Wartawan 24 Negara Berkunjung ke Xinjiang
http://indonesian.cri.cn/20190724/18f0f6b9-368c-227c-bdf1-39e67457c7f6.html
2019-07-24 09:50:00
Kegiatan peliputan media dalam dan luar negeri yang diselenggarakan oleh
kantor penerangan Dewan Negara Tiongkok diadakan di Xinjiang dari 14
hingga 22 bulan ini. Para wartawan dari 24 negara, antara lain Tiongkok,
AS, Rusia, Italia, Arab Saudi, Turki, Jepang dan Iran berkunjung ke
Xinjiang, mengadakan pertukaran hadap berhadapan dengan siswa di pusat
pendidikan dan penataran vokasional, para umat Islam dan massa berbagai
etnik. Kebanyakan wartawan menyatakan penilaian positif terhadap upaya
pemerintah Tiongkok untuk memukul dan mencegah terorisme, melindungi
kebebasan beragama, melindungi budaya tradisional etnik minoritas dan
meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Dalam peliputan tersebut, para wartawan berturut-turut mendatangi pusat
pendidikan dan penataran di berbagai daerah Xinjiang, mendengar kuliah
para siswa, meninjau asrama siswa, menonton aktivitas olahraga,
menanyakan tata pelajaran yang ditetapkan kepada para siswa dan guru
serta keadaan berkumpulnya dengan anggota keluarga, akomodasi dan
jaminan pengobatan. Melalui kontak jarak dekat, para wartawan menyatakan
penilaian positif atas pekerjaan pendidikan dan penataran di Xinjiang
dan menganggap bahwa celaan sejumlah orang asing adalah tidak sesuai
dengan kenyataan.
Wartawan dari harian Corriere della Sera Italia, Paolo Salom mengatakan,
pusat pendidikan dan penataran adalah sebuah sekolah, tetapi bukan apa
yang disebut “kamp konsentrasi”, para siswa yang ditemuinya tidak saja
belajar undang-undang dan peraturan, tetapi juga dapat belajar
keterampilan vokasional, dalam rangka menyesuaikan diri dengan masyarakat.
Wartawan harian Okaz Arab Saudi, Abdulaziz Raddad A Alrabie mengatakan,
pusat pendidikan dan penataran adalah sekolah untuk mengubah pikiran
ekstrem, senyum mereka berasal dari batin, dapat disaksikan bahwa mereka
merasa puas atas kehidupan dan pelajaran di pusat tersebut.
Direktur Jenderal harian Amarujala Turki, Tunc Akkoc berpendapat,
keterampilan vokasional telah menyediakan teladan bagi negara-negara
lainnya di bidang anti terorisme.
Selama berkunjung di Hong Kong, para wartawan berturut-turut mendatangi
Institut Kitab Keagamaan Islam Xinjiang serta berbagai mesjid,
menanyakan berbagai masalah, antara lain penataran penganut agama Islam,
aktivitas keagamaan, jumlah penganut agama, pembangunan dan pemugaran
mesjid serta masalah terkait lainnya.
Wartawan harian Alwatan Arab Saudi, Khaled Jihad Abdul-Razzaq Al-Saleh
mengatakan, kaum Muslim di Tiongkok menikmati kebebasan beragama yang
sepenuhnya, tidak seperti yang dikatakan oleh sementara media yang
menyebut bahwa “ada orang yang menindas dan mengganggu kaum Muslim untuk
beribadad.” Tidak kelihatan seorang pun yang mengalami gangguan, mereka
penuh kebebasan.
---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com