Artikel <https://www.antaranews.com/slug/artikel>
Yang berpotensi menjadi calon menteri Jokowi
Oleh Boyke Ledy Watra Rabu, 24 Juli 2019 00:36 WIB
Yang berpotensi menjadi calon menteri Jokowi
Jokowi sebut Kabinet Kerja Jilid II fokus tiga hal (Hanni Sofia)
Jakarta (ANTARA) - Nama-nama yang menjadi calon menteri dalam kabinet di
periode kedua kepemimpinan Presiden Joko Widodo mulai hangat
diperbincangkan beberapa minggu terakhir.
Bahkan sempat beredar di media sosial daftar nama calon menteri Kabinet
Kerja Jilid II yang belakangan dikonfirmasi sebagai informasi hoaks.
Banyak pihak seakan tidak sabar ingin tahu lebih cepat siapa yang akan
ditunjuk Presiden Jokowi untuk membantu menyelesaikan tugas-tugasnya di
jajaran kabinet.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komaruddin
menyebutkan tiga kemungkinan yang berpotensi mendapatkan kepercayaan
dari presiden.
Prioritas utama menjadi calon menteri tentunya berasal dari tokoh
politik senior barisan partai koalisi, biasanya mereka yang disegani
atau memiliki jabatan unsur pimpinan di partai.
"Nama-nama sekjen, ketua, sekretaris atau bendahara partai, termasuk
tokoh senior biasanya berpotensi. Dan parpol juga biasanya menyodorkan
nama-nama itu," kata dia.
Kemudian, Presiden Joko Widodo tentu juga akan memilih menterinya
berasal dari kalangan profesional, seperti yang sudah dilakukan di
Kabinet Kerja pertama, contohnya Menteri Kelautan dan Perikanan Susi
Pudjiastuti dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
"Saya melihat nama-nama yang berjasa seperti Yusril Ihza Mahendra dan
Mahfud MD berpotensi masuk dalam jajaran kabinet nanti," kata dia.
Selanjutnya, Presiden Jokowi bisa saja mengakomodasi tokoh-tokoh muda,
karena sempat mengisyaratkan kementerian akan menyesuaikan dengan
kebutuhan dan tantangan zaman, salah satu upayanya adalah memberi tempat
buat anak muda.
Pengamat politik dari Political and Public Policy Studies Jerry Massie
menyebutkan ada beberapa figur muda yang layak menjadi menteri di
Kabinet Kerja Jokowi-Ma'ruf.
Contohnya Ketua PKPI Diaz Hendropriyono, Erick Thohir, Taufik Basari,
dan Budiman Sudjatmiko, mereka berpotensi bisa mengisi posisi Menpora.
"Mereka sudah terukur dan punya pengalaman dan saya yakin mampu
memimpin. Begitu pun, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang juga sudah
mulai matang," katanya.
Begitu pula, politikus Golkar Tantowi Yahya yang dinilai layak menjadi
Menteri Luar Negeri. Putra asal Sumsel ini sudah teruji, apalagi kini
dia sebagai Duta Besar Selandia Baru. "Saya pikir Tantowi punya
kemampuan diplomatik yang kuat," ucapnya.
Dari PKB, terdapat nama Abdul Karding yang masuk TKN Jokowi-Maruf dan
Lukman Edy, keduanya bisa masuk kabinet. Selain energik dan visioner,
kedua tokoh muda di PKB ini sudah malang-melintang di parlemen.
*Memiliki terobosan*
Analis politik sekaligus Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and
Consulting Pangi Syarwi Chaniago menekankan para menteri dalam kabinet
Jokowi-Ma'ruf nanti, harusnya memiliki terobosan dalam menjalankan
pemerintahan. "Para menteri itu nantinya yang penting punya kapasitas,
punya narasi, dan terobosan."
Sosok menteri terpilih harus memiliki inisiatif menyampaikan
target-target program kerjanya kepada Jokowi dan mempertanggungjawabkan
target tersebut. "Jadi bukan Presiden yang memberikan target," kata dia.
