Ya, secara tata buku, memang harus dilaporkan sebagai rugi, meskipun
punya piutang besar di tahun depan yang akan diterima.
Kalau ditambahkan sebagai catatan boleh saja, tetapi tidak boleh dibukukan
seolah-olah sebagai sudah diterima.

Pada tanggal Jum, 26 Jul 2019 pukul 07.42 Sunny ambon [email protected]
[GELORA45] <[email protected]> menulis:

>
>
> *Dua perusahaan raksasa mengalami problem, yaitu Krakatau Steel dan
> Garuda. Bagaimana dengan BUMN lain, apakah juga sesak nafas? Apakah sesak
> nafas mereka ini karena managementnya kurang beres, korupsi ataukah juaga
> tidak kuat menghadapi saingan berat dari pihak luar. Bila demikian halnya
> apakah yang sesak nafas ini tidak ada obat mujarab selain diprivatisasikan?*
>
>
>
> *https://money.kompas.com/read/2019/07/26/111246526/laporan-keuangan-2018-direvisi-garuda-indonesia-rugi-rp-245-triliun#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=garuda_rugi_25_t_26719_12.00&webPushId=MTQwMDA=
> <https://money..kompas.com/read/2019/07/26/111246526/laporan-keuangan-2018-direvisi-garuda-indonesia-rugi-rp-245-triliun#utm_source=insider&utm_medium=web_push&utm_campaign=garuda_rugi_25_t_26719_12.00&webPushId=MTQwMDA=>
> *
>
>
> Laporan Keuangan 2018 Direvisi, Garuda Indonesia Rugi Rp 2,45 Triliun
>
>
> MUTIA FAUZIA Kompas.com - 26/07/2019, 11:12 WIB
> JAKARTA, KOMPAS.com - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk mempublikasikan
> ulang (restatement) laporan keuangan tahun 2018. Hal tersebut dilakukan
> merespon hasil keputusan Kementerian Keuangan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK)
> dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
>
>
> Pada laporan keuangan yang disajikan ulang tersebut, Garuda Indonesia
> mencatatkan rugi bersih sebesar 175,02 juta dollar AS atau setara Rp 2,45
> triliun dari sebelumnya laba sebesar 5,01 juta dollar AS.
>
>
> "Dalam kaitan penyajian ulang Laporan Keuangan 2018, Garuda Indonesia
> mencatatkan laporan pendapatan usaha sebesar 4,37 miliar dollar AS, tidak
> mengalami perubahan dari laporan pendapatan sebelumnya," ujar VP Corporate
> Secretary Garuda Indonesia M Ikhsan Rosan dalam keterangan tertulis yang
> diterima Kompas.com, Jumat (26/7/2019).
>
>
> Baca juga: *Ini Penjelasan Garuda Indonesia soal Pemeriksaan Laporan
> Keuangannya*
>
>
> Adapun pendapatan usaha lainnya (pendapatan lain-lain) terkoreksi menjadi
> 38,8 juta dollar AS dari sebelumnya 278,8 juta dollar AS. Selain
> restatement laporan keuangan tahun 2018,
>
>
> Garuda Indonesia pun diminta untuk melakukan restatement laporan keuangan
> kuartal I-2019 oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada laporan restatement
> kuartal I-2019 tersebut, Garuda Indonesia tercatat mengalami sejumlah
> penyesuaian pada indikator aset menjadi sebesar 4,32 juta dolkar AS dari
> sebelumnya 4,53 juta dollar AS.
>
>
> Baca juga: *Kemenkeu Temukan Pelanggaran di Laporan Keuangan Garuda
> Indonesia*
>
>
> Adapun perubahan total indikator aset tersebut diakibatkan oleh
> penyesuaian pada pencatatan piutang lain-lain menjadi sebesar 19,7 juta
> dollar AS dari sebelumnya sebesar 283,8 juta dollar AS.  Adapun pajak
> tangguhan juga mengalami penyesuaian menjadi 105,5 juta dollar AS dari
