Kivlan Zen Minta Perlindungan, Menhan Akan Rapat dengan Polisi

Reporter:


       Antara

Editor:


       Syailendra Persada

Jumat, 26 Juli 2019 08:47 WIB

Tersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Mei 2019, saat hendak dikirim ke Rutan POM Kodam Jaya, Guntur, Jakarta. Tempo/Adam PrirezaTersangka kepemilikan senjata api ilegal Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen di Polda Metro Jaya, Kamis, 30 Mei 2019, saat hendak dikirim ke Rutan POM Kodam Jaya, Guntur, Jakarta. Tempo/Adam Prireza

*TEMPO.CO*,*Surabaya *- Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu menindaklanjuti permohonan bantuan perlindungan hukum dan jaminan penangguhan penahanan Kivlan <https://www.tempo.co/tag/kivlan-zen>Zen <https://www.tempo.co/tag/kivlan-zen>. "Permohonan bantuan ini tidak terlalu masalah bagi saya," katanya menjawab pertanyaan wartawan saat berada di Surabaya, Jawa Timur, Kamis, 25 Juli 2019.

Sebelumnya, kepolisian menetapkan purnawirawan TNI berpangkat Mayor Jenderal itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal pada 29 Mei 2019.

Kepolisian juga menyebut mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu menunggangi aksi 22 Mei di Jakarta. Selain itu ada dugaan ia berperan memberi perintah kepada tersangka lainnya berinisial HK alias I dan AZ untuk mencari eksekutor pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan seorang pimpinan lembaga survei.

Keempat target pembunuhan itu adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan.

Berikutnya Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan dan Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere. Satu lagi pimpinan lembaga survei yang dijadikan target pembunuhan adalah Yunarto Wijaya.

ADVERTISEMENT

Menhan Ryamizard mengaku telah menerima surat permohonan bantuan perlindungan hukum dan jaminan penangguhan penahanan Kivlan Zen yang dikirim melalui pengacaranya. "Kami dimintai tolong. Sekarang kami sampaikan permintaannya itu kepada kepolisian," ujarnya.

Menurut Ryamizard, dalam waktu dekat akan digelar pertemuan dengan kepolisian untuk membahas surat permohonan bantuan dariKivlan <https://metro.tempo.co/read/1228440/eks-kepala-badan-intelijen-abri-kivlan-zen-masuk-dalam-jebakan>Zen <https://metro.tempo.co/read/1228440/eks-kepala-badan-intelijen-abri-kivlan-zen-masuk-dalam-jebakan> itu. "Cepat atau lambat, kami bersama kepolisian akan membahasnya. Keputusannya nanti terserah polisi," kata dia.



---
此電子郵件已由 AVG 檢查病毒。
http://www.avg.com

Kirim email ke