Ucapan untuk Surya Paloh dan Kemungkinan Perluasan Koalisi Jokowi
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Endri Kurniawati
Selasa, 23 Juli 2019 08:06 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua
Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli
2019. TEMPo/Dewi NuritaPelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso
Monoarfa usai bertemu Ketua Umum Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem,
Jakarta pada Senin, 22 Juli 2019. TEMPo/Dewi Nurita
*TEMPO.CO*,*Jakarta*- Berjalan__bergegas sambil memegangi ponselnya,
Pelaksana Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tiba-tiba kembali lagi
ke kantor DPP Nasdem, Jakarta sekitar pukul 20.17, Senin, 22 Juli 2019.
Ini kedatangan kedua Suharso setelah siang hari, sekitar pukul 13.40,
dia menyambangi Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, sejawatnya
dikoalisi<https://www.tempo.co/tag/koalisi-jokowi>Jokowi
<https://www.tempo.co/tag/koalisi-jokowi>, di kantornya. "Ada rundingan
lagi kayaknya, saya dipanggil lagi ini. Ada apa ya?" ujar Suharso saat
ditanyai tentang kedatangannya yang kedua.
Siang hingga malam hari kemarin, Surya Paloh berturut-turut menerima
kedatangan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum Suharso
Monoarfa dan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. Keluar dari kantor
Nasdem sekitar pukul 13.30, Muhaimin mengaku hanya mengucapkan selamat
ulang tahun kepada Surya yang baru saja merayakan hari jadinya yang
ke68. "Saya kan waktu itu enggak datang ke acara ultah Bang Surya, jadi
saya datang sekarang ngucapin selamat," ujar Muhaimin.
Selang 10 menit setelah Muhaimin pergi, Suharso Monoarfa datang
sendirian, membawa semacam map. Dia tidak mengatakan apapun ketika tiba.
Kurang lebih satu jam berlalu, Suharso keluar dari kantor DPP Nasdem
pada pukul 15.00. Pernyataan bekas Wantimpres itu serupa dengan
Muhaimin, bertemu Surya untuk mengucapkan selamat ulang tahun. Namun,
Suharso tak berkelit ketika ditanya soal pembahasan soal paket MPR dalam
pertemuan itu. "Ada sedikit-sedikit," ujar Suharso sambil tersenyum.
Malam hari, sekitar pukul 18.40, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto
juga tiba. Ia ditemani dua petinggi Golkar, yakni; Rizal Mallarangeng
dan Melchias Marcus Mekeng. Dia datang tanpa berbicara apapun. Setelah
pertemuan berlangsung sekitar satu jam, Airlangga pergi buru-buru tanpa
mau meladeni wawancara wartawan. "Nanti aja (nanya-nanya), saya balik
lagi," ujar Airlangga sambil berlalu menaiki mobilnya.
Sekitar setengah jam setelah Airlangga pergi, Suharso Monoarfa tiba-tiba
datang lagi ke kantor DPP Nasdem. "Saya dipanggil lagi ini," ujar
Suharso sambil berjalan tergesa-gesa menuju lift untuk sampai ke ruang
kerja Surya Paloh.
Tak lama kemudian, Sekretaris Jenderal Nasdem Johnny G. Plate turun.
Katanya, ingin menyambut kedatangan Airlangga Hartarto. Benar saja,
Airlangga kembali lagi, Muhaimin Iskandar juga. Meskipun, kehadiran
Muhaimin tidak ada yang menyadari dan tiba-tiba dia sudah ada di ruangan
konferensi pers.
Di depan media, keempat para ketua umum partai itu kompak berbicara
mengenai upaya menjaga soliditas KIK. Ketika ditanya apakah koalisi
merasa ada yang datang menggoyang, sehingga tiba-tiba kompak bicara
soliditas, Surya Paloh tidak menjawab lugas. "Kami sesungguhnya hanya
mengingatkan, betapa pentingnya suatu proses yang telah kami lalui
bersama sebagai partai-partai koalisi pengusung Jokowi-Ma'ruf ini
membuahkan suatu hasil seperti yang saudara ketahui. Baik itu di
Pileg maupun Pilpres," ujar bos media grup itu.
Menurut Paloh, setelah melewati proses itu, sayang sekali jika soliditas
partai KIK tidak dijaga. "Untuk menjaga ini tidak dengan take it for
granted.” Koalisi sudah mengalami semua proses dengan suka duka dan
memiliki modal besar untuk tetap menjalin keutuhan.
Pertemuan ketua umum partai koalisi Jokowi - Ma'ruf terjadi di tengah
isu perebutan kursi ketua MPR antarpartai koalisi. PDIP dan PPP
sebelumnya menyatakan dalam posisi terbuka membahas kemungkinan partai
nonkoalisi bergabung dalam satu paket MPR.
ADVERTISEMENT
Lima partai koalisi Jokowi - Ma'ruf yang lolos ke parlemen yakni: PDIP,
Golkar, PKB, Nasdem dan PPP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri
tidak hadir dalam pertemuan itu.
Paloh mengatakan bahwa Mega tengah sibuk mempersiapkan kongres PDIP yang
akan digelar Agustus mendatang, sehingga tidak bisa hadir. "Nanti kami
cari waktu lagi duduk dengan Mbak Mega, lima orang atau semua ketua
umum.” Harapannya punya perspektif dan pikiran yang sama.
Suharso mengatakan dalam pertemuan itu, empat ketua umum partai telah
menyamakan persepsi menuju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang.
Suharso mengisyaratkan empat partai menutup pintu bagi
oposisi bergabung. "Kami ingin soliditas koalisi itu terjaga. Dan
bagaimana kami mengantisipasi adanya pikiran-pikiran apakah diperlukan
perluasan keanggotaan dari koalisi dan seterusnya," ujar Suharso di
kantor DPP Nasdem pada Senin, 22 Juli 2019.
Dalam pertemuan itu, ujar Suharso, empat ketua umum partai berkesimpulan
untuk sementara ini,koalisi Jokowi
<https://nasional.tempo.co/read/1226676/politikus-ini-yakin-koalisi-tak-keberatan-golkar-duduki-ketua-mpr>-Ma'ruf
belum mengagendakan pembicaraan tentang perluasan keanggotaan koalisi.
"Belum ada waktunya," ujar Suharso.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com