*Biasanya kalau musim kemarau telalu lama maka para ilmuan langitan
mengadakan doa bersama di alon-alon dengan permintaan kepada PAS(Penguasa
Alam Semesta) agar dilimpahkan hujan. Tetepi rupanya doa-doa demikian tidak
lagi didengar dan tidak dianggapi oleh PAS dan bidadari-bidadarinya. Jadi
oleh karena itu Posko Halim mau berusaha sendiri membuat hujan. Apakah
usaha ini tidak meliwati wewenang PAS? Semoga sukses hujan buatan yang
mendjadi gambaran bahwa PAS kehilangan wewenang. Tetapi, barangkali perlu
ditanya kepada wakil presiden MA yang adalah ahli, apakah usaha Posko Halim
tidak melanggar kehendak dan wewenang Pas? Apakah pelanggaran ini tidak ada
dosanya?*



*https://tekno.tempo.co/read/1227534/posko-halim-dan-kupang-siagakan-pesawat-untuk-hujan-buatan/full&view=ok
<https://tekno.tempo.co/read/1227534/posko-halim-dan-kupang-siagakan-pesawat-untuk-hujan-buatan/full&view=ok>
*


*Posko Halim dan Kupang Siagakan Pesawat untuk Hujan Buatan*

Reporter:
*Tempo.co*

Editor:
*Erwin Prima*

Selasa, 23 Juli 2019 10:11 WIB

<https://statik.tempo.co/data/2015/11/01/id_450345/450345_620.jpg>*Tim dari
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) dan TNI AU melakukan
persiapan modifikasi cuaca (hujan buatan) untuk penanggulangan bencana asap
kebakaran hutan dan lahan di Bandara Halim Pedana Kusuma, Jakarta, 1
November 2015. ANTARA FOTO*

*TEMPO.CO <http://TEMPO.CO>*, *Jakarta* - Opsi penerapan teknologi
modifikasi cuaca untuk menciptakan hujan buatan
<https://www.tempo.co/tag/hujan-buatan>sebagai solusi mengatasi kekeringan,
membutuhkan prediksi iklim dan cuaca yang akurat.



Menurut Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza
hujan buatan akan lebih efektif jika kondisi atmosfer ideal, yakni adanya
awan potensial. Pada masa menjelang puncak musim kemarau, potensi
keberadaan awan-awan itu pun kecil.

"Pada Rakor tadi menurut data BMKG, kondisi cuaca saat ini tidak
memungkinkan adanya potensi awan untuk membuat menjadi hujan di wilayah
Jawa, Bali hingga NTT secara keseluruhan. Namun secara lokal, ada
kemungkinan potensi awan yang disebut intraseasonal monsoon, yang
berpotensi menjadi hujan," ujar Hammam Riza usai rapat koordinasi terkait
antisipasi bencana kekeringan di Kantor Badan Nasional Penanggulangan
Bencana (BNPB), Jakarta, Senin, 22 Juli 2019.

Terkait hal tersebut Hammam menyebut bahwa dalam Rakor diputuskan untuk
mendirikan posko utama pelaksanaan Operasi TMC di Lanud Halim
Perdanakusumah, dan posko lainnya di Kupang, NTT.


"Hal ini untuk mengantisipasi adanya potensi awan lokal tersebut, yang akan
langsung disemai dengan operasi hujan buatan
<https://www.tempo.co/tag/hujan-buatan>. Posko di Halim akan siaga pesawat
CN295 dan posko di Kupang NTT dengan pesawat casa212-200. Kondisi ini
diperkirakan akan berlangsung hingga bulan Oktober," terangnya.

Kirim email ke