Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Selesainya batas darat Indonesia-Timor Leste
Oleh Fauzi Selasa, 23 Juli 2019 00:39 WIB
Selesainya batas darat Indonesia-Timor Leste
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto
(tengah) bertemu Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik
Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao (kiri) menandatangani kesepakatan
garis batas darat antara Republik Indonesia dengan Timor Leste
(unresolved segments) di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, Senin
(22/7/2019). (ANTARA/FAUZI LAMBOKA)
Dengan persahabatan itu juga lebih mudah menata batas-batas perbatasan
Jakarta (ANTARA) - Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik
Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao sekaligus ketua perundingan
mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Politik Hukum dan Keamanan
(Kemenkopolhukam) di Jalan Merdeka Barat, Jakarta, Senin (22/7).
Dengan senyum merekah, Xanana disambut Menteri Luar Negeri (Menlu) RI
Retno Marsudi dan berbincang sesaat, sebelum mereka bertemu
Menkopolhukam Wiranto untuk melakukan pertemuan sekitar 30 menit terkait
perbatasan darat kedua Negara.
Usai pertemuan itu, Wiranto dan Xanana Gusmao disaksikan Retno Marsudi
menandatangani kesepakatan garis batas darat antara Republik Indonesia
dengan Timor Leste (unresolved segments).
"Saya sampaikan bahwa semua perundingan batas darat secara prinsip sudah
selesai. Selanjutnya kita akan melanjutkan perundingan batas maritim,"
jelas Wiranto didampingi Xanana usai menandatangani kesepakatan tersebut.
Wiranto menyatakan dengan selesainya kesepakatan itu, maka akan
ditindaklanjuti melalui/senior officer consultation/(SOC) untuk
dituangkan dalam adendum dua, yaitu perjanjianperbatasan wilayah
<https://nasional.tempo.co/read/1169542/soal-jalur-tikus-di-perbatasan-wiranto-banyak-wilayah-ompong>tahun
2005, antara Indonesia dan Timor Leste.
Pertemuan Wiranto dan Xanana merupakan pertemuan sahabat yang dirancang
sejak lama, untuk membicarakan hal-hal strategis terkait kedua negara.
Menurut Wiranto, walaupun di masa lalu Indonesia dan Timor Leste pernah
berkonflik, tetapi mereka telah berjanji untuk melupakan masa lalu dan
menata masa depan.
"Dengan persahabatan itu juga lebih mudah menata batas-batas
perbatasan," ujar Wiranto.
Dua perbatasan antara Indonesia dengan Timor Leste yakni Noel
Besi-Citrana dan Bidjael Sunan-Oben.
Perbatasan Noel Besi-Citrana merupakan wilayah yang berada di Kabupaten
Kupang, Nusa Tenggara Timur, di mana berbatasan langsung dengan
Oecusse-Ambeno, bagian dari wilayah Timor Leste. Sementara Bidjael
Sunan-Oben merupakan wilayah yang berada di Manusasi, Kabupaten Timor
Tengah Utara (TTU).
Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto
(kiri) didampingi Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik
Demokratik Timor Leste Xanana Gusmao (kanan) saat memberikan keterangan
pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, Senin (22/7/2019). (ANTARA/FAUZI
LAMBOKA)
*Perundingan panjang*
Persetujuan sementara antara Pemerintah Republik Indonesia dan
Pemerintah Republik Demokratik Timor Leste mengenai Perbatasan Darat
dituangkan dalam/Provisional Agreement/yang disepakati di Dili tanggal 8
April 2005. Pada/Provisional Agreement/tahun 2005
terdapat/tiga/wilayah/unresolved segment/, yaitu Noelbesi-Citrana,
Bijael Sunan-Oben dan Dilumil-Memo.
Pada tahun 2013 dilakukan adendum terhadap/Provisional Agreement/tahun
2005. Salah satu isi dari perubahan kesepakatan tersebut adalah
mengenai/unresolved segment/Dilumil-Memo.
Kedua negara akhirnya menemukan titik temu untuk menyepakati garis batas
negara di segmen Dilumil-Memo.
Hingga sekarang perbatasan Indonesia-Timor Leste masih menyisakan
dua/unresolved segment/yaitu Noelbesi-Citrana dan Bijael Sunan-Oben.