Sementara itu, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter
Politik Indonesia Adi Prayitno menyarankan agar Presiden Joko Widodo
(Jokowi) mencari menteri yang mampu mengartikan dan merealisasikan janji
politik Jokowi pada susunan kabinet jilid II.
“Secara ideal kompisisi kabinet itu harus melihat filosofi dasar membuat
kabinet untuk menyegerakan atau merealisasikan janji politk dengan
baik,” kata Adi.
Susunan kabinet dan menteri yang tepat sebaiknya mereka yang memang
mampu bekerja agresif merealisasikan janji politik, apalagi Jokowi akan
memimpin pada periode kedua.
Periode kedua merupakan periode pertarungan bagi Jokowi dalam
membuktikan janji politiknya, terutama soal tiga kartu plus yang sudah
dinantikan banyak orang.
Adi berpendapat sebenarnya sudah tidak ada alasan bagi Jokowi untuk
tidak merealisasikan janji politiknya karena telah disokong oleh banyak
partai pendukung dan dukungan penuh dari parlemen.
“Didukung oleh banyak partai politik tentu susunan kabinetnya harus
berimbang sehingga tidak memunculkan kecemburuan sosial politik,
sehingga aspek proporsionalitas pemberian menteri itu yang diharapkan
nanti bisa menciptakan harmoni dalam kinerja,” kata Adi.
*Belum berbicara menteri*
Partai politik koalisi, sampai saat ini mengaku masih belum berbicara
soal jajaran calon menteri yang akan direkomendasikan ke Presiden Jokowi.
Seperti yang dikatakan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)
Muhaimin Iskandar, parpolnya belum mengajukan nama calon menteri ke
Presiden. "Belum-belum, belum ada pengajuan sama sekali. Kita belum
bahas" kata Muhaimin Iskandar.
Pemilihan menteri untuk Kabinet Kerja Jilid II itu kata dia lebih
tepatnya menjadi hak prerogatif penuh Presiden Jokowi.
Saat ini parpol koalisi lebih fokus dalam menjaga soliditas setelah
berakhirnya pesta demokrasi Pemilu 2019 ketimbang mempersoalkan jatah
menteri atau pimpinan MPR.
Seperti yang dikatakan Ketua umum DPP Nasdem, Surya Paloh, sangat
disayangkan jika soliditas yang sudah dimiliki parpol sejak bergabung
menjadi koalisi partai pengusung tidak terjaga, karena masih banyak
tugas yang harus diselesaikan hingga akhir periode kepemimpinan Presiden
Jokowi di 2024.
"Ada dialektika, romantika, ada suasana kebatinan satu sama lain yang
tidak selamanya kadang-kadang bergembira hati, bersuka hati," katanya.
Terkadang parpol-parpol, kata dia, kemungkinan juga sedang merasakan
kesedihan, atau merasa sentimental selama selama berjuang dalam koalisi.
"Itulah konsekuensi hidup, kita sudah mengalami semua proses yang kita
lalui dengan suka dan duka dan kita memiliki ini sebagai modal besar
untuk menjamin keutuhan kita memberikan dukungan sepenuhnya secara
totalitas," ujarnya.*
*Baca juga:Presiden harus pertimbangkan kematangan psikologis menteri
usai muda
<https://www.antaranews.com/berita/972092/presiden-harus-pertimbangkan-kematangan-psikologis-menteri-usai-muda>
Baca juga:Analis politik: Menteri Jokowi harus miliki terobosan
<https://www.antaranews.com/berita/971398/analis-politik-menteri-jokowi-harus-miliki-terobosan>*
Presiden sesalkan ratas soal sampah tanpa kemajuan berarti
Play Video
Play
Unmute
Current Time 0:00
/
Duration 2:02
Loaded:0%
Seek to live, currently playing liveLIVEFullscreen
Oleh Boyke Ledy Watra
Editor: Erafzon Saptiyulda A
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com