> sebelumnya 45,3 juta dollar AS.
>
> Lebih lanjut, liabilitas perseroan pada penyajian kembalian laporan
> keuangan kuartal 1-2019 juga mengalami penyesuaian menjadi 3,53 juta dollar
> AS dari sebelumnya 3,56 juta dollar AS.
>
>
> "Sejalan dengan penyajian ulang laporan keuangan tersebut, Garuda
> Indonesia terus menunjukan peningkatan kinerja dengan berhasil mencatatkan
> pertumbuhan positif pada kuartal I-2019 dimana perseroan berhasil
> membukukan laba bersih sebesar 19,73 juta dollar AS, meningkat signifikan
> dibanding periode sebelumnya yang merugi 64,27 juta dollar AS," ujar
> Ikhsan.
>
>
> Baca juga: *Garuda Indonesia Maksimalkan Pendapatan dari Potensi Brand *
>
>
> Kinerja kuartal I-2019 tersebut turut ditunjang oleh lini pendapatan
> layanan penerbangan berjadwal sebesar 924,93 juta dollar AS, tumbuh sebesar
> 11,6 persen dibandingkan periode yang sama di kuartal I – 2018 sebesar
> 828,49 juta dollar AS. Selain itu, Garuda juga mencatatkan pertumbuhan
> signifikan pada kinerja pendapatan usaha lainnya sebesar 27,5 persen dengan
> pendapatan mencapai 171,8 juta dollar AS.
>
>
> Sebelumnya, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Garuda Indonesia, 24
> April 2019, mengumumkan, sepanjang tahun 2018 perusahaan mencetak laba
> bersih 809.840 dollar AS meningkat tajam dari tahun 2017 yang rugi 216,58
> juta dollar AS.
>
>
> Namun, dua komisarisnya menolak laporan keuangan itu. Penolakan itu
> berkaitan dengan pernjanjian kerjasama Garuda dengan PT Mahata Aero
> Teknologi dan PT Citilink Indonesia yang diperkirakan menuai kerugian
> sebesar 244,95 juta dollar AS.
>
>
> Baca juga: *Garuda Indonesia, Nama Besar dan Kepentingan-kepentingan di
> Baliknya Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan menemukan adanya
> pelanggaran di laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018 tersebut..*
>
>
> Setelah menemukan pelanggaran itu, OJK dan Kemenkeu pun memberikan sanksi
> kepada Garuda dan auditor yang mengaudit laporan keuangannya.
>
>
> Sanksi diberikan setelah kedua instansi tersebut memeriksa auditor terkait
> permasalahan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018, khususnya
> pengakuan pendapatan atas perjanjian kerja sama dengan PT Mahata Aero
> Teknologi yang diindikasikan tidak sesuai dengan standar akuntansi.
>
>
> Sekedsr informasi, akibat laporan keuangan 2018 itu, Garuda Indonesia
> dikenai denda yang nominalnya mencapai Rp 1,25 miliar. Baca juga: Ini Kata
> OJK soal Laporan Garuda Indonesia yang Ditolak Komisarisnya Denda tersebut
> terdiri dari Rp 800 juta yang dibebankan kepada delapan direksi, Rp 100
> juta yang dibebankan kepada Dewan Komisaris, Rp 100 juta denda kepada
> maskapai, dan tambahan denda Rp 250 juta dari Bursa Efek Indonesia.
>
>
> Adapun Kementerian Keuangan menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik (AP)
> Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi,
> Bambang & Rekan, selaku auditor laporan keuangan Garuda Indonesia. Sanksi
> diberikan setelah Kemenkeu memeriksa AP/KAP tersebut terkait laporan
> keuangan Garuda Indonesia tahun buku 2018.
>
> Penulis : Mutia Fauzia
> Editor : Sakina Rakhma Diah Setiawan
>
> 
>

Kirim email ke