Awal tahun 2017 di Jakarta, Menkopolhukam Wiranto didamping Menlu Retno
Marsudi melakukan pertemuan pertama kali dengan Xanana Gusmao. Pertemuan
itu menyepakati pembentukan/Senior Official Consultation/(SOC) yaitu
sebuah grup kecil yang akan membahas secara teknis kesepahaman atau
kesepakatan untuk menyelesaikan dua titik batas darat tersebut.
Pertemuan pertama SOC kali pertama dilaksanakan pada 10 Maret di Bali.
Kala itu delegasi SOC dari Timor Leste akan dikepalai oleh Wakil Menteri
Luar Negeri, Roberto Soares. Sedangkan Indonesia diketuai oleh Direktur
Jenderal Asia Pasifik dan Afrika, Desra Percaya.
Pertemuam SOC ke 4 pada Desember 2018 silam, telah disepakati/Term of
Reference/(TOR)/Joint Field Visit/(JFV)/on the Resolution of the Noel
Besi-Citrana and Bidjael Sunan-Oben Segments/. JFV ini bertujuan untuk
menelusuri seluruh elemen relevan yang ada pada Traktat 1904.
Dokumen Traktat 1904 tersebut menunjukkan penanda batas antara wilayah
Portugis dan Belanda yang kini menjadi dokumen acuan untuk batas
Indonesia dengan Timor Leste.
Untuk mempercepat penyelesaian batas itu, Badan Informasi Geospasial
(BIG) mengambil peran sebagai/leading sector/pada kegiatan JFV dalam
menyelesaikan/unresolved segment/pada perbatasan Republik Indonesia (RI)
dengan Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL).
Perbatasan Noel Besi-Citrana merupakan wilayah yang berada di Kabupaten
Kupang, Nusa Tenggara Timur, di mana berbatasan langsung dengan
Oecusse-Ambeno, bagian dari wilayah Timor Leste. Perbatasan tersebut
ditandai oleh aliran sungai Noel Besi yang bermuara di Laut Sawu.
Sementara Bidjael Sunan-Oben merupakan wilayah yang berada di Manusasi,
Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU).
Menteri Perencanaan dan Investasi Strategis Republik Demokratik Timor
Leste Xanana Gusmao (kanan) memeluk Menteri Koordinator Politik Hukum
dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto (kiri) seusai memberikan keterangan
pers di Kantor Kemenpolhukam Jakarta, Senin (22/7/2019). (ANTARA/FAUZI
LAMBOKA)
Kepala Bidang Pemetaan Batas Negara BIG, Astrit Rimayanti menjelaskan
untuk menyelesaikan sengketa, JFV dilaksanakan oleh BIG bersama
Dittopad, Kementerian Pertahanan, dan perwakilan dari Timor-Leste pada
tanggal 28 April hingga 15 Mei 2019. Hasil dari survei tersebut kemudian
dipresentasikan pada pertemuan SOC ke-5 di Bali pertengahan tahun 2019.
"Survei dilaksanakan menyusuri/thalweg/(bagian terdalam dari aliran
sungai) hingga muara Sungai Noel Besi. Selain itu, dilakukan juga
pengukuran azimut ke Pulau Batek. Sebagai tambahan, dilakukan pula
perekaman video Noel Besi dan Nono Tu-Inaan menggunakan pesawat nirawak,
dan delineasi wilayah manusasi," jelas Astrit.
Akhir tahun 2018, Pemerhati masalah perbatasan dari Universitas Widya
Mandira (Unwira) Kupang, NTT Pater Gregorius Neonbasu SVD mengkritisi
masalah tapal batas antara RI-Timor Leste penangannya berlarut-larut.
"Kasus perbatasan ini sudah berlarut-larut. Semenjak tahun 2006 saya
terlibat dalam berbagai urusan, diskusi soal penanganan tapal batas,
namun hingga saat ini belum ada juga titik terang," ucap Pater.
Bagaimana pun proses panjang yang dilalui, Xanana Gusmao mengatakan
kedua Negara memiliki rasa persaudaraan dan atas nama Timor Leste,
dirinya mengucapkan rasa terimakasih kepada Menkopolhukam Wiranto dan
Menlu Retno Marsudi.
"Saya bilang bahwa hari esok akan lebih baik," ujar Xanana dengan
senyuman dan memeluk Menkopolhukan Wiranto.
Menko Polhukam lantik Sekjen DKN Laksda TNI Ahmad Jamaludin
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 0:53
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Oleh Fauzi
Editor: Chandra Hamdani Noor
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com