https://metro.tempo.co/read/1227320/disinggung-mendagri-soal-dinas-luar-negeri-ini-kata-anies/full&view=ok


 Disinggung Mendagri Soal Dinas Luar Negeri, Ini


 Kata Anies

Reporter:


       Taufiq Siddiq

Editor:


       Ninis Chairunnisa

Senin, 22 Juli 2019 18:01 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana <https://statik.tempo.co/data/2019/07/19/id_856870/856870_720.jpg>

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Balai Kota, Jakarta Pusat, pada Jumat, 19 Juli 2019. TEMPO/Lani Diana

*TEMPO.CO, Jakarta* - Gubernur DKI Jakarta Anies <https://www.tempo.co/tag/anies> Baswedan menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo yang menyinggung kunjungan kerjanya ke luar negeri.

Anies menilai Kementerian Dalam Negeri baiknya mengatur soal berpergiannya kepala daerah ke luar negeri. Hal ini, kata dia, juga sesuai dengan standar operasi prosedur (SOP) pengajuan izin dinas ke luar negeri kepala daerah yang baru dikeluarkan Kemendagri.

"Baik diatur Kemendagri, dengan begitu Kemendagri bisa mengatur mana yang pergi ke luar negeri untuk mendapatkan kerja sama, investasi, dan mana yang pergi untuk jalan-jalan," kata Anies di DPRD DKI Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

Anies pun mendukung Kemendagri untuk membuka data terkait kunjungan kerja luar negeri kepala daerah. "Saya malah senang kalau diatur dan datanya dibuka, daftar kegiatannya apa, dengan begitu saya bisa menunjukan ini loh kunjungan kerja saya," ujarnya.

Selama tahun ini, Anies mengakui ia sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke luar negeri, mulai dari Jepang, Kolombia hingga Amerika Serikat. Ia memastikan jika kegiatan tersebut merupakan kegiatan resmi kepala daerah yang diundang penyelenggara secara langsung.

Anies kemudian memaparkan sejumlah capaiannya saat kunjungan ke luar negeri. Salah satunya adalah Jakarta yang berhasil menjadi tuan rumah balapan Formula E.

"Saya Alhamdulillah setiap kali pergi justru untuk mengundang orang datang ke Indonesia, termasuk membawa Formula E untuk bermain di sini. Nah itu harus dikerjakan dengan datang ke luar negeri," kata Anies.

Pada 19 Juli 2019, Mendagri Tjahjo Kumolo meneken surat bernomor 009/5546/SJ dan 009/5545/SJ tentang SOP izin dinas ke luar negeri kepala daerah. Tjahjo menegaskan hal ini dibuat untuk memastikan tak ada kepala daerah yang bepergian secara sembarangan. "Dasarnya ada juga beberapa kepala daerah yang asal pergi. Asal pergi, tidak mengajukan izin. Kan nggak enak, kami ditanya bapak presiden," kata dia di Jakarta Convention Center, Jakarta Pusat, Senin, 22 Juli 2019.

Tjahjo mengatakan masih ada kepala daerah yang masih menunjukan intensitas berpergian ke luar negeri yang tinggi. Saat ditanya wartawan apakah salah satunya adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Tjahjo enggan mengkonfirmasi.

Namun, ia mengakui Anies beberapa kali bepergian ke luar negeri. "Dia (Anies) nggak ada wakil (Gubernur), tapi satu tahun berapa kali dia (bepergian). Hampir sebulan dua tiga kali. Ada loh gubernur hampir tiap minggu izin ke luar negeri, ada," kata Tjahjo.

Meski begitu, Tjahjo tak menjawab pertanyaan siapa saja gubernur yang setiap pekan izin ke luar negeri. Ia mengatakan Kemendagri terkadang berada dalam posisi dilematis. Beberapa kepala daerah, kata dia, memang memiliki agenda khusus saat pergi ke luar negeri.

