswedan. > > “Adalah tidak logis jika tim belum menemukan pelaku tapi malah sudah > mempunyai kesimpulan terkait probabilitas di balik serangan Novel yaitu > adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan," tegasnya. > > Koordinator Divisi Korupsi Politik Indonesian Corruption Watch (ICW), > Donal Fariz mengapresiasi respons cepat Presiden Joko Widodo terhadap kasus > Baiq Nuril. Ia berpandangan, seharusnya respons serupa juga diberikan untuk > kasus Novel Baswedan > > "Kenapa terhadap orang yang bekerja untuk negara, responsnya tidak secepat > itu," kata Donal Fariz kepada awak media di kantor ICW, Jalan Kalibata > Timur IV D nomor 6, Pancoran, Jakarta, Rabu (17/7). > > Donal menambahkan, pengusutan kasus Novel Baswedan seharusnya mendapatkan > prioritas. Pasalnya, pengusutan kasus tersebut menunjukkan komitmen > penyelenggara negara terhadap pemberantasan korupsi. > > Selain itu, Novel harusnya tidak dilihat sebagai pekerja KPK saja. > Melainkan, ia juga merupakan "pekerja" negara. > > "Ketika Novel atau penyidik KPK lain menjalankan fungsi mengembalikan > keuangan negara. Maka yang diuntungkan dengan pengembalian keuangan itu > adalah negara. Harusnya novel itu dipandang sedang menjalankan tugas > negara," ujarnya. > > Pada saat yang sama, Donal menerangkan, ICW akan terus mengawal kasus > tersebut. Ia menghitung, kasus Novel telah berjalan lebih dari 800 hari dan > belum menemukan titik terang. > > "Kasus mutilasi di hutan di mana tidak ada CCTV, penyidik kepolisian bisa > mengembangkan itu. Kenapa kasus yang ada CCTV-nya kemudian tidak bisa?". > [image: photo] > > Kronologi Kasus Novel Baswedan > > BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik > <https://www.republika.co.id/kanal/news/politik> Persepektif > Republika.co.id, Klik di Sini > <https://www.republika.co.id/kanal/news/politik> > > > > > > >
