https://www.antaranews.com/berita/976902/pengamat-tugas-berat-jokowi-
membuat-politik-jadi-egaliter
Pengamat: tugas berat Jokowi
membuat politik jadi egaliter
Kamis, 25 Juli 2019 23:52 WIB
Simposium Peneliti Jokowi II, menghadirkan narasumber Pengamat politik
Fachry Ali, Deputi IV KSP Eko Sulistyo, Staf Khusus Presiden Siti
Ruhaini dan Peneliti Jokowi Andi Zulkarnain di Jakarta, Kamis,
(25/07/2019). (Boyke Ledy Watra)
Jakarta (ANTARA) - Pengamat politik Fachry Ali menilai Presiden Joko
Widodo memiliki tugas berat pasca berakhirnya kepemimpinan 2024
mendatang, yaitu membuat proses politik menjadi egaliter.
"Jokowi menjadi antitesis dari para elit, dan karena itu pasca 2024 itu
harus punya kemampuan membuat proses politik menjadi egaliter tidak lagi
dikuasai oleh para elite semata," kata Fachry Ali di Jakarta, Kamis.
Jokowi sepanjang karier politiknya sampai pada periode kedua jabatan
presiden, telah membuktikan mampu manjadi pemimpin tanpa harus berasal
dari kalangan elite politik.
Presiden terpilih periode 2019-2024 itu berasal dari pengusaha kecil,
namanya menanjak karena Jokowi begitu disenangi masyarakat Solo ketika
menjabat wali kota.
Dalam Simposium penelitian Jokowi II, Fachry mengatakan Jokowi bukan
seperti elite lain yang memiliki kendaraan partai politik besar juga
tidak mempu_nyai_ kucuran dana besar.
"Dalam sejarah politik Indonesia elite yang ada itu punya latar belakang
ekonomi, mereka sudah terlanjur kaya di zaman orde baru, mereka migrasi
modal ke dalam dunia politik," kata dia.
Dengan berakhirnya kepemimpinan Presiden Joko Widodo di 2024, peta
pertarungan politik bisa saja kembali kepada tangan-tangan elite kalau
tanpa sistem politik egaliter.
"Apa yang dilakukan Jokowi selama lima tahun dalam politik sudah banyak
membantu untuk pasca 2024, namun masih diperlukan usaha mempertahankan
agar model ini tetap berjalan walau Jokowi tidak lagi berkontestasi,"
ujarnya
Presiden balas sambutan putra mahkota UEA
Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Adi Lazuardi
COPYRIGHT © ANTARA 2019