------------------------------------------------------------------------


Ini Alasan Lilik Gantikan Amien Rais Jalan Kaki Yogya-Jakarta Kompas.com - 22/07/2019, 14:01 WIB Bagikan: Komentar Pemuda asal Blora, Jawa Tengah, Lilik Yuliantoro melakukan aksi jalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta di Kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (22/7/2019). Aksi itu bermaksud menggantikan nazar Amien Rais berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta serta menjadi wujud merajut aspirasi rakyat Indonesia karena dalam perjalananya Lilik Yulianto akan membawa titipan aspirasi dari daerah-daerah yang dilaluinya dan selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo. Pemuda asal Blora, Jawa Tengah, Lilik Yuliantoro melakukan aksi jalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta di Kawasan Tugu Pal Putih, Yogyakarta, Senin (22/7/2019). Aksi itu bermaksud menggantikan nazar Amien Rais berjalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta serta menjadi wujud merajut aspirasi rakyat Indonesia karena dalam perjalananya Lilik Yulianto akan membawa titipan aspirasi dari daerah-daerah yang dilaluinya dan selanjutnya akan diserahkan kepada Presiden Joko Widodo.(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko) YOGYAKARTA, KOMPAS.com-Seorang pria bernama Lilik Yuliantoro berjalan kaki dari Yogyakarta hingga Jakarta. Warga Blora berusia 29 tahun ini jalan kaki hingga Jakarta untuk menggantikan Amien Rais. Lilik Yuliantoro memulai aksinya dari Tugu Yogyakarta pada Senin (22/07/2019). Ia membawa kertas bertuliskan " Aksi Jalan Kaki Jogja-Jakarta menggantikan nazar Amin Rais". Lilik menyampaikan, ia tidak menghubungi Amien Rais jika dirinya akan menggantikan nazar berjalan kaki dari Yogyakarta menuju Jakarta. Sebab, apa yang dilakukannya ini merupakan inisiatif sendiri. Selain itu, apa yang dilakukanya ini tidak ada kaitannya dengan politik. "Berhubung Bapak Amien Rais sudah tua, Saya terketuk untuk mengantikan nazar beliau. Saya netral (tidak mendukung Amien Rais), tidak ada yang menyuruh atau membayar, tapi dari hati yang penting ikhlas," jelasnya. Baca juga: Gantikan Amien Rais, Pria Ini Jalan Kaki dari Yogya ke Jakarta Diungkapkannya, tujuan menggantikan Amien Rais karena nazar tersebut belum juga dilaksanakan. Sehingga, dirinya berinisiatif mengantikan agar tidak ada bully-an lagi dari masyarakat. "Dari pada di-bully masyarakat, lebih baik saya yang melaksanakan. Biar persatuan Indonesia tetap terjaga," tegasnya. Sebelum berangkat, kepada wartawan, Lilik Yuliantoro mengatakan mengetahui nazar Amien Rais setelah membaca berita. Lilik membaca jika Amien Rais bernazar akan berjalan kaki ketika Joko Widodo terpilih menjadi presiden. "Lihat-lihat Pak Amien Rais sering statement jalan kaki tetapi tidak dilaksanakan, agak sedikit geram. Terus dari hati saya menuju Yogya untuk menggantikan," ujar Lilik Yuliantara di Tugu Yogyakarta. Baca juga: Beda dengan Amien Rais, Zulhas Sebut Dukung Jokowi Tak Mesti Bersyarat Pria asal Blora ini mengaku tidak ada persiapan khusus. Ia juga hanya membawa dua kaos, air minum, bendera Merah Putih dan uang Rp 50.000. "Target saya 22 hari sampai Jakarta. Insya Allah bila diizinkan, ingin bertemu (Jokowi). Saya ingin menyampaikan sepucuk surat dari masyarakat, sama wayang kulit sengkuni, nanti beli di jalan," tandasnya. Selain berharap bertemu dengan Joko Widodo, Lilik juga akan berkunjung ke rumah Amien Rais dan Prabowo Subianto di Jakarta. Lilik mengajak masyarakat dan semua elemen bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan. "Mari kita bersama-sama membangun Indonesia, jangan ada saling menghujat, politik sudah selesai. Mari menjaga NKRI, Bhnineka Tunggal Ika, Pancasila," katanya. (Wijaya Kusuma/Kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com <http://kompas.com> dengan judul "Ini Alasan Lilik Gantikan Amien Rais Jalan Kaki Yogya-Jakarta", https://yogyakarta.kompas.com/read/2019/07/22/14012181/ini-alasan-lilik-gantikan-amien-rais-jalan-kaki-yogya-jakarta.

Editor : Khairina

Kirim email ke