----- Pesan yang Diteruskan ----- Dari: ChanCT [email protected]
[GELORA45] <[email protected]>Kepada: GELORA_In
<[email protected]>Terkirim: Selasa, 23 Juli 2019 04.41.06 GMT+2Judul:
[GELORA45] Ucapan untuk Surya Paloh dan Kemungkinan Perluasan Koalisi Jokowi
Ucapan untuk Surya Paloh dan Kemungkinan Perluasan Koalisi Jokowi
Reporter:
Dewi Nurita
Editor:
Endri Kurniawati
Selasa, 23 Juli 2019 08:06 WIB
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa usai bertemu Ketua Umum
Partai Nasdem di kantor DPP Nasdem, Jakarta pada Senin, 22 Juli 2019.
TEMPo/Dewi Nurita
TEMPO.CO, Jakarta - Berjalan bergegas sambil memegangi ponselnya, Pelaksana
Tugas Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa tiba-tiba kembali lagi ke kantor DPP
Nasdem, Jakarta sekitar pukul 20.17, Senin, 22 Juli 2019. Ini kedatangan kedua
Suharso setelah siang hari, sekitar pukul 13.40, dia menyambangi Ketua Umum
Partai Nasdem Surya Paloh, sejawatnya di koalisi Jokowi, di kantornya. "Ada
rundingan lagi kayaknya, saya dipanggil lagi ini. Ada apa ya?" ujar Suharso
saat ditanyai tentang kedatangannya yang kedua.
Siang hingga malam hari kemarin, Surya Paloh berturut-turut menerima kedatangan
Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa dan Ketua
Umum Golkar Airlangga Hartarto. Keluar dari kantor Nasdem sekitar pukul 13.30,
Muhaimin mengaku hanya mengucapkan selamat ulang tahun kepada Surya yang baru
saja merayakan hari jadinya yang ke68. "Saya kan waktu itu enggak datang ke
acara ultah Bang Surya, jadi saya datang sekarang ngucapin selamat," ujar
Muhaimin.
Selang 10 menit setelah Muhaimin pergi, Suharso Monoarfa datang sendirian,
membawa semacam map. Dia tidak mengatakan apapun ketika tiba. Kurang lebih satu
jam berlalu, Suharso keluar dari kantor DPP Nasdem pada pukul 15.00. Pernyataan
bekas Wantimpres itu serupa dengan Muhaimin, bertemu Surya untuk mengucapkan
selamat ulang tahun. Namun, Suharso tak berkelit ketika ditanya soal
pembahasan soal paket MPR dalam pertemuan itu. "Ada sedikit-sedikit," ujar
Suharso sambil tersenyum.
Malam hari, sekitar pukul 18.40, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto juga
tiba. Ia ditemani dua petinggi Golkar, yakni; Rizal Mallarangeng dan Melchias
Marcus Mekeng. Dia datang tanpa berbicara apapun. Setelah pertemuan berlangsung
sekitar satu jam, Airlangga pergi buru-buru tanpa mau meladeni wawancara
wartawan. "Nanti aja (nanya-nanya), saya balik lagi," ujar Airlangga sambil
berlalu menaiki mobilnya.
Sekitar setengah jam setelah Airlangga pergi, Suharso Monoarfa tiba-tiba datang
lagi ke kantor DPP Nasdem. "Saya dipanggil lagi ini," ujar Suharso sambil
berjalan tergesa-gesa menuju lift untuk sampai ke ruang kerja Surya Paloh.
Tak lama kemudian, Sekretaris Jenderal Nasdem Johnny G. Plate turun. Katanya,
ingin menyambut kedatangan Airlangga Hartarto. Benar saja, Airlangga kembali
lagi, Muhaimin Iskandar juga. Meskipun, kehadiran Muhaimin tidak ada yang
menyadari dan tiba-tiba dia sudah ada di ruangan konferensi pers.
Di depan media, keempat para ketua umum partai itu kompak berbicara mengenai
upaya menjaga soliditas KIK. Ketika ditanya apakah koalisi merasa ada yang
datang menggoyang, sehingga tiba-tiba kompak bicara soliditas, Surya Paloh
tidak menjawab lugas. "Kami sesungguhnya hanya mengingatkan, betapa pentingnya
suatu proses yang telah kami lalui bersama sebagai partai-partai koalisi
pengusung Jokowi-Ma'ruf ini membuahkan suatu hasil seperti yang saudara
ketahui. Baik itu di Pileg maupun Pilpres," ujar bos media grup itu.
Menurut Paloh, setelah melewati proses itu, sayang sekali jika soliditas partai
KIK tidak dijaga. "Untuk menjaga ini tidak dengan take it for granted.” Koalisi
sudah mengalami semua proses dengan suka duka dan memiliki modal besar untuk
tetap menjalin keutuhan.
Pertemuan ketua umum partai koalisi Jokowi - Ma'ruf terjadi di tengah isu
perebutan kursi ketua MPR antarpartai koalisi. PDIP dan PPP sebelumnya
menyatakan dalam posisi terbuka membahas kemungkinan partai nonkoalisi
bergabung dalam satu paket MPR.
ADVERTISEMENT
Lima partai koalisi Jokowi - Ma'ruf yang lolos ke parlemen yakni: PDIP,
Golkar, PKB, Nasdem dan PPP. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri tidak hadir
dalam pertemuan itu.
Paloh mengatakan bahwa Mega tengah sibuk mempersiapkan kongres PDIP yang akan
digelar Agustus mendatang, sehingga tidak bisa hadir. "Nanti kami cari waktu
lagi duduk dengan Mbak Mega, lima orang atau semua ketua umum.” Harapannya
punya perspektif dan pikiran yang sama.
Suharso mengatakan dalam pertemuan itu, empat ketua umum partai telah
menyamakan persepsi menuju pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mendatang. Suharso
mengisyaratkan empat partai menutup pintu bagi oposisi bergabung. "Kami ingin
soliditas koalisi itu terjaga. Dan bagaimana kami mengantisipasi adanya
pikiran-pikiran apakah diperlukan perluasan keanggotaan dari koalisi dan
seterusnya," ujar Suharso di kantor DPP Nasdem pada Senin, 22 Juli 2019.
Dalam pertemuan itu, ujar Suharso, empat ketua umum partai berkesimpulan untuk
sementara ini, koalisi Jokowi-Ma'ruf belum mengagendakan pembicaraan tentang
perluasan keanggotaan koalisi. "Belum ada waktunya," ujar Suharso.
| | 不含病毒。www.avg.com |