https://news.detik.com/berita/d-4639830/ketika-petani-asal-madiun-jadi-pembicara-di-markas-pbb-
new-york?tag_from=news_cb_terbaru_list
Jumat 26 Juli 2019, 02:48 WIB
Ketika Petani Asal Madiun Jadi Pembicara
di Markas PBB New York
Haris Fadhil - detikNews
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4639830/ketika-petani-asal-madiun-jadi-pembicara-di-markas-pbb-new-york?tag_from=news_cb_terbaru_list#>
Tweet
<https://news.detik.com/berita/d-4639830/ketika-petani-asal-madiun-jadi-pembicara-di-markas-pbb-new-york?tag_from=news_cb_terbaru_list#>
Share *0*
<https://news.detik.com/berita/d-4639830/ketika-petani-asal-madiun-jadi-pembicara-di-markas-pbb-new-york?tag_from=news_cb_terbaru_list#>
0 komentar
<https://news.detik.com/berita/d-4639830/ketika-petani-asal-madiun-jadi-pembicara-di-markas-pbb-new-york?tag_from=news_cb_terbaru_list#>
Ketika Petani Asal Madiun Jadi Pembicara di Markas PBB New York Foto:
Dok. Istimewa
*Jakarta* - Seorang petani asal Madiun, Zainal Arifin Fuat, menjadi
perwakilan petani sedunia dalam forum bertajuk Dekade PBB untuk
Pertanian Keluarga di Kantor Pusat PBB, New York, Amerika Serikat pekan
lalu. Zainal berbicara soal pentingnya sistem pertanian yang lebih ramah
lingkungan.
"Sistem pertanian agroekologis menuntun petani kecil untuk bertani
secara berdaulat, meninggalkan ketergantungan terhadap input-input kimia
yang tidak menyehatkan, dan tentunya lebih ramah lingkungan," kata
Zainal dalam keterangan tertulis, Kamis (25/7/2019).
*Baca juga: *Cegah Anjlok, Harga Garam Bakal Diatur Pemerintah
<https://finance.detik.com/read/2019/07/25/201001/4639764/1036/cegah-anjlok-harga-garam-bakal-diatur-pemerintah>
Zainal mengingatkan agar Dekade PBB untuk Pertanian Keluarga sejalan
dengan Deklarasi PBB tentang Hak Asasi Petani yang telah disahkan tahun
lalu. Pria yang juga Ketua Departemen Luar Negeri Serikat Petani
Indonesia (SPI) ini meminta agar PBB bisa sukses mencapai target
sustainable development goals.
Suasana di Forum Dekade PBB untuk Pertanian KeluargaSuasana di Forum
Dekade PBB untuk Pertanian Keluarga (Foto: Dok. Istimewa)
"Pengakuan, pemenuhan, dan perlindungan hak-hak asasi petani dan
masyarakat yang bekerja di pedesaan yang terkandung dalam Deklarasi PBB
itu akan menjadi dasar norma dan indikator keberhasilan untuk
implementasi agenda Dekade Keluarga Pertanian PBB," ucapnya.
Dia juga bicara soal hak atas tanah, hak atas air, hak atas benih,
hak-hak petani perempuan untuk diakui dan dilindungi. Menurutnya,
pemenuhan berbagai hak tersebut penting sebagai solusi dari tantangan
sistem pangan dunia saat ini.
*Baca juga: *Jual Bibit Padi Tanpa Label Sertifikat, Kades di Aceh
Ditahan Polisi
<https://news.detik.com/read/2019/07/25/193057/4639590/10/jual-bibit-padi-tanpa-label-sertifikat-kades-di-aceh-ditahan-polisi>
"Hak-hak ini, yang diabadikan dalam perjanjian, pedoman, dan yang paling
penting dalam Deklarasi PBB yang saya sebutkan di atas, dapat
memberdayakan petani dan petani keluarga di seluruh dunia untuk
mengurangi konflik sosial, krisis pangan, kemiskinan, migrasi, alam,
kehancuran bumi, hingga krisis iklim, serta untuk menarik dan menjaga
agar semakin banyak kaum muda di pertanian dan di daerah pedesaan
tertarik untuk kembali menjadi petani," paparnya.
Di akhir pidatonya, Zainal mengajak semua pihak saling bekerja sama agar
permasalahan terkait pertanian di dunia bisa diselesaikan. "Karena kita
semua menyadari apabila kita semua tidak bekerja tentunya niat baik PBB
tidak akan bisa sukses," pungkasnya.
*(haf/haf)
*
**